<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: Pemimpin Harus Belajar dari Petugas KRL yang Temukan Uang Rp500 Juta</title><description>Mujenih dan Egi Sandi adalah petugas di KRL Commuterline.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/13/320/2245542/erick-thohir-pemimpin-harus-belajar-dari-petugas-krl-yang-temukan-uang-rp500-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/13/320/2245542/erick-thohir-pemimpin-harus-belajar-dari-petugas-krl-yang-temukan-uang-rp500-juta"/><item><title>Erick Thohir: Pemimpin Harus Belajar dari Petugas KRL yang Temukan Uang Rp500 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/13/320/2245542/erick-thohir-pemimpin-harus-belajar-dari-petugas-krl-yang-temukan-uang-rp500-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/13/320/2245542/erick-thohir-pemimpin-harus-belajar-dari-petugas-krl-yang-temukan-uang-rp500-juta</guid><pubDate>Senin 13 Juli 2020 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/13/320/2245542/erick-thohir-pemimpin-harus-belajar-dari-petugas-krl-yang-temukan-uang-rp500-juta-nj0142dv6B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/13/320/2245542/erick-thohir-pemimpin-harus-belajar-dari-petugas-krl-yang-temukan-uang-rp500-juta-nj0142dv6B.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Mujenih dan Egi Sandi adalah petugas di KRL Commuterline. Nama mereka mencuat karena telah menemukan uang Rp500 juta bahkan dikembalikan ke pihak yang memilikinya.

Mereka berdua pun menjadi sorotan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Dirinya mengapresiasikan sikap jujur dan disiplin yang dilakukan Mujenih petugas kebersihan dan Egi Sandi Petugas Pengawalan di KRL Commuterline.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pengakuan Erick Thohir soal Milenial Jadi Direksi dan Komisaris BUMN
Erick menyebut sikap itu harus ditiru oleh seluruh pimpinan di Indonesia. Erick mencatat sikap jujur dan disiplin yang ditunjukan kedua petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tersebut karena didasarkan pada akhlak yang baik.

&quot;Ternyata apa yang dilakukan oleh mas Egi dan mas Mujenih itu sesuatu yang luar biasa bagi kita semua, apalagi ini bersinergi dengan BUMN. Karena itu, saya harapkan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua terutama para pimpinan bahwa memang kebetulan kita diberikan amanah, kita juga harus siap dari pada akhlak itu sendiri jika kita mau sukses,&quot; ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Senin (13/7/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Komisaris BUMN Rangkap Jabatan, Erick Thohir: Itu Sejak Lama dan Lumrah
Dirinya juga menyebut tindakan luar biasa yang dilakukan Egi dan Mujenih tidak semata menjadi simbolik. Namun, sikap itu, menunjukan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar yang berpegang teguh pada prinsip kejujuran dan disiplin yang tinggi yang didasari pada akhlak.

Ahlak, lanjut Erick, harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas atau kegiatan yang dilakukan. Semuanya akan hambar dan tak ada artinya jika tidak dilandasi oleh akhlak itu sendiri.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rombak Direksi BUMN Perikanan, Kini Erick Thohir Ganti Dirut Perinus
&quot;Karena tanggung jawab dan yang terpenting apa yang kita sepakati bersama bahwa apa yang kita lakukan tak ada artinya kalau tidak didasari oleh akhlak. Karena itu, kemarin ketika beritanya ada di mana-mana, saya rasa ini poin yang sangat bagus, kebetulan kami di BUMN juga punya prinsip bahwa akhlak menjadi landasan utama,&quot; ujarnya.
Pendiri Mahaka Media itu juga mengatakan, sikap disiplin dapat  menjadi kunci bagi indonesia untuk keluar dari persoalan Covid-19. Di  mana masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah dirumuskan  pemerintah.

&quot;Karena kunci ya tadi, untuk melawan Covid-19 ini, ya kita harus  disiplin dan ini harus kita jaga. Dan kemarin saya bilang juga  sebelumnya kita terus mengobati, suksesnya kita melawan Covid kalau  masyarakat itu disiplin dan berpartisipasi untuk menangani itu semua.  Dan Insya Allah apa yang diberikan (contoh) oleh mas Egi dan Mujani  menginspirasi generasi muda kita,&quot; ungkapnya

Untuk diketahui, pada 6 Juli 2020 lalu, tepatnya pukul 16.40 WIB,  petugas kebersihan kereta Mujenih dan Petugas Pengawalan KRL Egi Sandi  menemukan barang yang tertinggal di kereta kedua dari kereta yang akan  tiba di Stasiun Bogor. Barang tersebut berupa plastik berisi uang dalam  bungkusan koran.

Mujenih dan Egi kemudian menyerahkan ke petugas Passenger Service di  Stasiun Bogor bernama Iqbal Fahri. Bersama beberapa petugas lainnya,  mereka memeriksa bungkusan lebih detil untuk kepentingan memasukkan data  dalam aplikasi lost and found atau laporan barang tertinggal di KRL.  Setelah diperiksa bersama, uang yang dibungkus koran tersebut berjumlah  Rp 500 juta.

