<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Koperasi Bisa Ajukan Modal Kerja Rp100 Miliar</title><description>Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mengalokasikan anggaran bagi koperasi dan UMKM sebesar Rp124 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/320/2247321/koperasi-bisa-ajukan-modal-kerja-rp100-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/320/2247321/koperasi-bisa-ajukan-modal-kerja-rp100-miliar"/><item><title>Koperasi Bisa Ajukan Modal Kerja Rp100 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/320/2247321/koperasi-bisa-ajukan-modal-kerja-rp100-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/320/2247321/koperasi-bisa-ajukan-modal-kerja-rp100-miliar</guid><pubDate>Kamis 16 Juli 2020 13:53 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/16/320/2247321/koperasi-bisa-ajukan-modal-kerja-rp100-miliar-QMvBofP9yw.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Uang Rupiah. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/16/320/2247321/koperasi-bisa-ajukan-modal-kerja-rp100-miliar-QMvBofP9yw.jpeg</image><title>Ilustrasi Uang Rupiah. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mengalokasikan anggaran bagi koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan total Rp124 triliun. Anggaran tersebut mencakup insentif pajak, relaksasi dan restrukturisasi kredit dan perluasan modal kerja UMKM untuk menekan dampak pandemi, khususnya pada masyarakat menengah ke bawah.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan bahwa dana bantuan sudah tersalurkan sekitar 24% dari total dana bantuan, sedangkan target alokasi keseluruhan sebelum bulan September 2020.
&amp;ldquo;Untuk di koperasi, sudah sekitar 24%. Lalu target kita di akhir bulan Juli ini bisa 50%. Insyaallah sebelum September bisa 100%,&amp;rdquo; tutur Teten dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2020).
Baca juga: Bangun Sistem Super Digital UMKM Indonesia, 8 CEO Startup Digandeng 
Pembagian anggaran secara merinci dari masing-masing aspek, di antaranya adalah insentif pajak, relaksasi dan restrukturisasi kredit, serta perluasan modal kerja UMKM. Dalam aspek insentif pajak, target alokasi anggaran sebesar Rp2,4 triliun relaksasi dan restrukturisasi sebesar Rp114,06 triliun. Sementara perluasan modal kerja UMKM sebesar Rp7 triliun.
Teten menjelaskan bahwa seluruh dana bantuan UMKM disalurkan melalui perbankan, BPD, BPR, koperasi simpan pinjam dan koperasi melalui LPDB.
&amp;ldquo;Yang saya pegang langsung adalah sekarang 1 triliun itu untuk koperasi, jadi lewat koperasi. Nah sekarang kita salurkan lewat lembaga dana bergulir di tempat kami. Kami bisa memberikan bantuan modal kerja bagi koperasi sampai 100 miliar. Jadi, silakan saja mengajukan.&amp;rdquo; jelas Teten.
Kementerian Koperasi dan UKM pun berusaha mendampingi koperasi dalam melakukan adaptasi bisnis dan melakukan atau melahirkan inovasi produk sesuai dengan permintaan pasar.
Baca juga: Daftar Bantuan UMKM agar Tetap Bertahan di Pandemi Covid-19
&amp;ldquo;Yang kita coba dampingi di awal itu bagaimana mereka melakukan adaptasi bisnis, dan inovasi produk disesuaikan dengan permintaan market,&amp;rdquo; ujar Teten.
Lebih lanjut, Teten menjelaskan bahwa pasca pandemi Covid-19 kebutuhan belanja masyarakt terbatas pada kebutuhan pokok dan alat perlindungan diri. Oleh karena itu, pemerintah membantu Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) untuk memproduksi APD dan alat kesehatan lainnya, seperti masker.
&amp;ldquo;Waktu itu kita coba dampingi supaya mereka bikin masker, masker kain. Kami carikan juga bahan bakunya, kami carikan juga offtakernya,&amp;rdquo; ucap Teten.
Perihal kualitas, Teten menjelaskan bahwa pemerintah terus mendampingi para pelaku usaha untuk memenuhi dan mengikuti standar WHO.&amp;ldquo;Saya kira kita dampingi, kita juga kerja sama dengan Daruma ynag  melakukan quality control, kurasi produk, juga marketingya. Jadi kita  juga mengikuti standar WHO,&amp;rdquo; tambah Teten.
Teten menjelaskan bahwa saat pandemi jumlah akun marketplace  meningkat karena masyarakat beralih ke bisnis online. Dengan membuka  bisnis secara online, Teten beranggapan bahwa hal ini mampu mengurangi  kerumunan.
&amp;ldquo;Nah sekarang buka usaha tidak hanya buka warung di offline, sekarang  jumlah account yang jualan di marketplace meningkat. Jadi banyak warung  digital, ya. Nah itu temen-temen ynag memang kehilangan pekerjaannya,&amp;rdquo;  ucap Teten.
Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM mulai melakukan pelatihan dan  edukasi kepada UMKM terutama di sektor kuliner untuk melakukan adaptasi  bisnis.
&amp;ldquo;Jadi saat ini kita juga mengingatkan, mulai bikin  pelatihan-pelatihan juga, edukasi untuk UMKM terutama di sektor kuliner,  pasca pandemi Covid ini, satu, akan kultur barunya itu orang akan lebih  senang belanja di online. Terus kedua juga aspek kesehatan juga jadi  pertimbangan utama konsumen,&amp;rdquo; ujar Teten.
Sebagai penutup dialog, Teten mengingatkan bahwa meski pemerintah  sudah menyiapkan skema pembiayaan untuk meringankan para pelaku UMKM  termasuk juga memberikan modal kerja, masyarakat tetap perlu disiplin  menerapkan protokol kesehatan agar pandemi COVID-19 dapat segera  teratasi.
