<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Masyarakat Lebih Banyak Dasteran hingga Sarungan, Penjualan Meroket di Tengah Corona</title><description>Teten Masduki menyebut masih ada produk bisnis UMKM yang laku di tengah pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/15/320/2246832/masyarakat-lebih-banyak-dasteran-hingga-sarungan-penjualan-meroket-di-tengah-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/15/320/2246832/masyarakat-lebih-banyak-dasteran-hingga-sarungan-penjualan-meroket-di-tengah-corona"/><item><title>  Masyarakat Lebih Banyak Dasteran hingga Sarungan, Penjualan Meroket di Tengah Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/15/320/2246832/masyarakat-lebih-banyak-dasteran-hingga-sarungan-penjualan-meroket-di-tengah-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/15/320/2246832/masyarakat-lebih-banyak-dasteran-hingga-sarungan-penjualan-meroket-di-tengah-corona</guid><pubDate>Rabu 15 Juli 2020 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/15/320/2246832/masyarakat-lebih-banyak-dasteran-hingga-sarungan-penjualan-meroket-di-tengah-corona-HfHrvTDAPU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Sarung (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/15/320/2246832/masyarakat-lebih-banyak-dasteran-hingga-sarungan-penjualan-meroket-di-tengah-corona-HfHrvTDAPU.jpg</image><title>Ilustrasi Sarung (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyebut masih ada produk bisnis UMKM yang laku di tengah pandemi Covid-19. Produk tersebut yakni berupa daster dan sarung.
&quot;Tercatat tingginya angka penjualan daster dan sarung disebabkan oleh lebih banyaknya kegiatan yang dilakukan masyarakat dari rumah. Hal itu menyebabkan permintaan kedua produk tersebut terus melonjak karena lebih nyaman dikenakan,&quot; ujar dia di BNPB Jakarta, Rabu (15/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Paling Banyak di Jawa, Berikut Jumlah Orang Miskin Tertinggi Berdasarkan Pulau&amp;nbsp;
Dia menjelaskan beberapa pengusaha baju batik berpindah ke pakaian daster, ternyata lakunya bukan main. &quot;Jadi jualan daster sama sarung sekarang lebih laku,&quot; ungkap dia.
Kemudian, lanjut dia, bisnis bidang makanan dan minuman masih mencatatkan pertumbuhan positif hingga saat ini. Di mana pangan merupakan kebutuhan pokok yang harus tetap terpenuhi dalam situasi apapun.
&quot;Usaha di sektor alat kesehatan dana alat olahraga terus mengalami pertumbuhan yang positif. Sebab akibat pandemi ini kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh semakin meningkat,&quot; tandas dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Digitalisasi UMKM, Perhatikan Hal Ini Sebelum Jualan&amp;nbsp;
Kementerian Koperasi dan UKM mencatat ada sebanyak 67.051 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah terdampak karena adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Data itu berdasarkan laporan dari dinas di provinsi, kabupaten dan kota per tanggal 20 Juni 2020.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyebut masih ada produk bisnis UMKM yang laku di tengah pandemi Covid-19. Produk tersebut yakni berupa daster dan sarung.
&quot;Tercatat tingginya angka penjualan daster dan sarung disebabkan oleh lebih banyaknya kegiatan yang dilakukan masyarakat dari rumah. Hal itu menyebabkan permintaan kedua produk tersebut terus melonjak karena lebih nyaman dikenakan,&quot; ujar dia di BNPB Jakarta, Rabu (15/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Paling Banyak di Jawa, Berikut Jumlah Orang Miskin Tertinggi Berdasarkan Pulau&amp;nbsp;
Dia menjelaskan beberapa pengusaha baju batik berpindah ke pakaian daster, ternyata lakunya bukan main. &quot;Jadi jualan daster sama sarung sekarang lebih laku,&quot; ungkap dia.
Kemudian, lanjut dia, bisnis bidang makanan dan minuman masih mencatatkan pertumbuhan positif hingga saat ini. Di mana pangan merupakan kebutuhan pokok yang harus tetap terpenuhi dalam situasi apapun.
&quot;Usaha di sektor alat kesehatan dana alat olahraga terus mengalami pertumbuhan yang positif. Sebab akibat pandemi ini kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh semakin meningkat,&quot; tandas dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Digitalisasi UMKM, Perhatikan Hal Ini Sebelum Jualan&amp;nbsp;
Kementerian Koperasi dan UKM mencatat ada sebanyak 67.051 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah terdampak karena adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Data itu berdasarkan laporan dari dinas di provinsi, kabupaten dan kota per tanggal 20 Juni 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
