<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Transaksi Digital Bisa Atasi Krisis Kesehatan Covid-19, Ini Penjelasannya</title><description>Staf Khusus II Kementerian BUMN Mohamad Ikhsan menilai membiasakan untuk melakukan transaksi secara digital bisa mengatasi krisis ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/15/320/2246904/transaksi-digital-bisa-atasi-krisis-kesehatan-covid-19-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/15/320/2246904/transaksi-digital-bisa-atasi-krisis-kesehatan-covid-19-ini-penjelasannya"/><item><title>   Transaksi Digital Bisa Atasi Krisis Kesehatan Covid-19, Ini Penjelasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/15/320/2246904/transaksi-digital-bisa-atasi-krisis-kesehatan-covid-19-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/15/320/2246904/transaksi-digital-bisa-atasi-krisis-kesehatan-covid-19-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Rabu 15 Juli 2020 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/15/320/2246904/transaksi-digital-bisa-atasi-krisis-kesehatan-covid-19-ini-penjelasannya-PKfjQ9ttfn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transaksi Digital (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/15/320/2246904/transaksi-digital-bisa-atasi-krisis-kesehatan-covid-19-ini-penjelasannya-PKfjQ9ttfn.jpg</image><title>Transaksi Digital (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Staf Khusus II Kementerian BUMN Mohamad Ikhsan menilai membiasakan untuk melakukan transaksi secara digital bisa mengatasi krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Aktivitas itu dapat mengurangi kontak badan antar manusia. Seperti diketahui, sentuhan badan merupakan media penularan Covid-19.

&quot;Digitalisasi membantu penanganan krisis terhadap penanganan kesehatan,&quot; kata Ikhsan dalam diskusi virtual, Rabu (15/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bangun Sistem Super Digital UMKM Indonesia, 8 CEO Startup Digandeng&amp;nbsp;
Dia meyakini pandemi ini akan mendorong masyarakat untuk mengubah kebiasaan yang kerap membawa uang tunai, sehingga, dirinya melihat potensi aplikasi transaksi elektronik akan terus berkembang di Tanah Air.

&quot;Kebanyakan kegiatan ekonomi kita masyarakat kita bergantung pada kegiatan contact body, bukan less. Ini (transaksi digital) berpotensi besar,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Sebut BUMN Tetap Setor Pajak Rp55,5 Triliun di Tengah Covid-19
Dia menambahkan, dalam mengimplementasi menggencarkan transaksi elektronik tak semudah membalikkan tangan. Sebab itu dibutuhkan infrastruktur yang mumpuni di suatu negara.

&quot;Menumbuhkan digitalisasi, implementasinya itu tidak mudah, harus ada infrastruktur,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Staf Khusus II Kementerian BUMN Mohamad Ikhsan menilai membiasakan untuk melakukan transaksi secara digital bisa mengatasi krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Aktivitas itu dapat mengurangi kontak badan antar manusia. Seperti diketahui, sentuhan badan merupakan media penularan Covid-19.

&quot;Digitalisasi membantu penanganan krisis terhadap penanganan kesehatan,&quot; kata Ikhsan dalam diskusi virtual, Rabu (15/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bangun Sistem Super Digital UMKM Indonesia, 8 CEO Startup Digandeng&amp;nbsp;
Dia meyakini pandemi ini akan mendorong masyarakat untuk mengubah kebiasaan yang kerap membawa uang tunai, sehingga, dirinya melihat potensi aplikasi transaksi elektronik akan terus berkembang di Tanah Air.

&quot;Kebanyakan kegiatan ekonomi kita masyarakat kita bergantung pada kegiatan contact body, bukan less. Ini (transaksi digital) berpotensi besar,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Sebut BUMN Tetap Setor Pajak Rp55,5 Triliun di Tengah Covid-19
Dia menambahkan, dalam mengimplementasi menggencarkan transaksi elektronik tak semudah membalikkan tangan. Sebab itu dibutuhkan infrastruktur yang mumpuni di suatu negara.

&quot;Menumbuhkan digitalisasi, implementasinya itu tidak mudah, harus ada infrastruktur,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