&amp;ldquo;Bantuan pemerintah sebesar apapun tapi kita tidak bisa mengatasi  Covid ini dalam waktu dekat ini akan berat. Kita tidak bisa lagi kembali  ke kehidupan yang normal. Kita harus segera akhiri dan karena itu  jangan anggap enteng mari kita disiplin, patuhi protokol kesehatan,&amp;rdquo;  tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mengalokasikan anggaran bagi koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan total Rp124 triliun. Anggaran tersebut mencakup insentif pajak, relaksasi dan restrukturisasi kredit dan perluasan modal kerja UMKM untuk menekan dampak pandemi, khususnya pada masyarakat menengah ke bawah.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan bahwa dana bantuan sudah tersalurkan sekitar 24% dari total dana bantuan, sedangkan target alokasi keseluruhan sebelum bulan September 2020.
&amp;ldquo;Untuk di koperasi, sudah sekitar 24%. Lalu target kita di akhir bulan Juli ini bisa 50%. Insyaallah sebelum September bisa 100%,&amp;rdquo; tutur Teten dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2020).
Baca juga: Bangun Sistem Super Digital UMKM Indonesia, 8 CEO Startup Digandeng 
Pembagian anggaran secara merinci dari masing-masing aspek, di antaranya adalah insentif pajak, relaksasi dan restrukturisasi kredit, serta perluasan modal kerja UMKM. Dalam aspek insentif pajak, target alokasi anggaran sebesar Rp2,4 triliun relaksasi dan restrukturisasi sebesar Rp114,06 triliun. Sementara perluasan modal kerja UMKM sebesar Rp7 triliun.
Teten menjelaskan bahwa seluruh dana bantuan UMKM disalurkan melalui perbankan, BPD, BPR, koperasi simpan pinjam dan koperasi melalui LPDB.
&amp;ldquo;Yang saya pegang langsung adalah sekarang 1 triliun itu untuk koperasi, jadi lewat koperasi. Nah sekarang kita salurkan lewat lembaga dana bergulir di tempat kami. Kami bisa memberikan bantuan modal kerja bagi koperasi sampai 100 miliar. Jadi, silakan saja mengajukan.&amp;rdquo; jelas Teten.
Kementerian Koperasi dan UKM pun berusaha mendampingi koperasi dalam melakukan adaptasi bisnis dan melakukan atau melahirkan inovasi produk sesuai dengan permintaan pasar.
Baca juga: Daftar Bantuan UMKM agar Tetap Bertahan di Pandemi Covid-19
&amp;ldquo;Yang kita coba dampingi di awal itu bagaimana mereka melakukan adaptasi bisnis, dan inovasi produk disesuaikan dengan permintaan market,&amp;rdquo; ujar Teten.
Lebih lanjut, Teten menjelaskan bahwa pasca pandemi Covid-19 kebutuhan belanja masyarakt terbatas pada kebutuhan pokok dan alat perlindungan diri. Oleh karena itu, pemerintah membantu Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) untuk memproduksi APD dan alat kesehatan lainnya, seperti masker.
&amp;ldquo;Waktu itu kita coba dampingi supaya mereka bikin masker, masker kain. Kami carikan juga bahan bakunya, kami carikan juga offtakernya,&amp;rdquo; ucap Teten.
Perihal kualitas, Teten menjelaskan bahwa pemerintah terus mendampingi para pelaku usaha untuk memenuhi dan mengikuti standar WHO.&amp;ldquo;Saya kira kita dampingi, kita juga kerja sama dengan Daruma ynag  melakukan quality control, kurasi produk, juga marketingya. Jadi kita  juga mengikuti standar WHO,&amp;rdquo; tambah Teten.
Teten menjelaskan bahwa saat pandemi jumlah akun marketplace  meningkat karena masyarakat beralih ke bisnis online. Dengan membuka  bisnis secara online, Teten beranggapan bahwa hal ini mampu mengurangi  kerumunan.
&amp;ldquo;Nah sekarang buka usaha tidak hanya buka warung di offline, sekarang  jumlah account yang jualan di marketplace meningkat. Jadi banyak warung  digital, ya. Nah itu temen-temen ynag memang kehilangan pekerjaannya,&amp;rdquo;  ucap Teten.
Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM mulai melakukan pelatihan dan  edukasi kepada UMKM terutama di sektor kuliner untuk melakukan adaptasi  bisnis.
&amp;ldquo;Jadi saat ini kita juga mengingatkan, mulai bikin  pelatihan-pelatihan juga, edukasi untuk UMKM terutama di sektor kuliner,  pasca pandemi Covid ini, satu, akan kultur barunya itu orang akan lebih  senang belanja di online. Terus kedua juga aspek kesehatan juga jadi  pertimbangan utama konsumen,&amp;rdquo; ujar Teten.
Sebagai penutup dialog, Teten mengingatkan bahwa meski pemerintah  sudah menyiapkan skema pembiayaan untuk meringankan para pelaku UMKM  termasuk juga memberikan modal kerja, masyarakat tetap perlu disiplin  menerapkan protokol kesehatan agar pandemi COVID-19 dapat segera  teratasi.
&amp;ldquo;Bantuan pemerintah sebesar apapun tapi kita tidak bisa mengatasi  Covid ini dalam waktu dekat ini akan berat. Kita tidak bisa lagi kembali  ke kehidupan yang normal. Kita harus segera akhiri dan karena itu  jangan anggap enteng mari kita disiplin, patuhi protokol kesehatan,&amp;rdquo;  tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
