<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Dunia Rekomendasikan Pekerja yang Di-PHK untuk Dibantu</title><description>Sejalan dengan upaya Indonesia untuk menata jalan panjang menuju pemulihan ekonomi akibat pandemi virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247272/bank-dunia-rekomendasikan-pekerja-yang-di-phk-untuk-dibantu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247272/bank-dunia-rekomendasikan-pekerja-yang-di-phk-untuk-dibantu"/><item><title>Bank Dunia Rekomendasikan Pekerja yang Di-PHK untuk Dibantu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247272/bank-dunia-rekomendasikan-pekerja-yang-di-phk-untuk-dibantu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247272/bank-dunia-rekomendasikan-pekerja-yang-di-phk-untuk-dibantu</guid><pubDate>Kamis 16 Juli 2020 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/16/20/2247272/bank-dunia-soal-jalan-panjang-pemulihan-ekonomi-pekerja-yang-kena-phk-perlu-dibantu-6dEYrbVrcs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PHK (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/16/20/2247272/bank-dunia-soal-jalan-panjang-pemulihan-ekonomi-pekerja-yang-kena-phk-perlu-dibantu-6dEYrbVrcs.jpg</image><title>PHK (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sejalan dengan upaya Indonesia untuk menata jalan panjang menuju pemulihan ekonomi akibat pandemi virus corona dirasakan kebutuhan untuk merawat mereka yang sakit dan menurunkan tingkat penularan seraya meminimalkan dampak melemahnya ekonomi dan dan menata kembali perekonomian menuju pemulihan ekonomi secara cepat dan menyeluruh.
Oleh karenanya adalah pada upaya mengatasi berbagai tantangan tersebut dan mempersiapkan Indonesia untuk suatu pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bank Dunia Proyeksi Ekonomi Indonesia Hanya 0% Tahun Ini&amp;nbsp;
Dalam upaya mendukung dijalankannya kembali perekonomian dengan aman, maka prioritas utama masih untuk memastikan terwujudnya sistem kesehatan yang kuat. Pembukaan kembali secara aman dan berkelanjutan akan membutuhkan berbagai perbaikan kapasitas dan kesiapan sistem kesehatan secara terus-menerus, termasuk perluasan pengujian dan pengawasan.
Banyak bisnis akan membutuhkan dukungan secara berkelanjutan untuk dapat keluar dari kelesuan ekonomi. Perusahaan akan perlu dibantu untuk memulai kembali atau meningkatkan produksinya, sementara suatu kondisi perlu dirancang untuk memfasilitasi masuknya perusahaan-perusahaan baru, termasuk dengan mengatasi berbagai kendala bagi investasi yang ada selama ini. Demikian seperti dikutip dalam laporan Bank Dunia, Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Mereka yang belum mendapatkan pekerjaan perlu dibantu dalam menemukan pekerjaan dan meningkatkan keterampilannya untuk memenuhi kebutuhan pemberi kerja.
Terlebih lagi, untuk memperbaiki berbagai kesenjangan yang baru ditemukan dalam hal cakupan perlindungan sosial Indonesia, dengan melakukan pengembangan sistem yang diawali sejak kejadian pandemic Covid-19, dan mempercepat pelaksanaan pelayanan kesehatan universal bagi seluruh warga negara, akan membantu meningkatkan, mempekerjakan, dan melindungi sumber daya manusia Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi Global Diprediksi Minus 5,2%, World Bank Ingatkan Indonesia soal Resesi&amp;nbsp;
Pengurangan belanja modal publik yang disebabkan oleh Covid-19 serta penundaan pengerjaan proyek-proyek infrastruktur perlu ditambah kembali untuk menghindari merisikokan agenda infrastruktur pemerintah yang memicu pertumbuhan.
Untuk melandaikan kurva utang, berbagai tindakan fiskal sementara perlu secara berangsur-angsur dipulihkan, sementara pendapatan ditingkatkan. Utang publik saat ini berada pada trajektori yang semakin meningkat sebagai akibat meningkatnya biaya layanan utang, yang jika kecenderungannya tidak diputar-balik pada gilirannya akan mengalahkan belanja prioritas atau merisikokan peringkat kredit investasi Indonesia yang sulit dicapai.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejalan dengan upaya Indonesia untuk menata jalan panjang menuju pemulihan ekonomi akibat pandemi virus corona dirasakan kebutuhan untuk merawat mereka yang sakit dan menurunkan tingkat penularan seraya meminimalkan dampak melemahnya ekonomi dan dan menata kembali perekonomian menuju pemulihan ekonomi secara cepat dan menyeluruh.
Oleh karenanya adalah pada upaya mengatasi berbagai tantangan tersebut dan mempersiapkan Indonesia untuk suatu pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bank Dunia Proyeksi Ekonomi Indonesia Hanya 0% Tahun Ini&amp;nbsp;
Dalam upaya mendukung dijalankannya kembali perekonomian dengan aman, maka prioritas utama masih untuk memastikan terwujudnya sistem kesehatan yang kuat. Pembukaan kembali secara aman dan berkelanjutan akan membutuhkan berbagai perbaikan kapasitas dan kesiapan sistem kesehatan secara terus-menerus, termasuk perluasan pengujian dan pengawasan.
Banyak bisnis akan membutuhkan dukungan secara berkelanjutan untuk dapat keluar dari kelesuan ekonomi. Perusahaan akan perlu dibantu untuk memulai kembali atau meningkatkan produksinya, sementara suatu kondisi perlu dirancang untuk memfasilitasi masuknya perusahaan-perusahaan baru, termasuk dengan mengatasi berbagai kendala bagi investasi yang ada selama ini. Demikian seperti dikutip dalam laporan Bank Dunia, Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Mereka yang belum mendapatkan pekerjaan perlu dibantu dalam menemukan pekerjaan dan meningkatkan keterampilannya untuk memenuhi kebutuhan pemberi kerja.
Terlebih lagi, untuk memperbaiki berbagai kesenjangan yang baru ditemukan dalam hal cakupan perlindungan sosial Indonesia, dengan melakukan pengembangan sistem yang diawali sejak kejadian pandemic Covid-19, dan mempercepat pelaksanaan pelayanan kesehatan universal bagi seluruh warga negara, akan membantu meningkatkan, mempekerjakan, dan melindungi sumber daya manusia Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi Global Diprediksi Minus 5,2%, World Bank Ingatkan Indonesia soal Resesi&amp;nbsp;
Pengurangan belanja modal publik yang disebabkan oleh Covid-19 serta penundaan pengerjaan proyek-proyek infrastruktur perlu ditambah kembali untuk menghindari merisikokan agenda infrastruktur pemerintah yang memicu pertumbuhan.
Untuk melandaikan kurva utang, berbagai tindakan fiskal sementara perlu secara berangsur-angsur dipulihkan, sementara pendapatan ditingkatkan. Utang publik saat ini berada pada trajektori yang semakin meningkat sebagai akibat meningkatnya biaya layanan utang, yang jika kecenderungannya tidak diputar-balik pada gilirannya akan mengalahkan belanja prioritas atau merisikokan peringkat kredit investasi Indonesia yang sulit dicapai.</content:encoded></item></channel></rss>
