<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Covid-19, Produksi Batu Bara Lihat Harga   </title><description>Produksi batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada tahun 2020 berpotensi menurun akibat terkena imbas pandemi virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/14/320/2246343/dampak-covid-19-produksi-batu-bara-lihat-harga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/14/320/2246343/dampak-covid-19-produksi-batu-bara-lihat-harga"/><item><title>Dampak Covid-19, Produksi Batu Bara Lihat Harga   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/14/320/2246343/dampak-covid-19-produksi-batu-bara-lihat-harga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/14/320/2246343/dampak-covid-19-produksi-batu-bara-lihat-harga</guid><pubDate>Selasa 14 Juli 2020 18:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/14/320/2246343/dampak-covid-19-produksi-batu-bara-lihat-harga-TIklaON25t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batu Bara (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/14/320/2246343/dampak-covid-19-produksi-batu-bara-lihat-harga-TIklaON25t.jpg</image><title>Batu Bara (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Produksi batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada tahun 2020 berpotensi menurun akibat terkena imbas pandemi virus corona atau Covid-19. Wabah itu membuat harga jual dan permintaan menurun, sehingga, perusahaan harus mengikutinya.

Diketahui, tahun ini PTBA menargetkan produksi batu bara sebanyak 30,3 juta ton. Kini, hingga kuartal pertama memproduksi 5,5 juta ton batu bara atau turun 2,8% (yoy) dibandingkan realisasi produksi batu bara kuartal pertama 2019 sebanyak 5,7 juta ton.

&quot;Kalau harga semakin menurun, kita juga mungkin harus memikirkan strategi bagaimana melayani pasar. Potensi turun, tentu ada. Tekanan harga dan permintaan yang masih berlanjut hingga saat ini tentu akan memengaruhi target kita,&quot; kata Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie dalam diskusi virtual, Selasa (14/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Corona, Indonesia Jajaki Ekspor Batu Bara ke Bangladesh hingga Pakistan&amp;nbsp;
Meski begitu, lanjut dia, pihaknya belum mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kepada Kementerian ESDM, terkait target produksi batu bara pada tahun 2020.

&quot;Mengenai produksi kami masih mengacu kepada rencana awal,&quot; katanya.

Dia mengaku akan menyiapkan konsep untuk menjajakan pasar batu bara di Taiwan dan Brunei Darussalam. Hal itu untuk mengantisipasi lesunya penurunan harga jual batu bara akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

&quot;Harapannya ini potensi pasar kedepan, kemudian batu bara PTBA bisa diterima dengan baik dan sampai saat ini tidak ada keluhan dari buyer baru,&quot; ujarnya.
Baca Juiga:&amp;nbsp;Produksi Batu Bara RI 228 Juta Ton, Setara 42% dari Target&amp;nbsp;
Menurut dia, pandemi ini merupakan seleksi alam bagi pengusaha batu bara. Apabila mereka mampu melewatinya, maka nantinya akan mencapai kesuksesan di dunia pertambangan.

&quot;Saatnya seleksi alam, bagaimana perusahaan yang mampu keluar dari pandemi covid-19 ini akan jadi bagus kedepannya,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Produksi batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada tahun 2020 berpotensi menurun akibat terkena imbas pandemi virus corona atau Covid-19. Wabah itu membuat harga jual dan permintaan menurun, sehingga, perusahaan harus mengikutinya.

Diketahui, tahun ini PTBA menargetkan produksi batu bara sebanyak 30,3 juta ton. Kini, hingga kuartal pertama memproduksi 5,5 juta ton batu bara atau turun 2,8% (yoy) dibandingkan realisasi produksi batu bara kuartal pertama 2019 sebanyak 5,7 juta ton.

&quot;Kalau harga semakin menurun, kita juga mungkin harus memikirkan strategi bagaimana melayani pasar. Potensi turun, tentu ada. Tekanan harga dan permintaan yang masih berlanjut hingga saat ini tentu akan memengaruhi target kita,&quot; kata Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie dalam diskusi virtual, Selasa (14/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Corona, Indonesia Jajaki Ekspor Batu Bara ke Bangladesh hingga Pakistan&amp;nbsp;
Meski begitu, lanjut dia, pihaknya belum mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kepada Kementerian ESDM, terkait target produksi batu bara pada tahun 2020.

&quot;Mengenai produksi kami masih mengacu kepada rencana awal,&quot; katanya.

Dia mengaku akan menyiapkan konsep untuk menjajakan pasar batu bara di Taiwan dan Brunei Darussalam. Hal itu untuk mengantisipasi lesunya penurunan harga jual batu bara akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

&quot;Harapannya ini potensi pasar kedepan, kemudian batu bara PTBA bisa diterima dengan baik dan sampai saat ini tidak ada keluhan dari buyer baru,&quot; ujarnya.
Baca Juiga:&amp;nbsp;Produksi Batu Bara RI 228 Juta Ton, Setara 42% dari Target&amp;nbsp;
Menurut dia, pandemi ini merupakan seleksi alam bagi pengusaha batu bara. Apabila mereka mampu melewatinya, maka nantinya akan mencapai kesuksesan di dunia pertambangan.

&quot;Saatnya seleksi alam, bagaimana perusahaan yang mampu keluar dari pandemi covid-19 ini akan jadi bagus kedepannya,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
