<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos BI Beberkan 'Angin Segar' Bagi Ekonomi Indonesia di Kuartal II-2020</title><description>Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 bakal terkontraksi hingga minus 4%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247538/bos-bi-beberkan-angin-segar-bagi-ekonomi-indonesia-di-kuartal-ii-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247538/bos-bi-beberkan-angin-segar-bagi-ekonomi-indonesia-di-kuartal-ii-2020"/><item><title>Bos BI Beberkan 'Angin Segar' Bagi Ekonomi Indonesia di Kuartal II-2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247538/bos-bi-beberkan-angin-segar-bagi-ekonomi-indonesia-di-kuartal-ii-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/20/2247538/bos-bi-beberkan-angin-segar-bagi-ekonomi-indonesia-di-kuartal-ii-2020</guid><pubDate>Kamis 16 Juli 2020 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/16/20/2247538/bos-bi-beberkan-angin-segar-bagi-ekonomi-indonesia-di-kuartal-ii-2020-f6ycXJq8TY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/16/20/2247538/bos-bi-beberkan-angin-segar-bagi-ekonomi-indonesia-di-kuartal-ii-2020-f6ycXJq8TY.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 bakal terkontraksi hingga minus 4%. Pelemahan ekonomi tersebut tak dapat terhindari akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 bakal terkontraksi. Namun, Bank Indonesia melihat adanya beberapa kemungkinan, yang bisa menjadi semacam angin segar bagi kontraksi ekonomi tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Aliran Modal Asing Deras, Rupiah Perkasa di Kuartal II-2020
Dirinya mengatakan, beberapa sentimen positif bagi perekonomian nasional RI kuartal II-2020 itu yakni adanya perkembangan positif pada permintaan domestik. &quot;Jadi, hal yang tercermin dari peningkatan penjualan ritel secara bulanan, aktivitas manufaktur, ekspektasi konsumen, dan sejumlah hal lain,&quot; ujar dia dalam telekonferensi, Kamis (16/7/2020).

Dia juga menjelaslan sejumlah aktivitas ekonomi yang mulai menggeliat dan bangkit kembali sejak diterpa badai Covid-19. Di mana, saat ini juga sudah mulai terlihat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Suntik Likuiditas Perbankan hingga Rp633,24 Triliun, Ini Penjelasan Bos BI
&quot;Misalnya dalam data dari kegiatan ekspor pada bulan Juni 2020, yang menurutnya sudah mulai mengalami peningkatan kecil. Apabila dibandingkan dengan kondisi di masa awal pandemi beberapa waktu lalu,&quot; tandas dia.

Pihaknya pun optimistis jika pertumbuhan ekonomi bisa semakin membaik, khususnya dengan kecepatan stimulus fiskal, maka langkah perbaikan ekonomi di kuartal II-2020 tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil.

&quot;Tentunya, harus ditopang oleh sejumlah aspek penunjang lain. Seperti aspek kemajuan restrukturisasi kredit, atau bahkan pemanfaatan digitalisasi teknologi khususnya bagi para UMKM,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 bakal terkontraksi hingga minus 4%. Pelemahan ekonomi tersebut tak dapat terhindari akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 bakal terkontraksi. Namun, Bank Indonesia melihat adanya beberapa kemungkinan, yang bisa menjadi semacam angin segar bagi kontraksi ekonomi tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Aliran Modal Asing Deras, Rupiah Perkasa di Kuartal II-2020
Dirinya mengatakan, beberapa sentimen positif bagi perekonomian nasional RI kuartal II-2020 itu yakni adanya perkembangan positif pada permintaan domestik. &quot;Jadi, hal yang tercermin dari peningkatan penjualan ritel secara bulanan, aktivitas manufaktur, ekspektasi konsumen, dan sejumlah hal lain,&quot; ujar dia dalam telekonferensi, Kamis (16/7/2020).

Dia juga menjelaslan sejumlah aktivitas ekonomi yang mulai menggeliat dan bangkit kembali sejak diterpa badai Covid-19. Di mana, saat ini juga sudah mulai terlihat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Suntik Likuiditas Perbankan hingga Rp633,24 Triliun, Ini Penjelasan Bos BI
&quot;Misalnya dalam data dari kegiatan ekspor pada bulan Juni 2020, yang menurutnya sudah mulai mengalami peningkatan kecil. Apabila dibandingkan dengan kondisi di masa awal pandemi beberapa waktu lalu,&quot; tandas dia.

Pihaknya pun optimistis jika pertumbuhan ekonomi bisa semakin membaik, khususnya dengan kecepatan stimulus fiskal, maka langkah perbaikan ekonomi di kuartal II-2020 tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil.

&quot;Tentunya, harus ditopang oleh sejumlah aspek penunjang lain. Seperti aspek kemajuan restrukturisasi kredit, atau bahkan pemanfaatan digitalisasi teknologi khususnya bagi para UMKM,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