Petugas passenger service kemudian memasukkan data dan ciri-ciri  barang yang ditemukan tersebut ke dalam sistem aplikasi lost and found.  Tidak lama, seorang pengguna KRL dengan inisial SB melaporkan barang  miliknya yang tertinggal di kereta. Iqbal kemudian menerima SB dan  melakukan verifikasi data serta ciri-ciri barang yang dilaporkan  tertinggal.

Setelah verifikasi identitas dan ciri-ciri barang seluruhnya sesuai  dengan apa yang ditemukan, uang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya  dengan disaksikan sejumlah petugas.</description><content:encoded>JAKARTA - Mujenih dan Egi Sandi adalah petugas di KRL Commuterline. Nama mereka mencuat karena telah menemukan uang Rp500 juta bahkan dikembalikan ke pihak yang memilikinya.

Mereka berdua pun menjadi sorotan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Dirinya mengapresiasikan sikap jujur dan disiplin yang dilakukan Mujenih petugas kebersihan dan Egi Sandi Petugas Pengawalan di KRL Commuterline.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pengakuan Erick Thohir soal Milenial Jadi Direksi dan Komisaris BUMN
Erick menyebut sikap itu harus ditiru oleh seluruh pimpinan di Indonesia. Erick mencatat sikap jujur dan disiplin yang ditunjukan kedua petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tersebut karena didasarkan pada akhlak yang baik.

&quot;Ternyata apa yang dilakukan oleh mas Egi dan mas Mujenih itu sesuatu yang luar biasa bagi kita semua, apalagi ini bersinergi dengan BUMN. Karena itu, saya harapkan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua terutama para pimpinan bahwa memang kebetulan kita diberikan amanah, kita juga harus siap dari pada akhlak itu sendiri jika kita mau sukses,&quot; ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Senin (13/7/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Komisaris BUMN Rangkap Jabatan, Erick Thohir: Itu Sejak Lama dan Lumrah
Dirinya juga menyebut tindakan luar biasa yang dilakukan Egi dan Mujenih tidak semata menjadi simbolik. Namun, sikap itu, menunjukan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar yang berpegang teguh pada prinsip kejujuran dan disiplin yang tinggi yang didasari pada akhlak.

Ahlak, lanjut Erick, harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas atau kegiatan yang dilakukan. Semuanya akan hambar dan tak ada artinya jika tidak dilandasi oleh akhlak itu sendiri.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rombak Direksi BUMN Perikanan, Kini Erick Thohir Ganti Dirut Perinus
&quot;Karena tanggung jawab dan yang terpenting apa yang kita sepakati bersama bahwa apa yang kita lakukan tak ada artinya kalau tidak didasari oleh akhlak. Karena itu, kemarin ketika beritanya ada di mana-mana, saya rasa ini poin yang sangat bagus, kebetulan kami di BUMN juga punya prinsip bahwa akhlak menjadi landasan utama,&quot; ujarnya.
Pendiri Mahaka Media itu juga mengatakan, sikap disiplin dapat  menjadi kunci bagi indonesia untuk keluar dari persoalan Covid-19. Di  mana masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah dirumuskan  pemerintah.

&quot;Karena kunci ya tadi, untuk melawan Covid-19 ini, ya kita harus  disiplin dan ini harus kita jaga. Dan kemarin saya bilang juga  sebelumnya kita terus mengobati, suksesnya kita melawan Covid kalau  masyarakat itu disiplin dan berpartisipasi untuk menangani itu semua.  Dan Insya Allah apa yang diberikan (contoh) oleh mas Egi dan Mujani  menginspirasi generasi muda kita,&quot; ungkapnya

Untuk diketahui, pada 6 Juli 2020 lalu, tepatnya pukul 16.40 WIB,  petugas kebersihan kereta Mujenih dan Petugas Pengawalan KRL Egi Sandi  menemukan barang yang tertinggal di kereta kedua dari kereta yang akan  tiba di Stasiun Bogor. Barang tersebut berupa plastik berisi uang dalam  bungkusan koran.

Mujenih dan Egi kemudian menyerahkan ke petugas Passenger Service di  Stasiun Bogor bernama Iqbal Fahri. Bersama beberapa petugas lainnya,  mereka memeriksa bungkusan lebih detil untuk kepentingan memasukkan data  dalam aplikasi lost and found atau laporan barang tertinggal di KRL.  Setelah diperiksa bersama, uang yang dibungkus koran tersebut berjumlah  Rp 500 juta.

Petugas passenger service kemudian memasukkan data dan ciri-ciri  barang yang ditemukan tersebut ke dalam sistem aplikasi lost and found.  Tidak lama, seorang pengguna KRL dengan inisial SB melaporkan barang  miliknya yang tertinggal di kereta. Iqbal kemudian menerima SB dan  melakukan verifikasi data serta ciri-ciri barang yang dilaporkan  tertinggal.

Setelah verifikasi identitas dan ciri-ciri barang seluruhnya sesuai  dengan apa yang ditemukan, uang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya  dengan disaksikan sejumlah petugas.</content:encoded></item></channel></rss>
