<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Bank Dunia Proyeksi Ekonomi Indonesia Hanya 0% Tahun Ini</title><description>World Bank atau Bank Dunia memprediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia riil diperkirakan berada di angka 0%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247264/bank-dunia-proyeksi-ekonomi-indonesia-hanya-0-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247264/bank-dunia-proyeksi-ekonomi-indonesia-hanya-0-tahun-ini"/><item><title>   Bank Dunia Proyeksi Ekonomi Indonesia Hanya 0% Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247264/bank-dunia-proyeksi-ekonomi-indonesia-hanya-0-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247264/bank-dunia-proyeksi-ekonomi-indonesia-hanya-0-tahun-ini</guid><pubDate>Kamis 16 Juli 2020 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/16/20/2247264/bank-dunia-proyeksi-ekonomi-indonesia-hanya-0-tahun-ini-lwcMOC3fBB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/16/20/2247264/bank-dunia-proyeksi-ekonomi-indonesia-hanya-0-tahun-ini-lwcMOC3fBB.jpg</image><title>Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - World Bank atau Bank Dunia memprediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia riil diperkirakan berada di angka 0% pada tahun 2020 akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Pada 2021, diproyeksikan untuk mengalami peningkatan sebesar 4,8%. Hal ini seiring dengan peningkatan konsumsi swasta yang mulai pulih dari pandemi virus corona. Pada 2022, PDB Indonesia diprediksi sebesar 6,0% dengan kuatnya pertumbuhan investasi dan rendahnya angka dasar perhitungan pada tahun-tahun sebelumnya. Demikian seperti diungkap dalam laporan Bank Dunia, Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi Global Diprediksi Minus 5,2%, World Bank Ingatkan Indonesia soal Resesi&amp;nbsp;
Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen mengatakan, pertumbuhan ekonomi akan turun dengan cukup signifikan. Adapun, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan di kisaran 0% yang mana bisa menimbulkan resesi.

&quot;Proyeksi ekonomi Indonesia akan turun karena didasari hal, pertama kontraksi ekonomi global, kedua ekonomi Indonesia akan terbuka kembali per Agustus, dan ketiga tidak ada gelombang kedua dari pandemi,&quot; ujar Satu.

Sementara itu, sejalan dengan permintaan domestik dan eksternal yang melemah secara signifikan dikarenakan lockdown dan pembatasan perjalanan terkait pandemic Covid-19, pertumbuhan PDB Indonesia merosot dari 5% secara year-over-year pada kuartal IV tahun 2019 menjadi 3% pada kuartal I tahun 2020, pertumbuhan per kuartal terendah sejak tahun 2001.

Dari sisi produksi terjadi perlambatan luas di lintas-sektor; manufaktur, konstruksi, dan beberapa sektor dengan nilai tambah rendah mengalami pertumbuhan sectoral yang nyaris hanya setengahnya dari angka di kuartal IV tahun 2019. Sebaliknya, pertumbuhan sektor-sektor layanan yang intensif di bidang IPTEK, termasuk layanan digital, keuangan, pendidikan, dan kesehatan, mengalami peningkatan.
Baca Juga:&amp;nbsp;BKPM Pangkas Target Investasi Jadi Rp817,2 Triliun, Bahlil: Covid-19 Belum Berakhir&amp;nbsp;
Pemerintah telah mengumumkan suatu paket senilai 4,3% dari PDB. Bersamaan dengan tingkat pendapatan yang lebih rendah, maka defisit keuangan diprediksikan akan meningkat hingga 6,3% dari PDB pada tahun 2020.

Paket ini meliputi alokasi yang lebih besar di sektor kesehatan, peningkatan bantuan sosial secara signifikan, program kredit bagi UMKM dan suntikan ekuitas untuk bank-bank yang merestrukturisasi pinjaman mereka kepada UMKM.</description><content:encoded>JAKARTA - World Bank atau Bank Dunia memprediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia riil diperkirakan berada di angka 0% pada tahun 2020 akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Pada 2021, diproyeksikan untuk mengalami peningkatan sebesar 4,8%. Hal ini seiring dengan peningkatan konsumsi swasta yang mulai pulih dari pandemi virus corona. Pada 2022, PDB Indonesia diprediksi sebesar 6,0% dengan kuatnya pertumbuhan investasi dan rendahnya angka dasar perhitungan pada tahun-tahun sebelumnya. Demikian seperti diungkap dalam laporan Bank Dunia, Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi Global Diprediksi Minus 5,2%, World Bank Ingatkan Indonesia soal Resesi&amp;nbsp;
Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen mengatakan, pertumbuhan ekonomi akan turun dengan cukup signifikan. Adapun, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan di kisaran 0% yang mana bisa menimbulkan resesi.

&quot;Proyeksi ekonomi Indonesia akan turun karena didasari hal, pertama kontraksi ekonomi global, kedua ekonomi Indonesia akan terbuka kembali per Agustus, dan ketiga tidak ada gelombang kedua dari pandemi,&quot; ujar Satu.

Sementara itu, sejalan dengan permintaan domestik dan eksternal yang melemah secara signifikan dikarenakan lockdown dan pembatasan perjalanan terkait pandemic Covid-19, pertumbuhan PDB Indonesia merosot dari 5% secara year-over-year pada kuartal IV tahun 2019 menjadi 3% pada kuartal I tahun 2020, pertumbuhan per kuartal terendah sejak tahun 2001.

Dari sisi produksi terjadi perlambatan luas di lintas-sektor; manufaktur, konstruksi, dan beberapa sektor dengan nilai tambah rendah mengalami pertumbuhan sectoral yang nyaris hanya setengahnya dari angka di kuartal IV tahun 2019. Sebaliknya, pertumbuhan sektor-sektor layanan yang intensif di bidang IPTEK, termasuk layanan digital, keuangan, pendidikan, dan kesehatan, mengalami peningkatan.
Baca Juga:&amp;nbsp;BKPM Pangkas Target Investasi Jadi Rp817,2 Triliun, Bahlil: Covid-19 Belum Berakhir&amp;nbsp;
Pemerintah telah mengumumkan suatu paket senilai 4,3% dari PDB. Bersamaan dengan tingkat pendapatan yang lebih rendah, maka defisit keuangan diprediksikan akan meningkat hingga 6,3% dari PDB pada tahun 2020.

Paket ini meliputi alokasi yang lebih besar di sektor kesehatan, peningkatan bantuan sosial secara signifikan, program kredit bagi UMKM dan suntikan ekuitas untuk bank-bank yang merestrukturisasi pinjaman mereka kepada UMKM.</content:encoded></item></channel></rss>
