<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kepala BKPM Akui Sulit Penuhi Target Jokowi Bereskan Investasi Mangkrak di Tengah Corona</title><description>Bahlil Lahadalia menyebut pihaknya akan menyelesaikan investasi mangkrak Rp 708 triliun pada Juli ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/320/2247329/kepala-bkpm-akui-sulit-penuhi-target-jokowi-bereskan-investasi-mangkrak-di-tengah-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/320/2247329/kepala-bkpm-akui-sulit-penuhi-target-jokowi-bereskan-investasi-mangkrak-di-tengah-corona"/><item><title>   Kepala BKPM Akui Sulit Penuhi Target Jokowi Bereskan Investasi Mangkrak di Tengah Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/320/2247329/kepala-bkpm-akui-sulit-penuhi-target-jokowi-bereskan-investasi-mangkrak-di-tengah-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/16/320/2247329/kepala-bkpm-akui-sulit-penuhi-target-jokowi-bereskan-investasi-mangkrak-di-tengah-corona</guid><pubDate>Kamis 16 Juli 2020 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/16/320/2247329/kepala-bkpm-akui-sulit-penuhi-target-jokowi-bereskan-investasi-mangkrak-di-tengah-corona-YK67BuemUV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/16/320/2247329/kepala-bkpm-akui-sulit-penuhi-target-jokowi-bereskan-investasi-mangkrak-di-tengah-corona-YK67BuemUV.jpg</image><title>Investasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut pihaknya akan menyelesaikan investasi mangkrak Rp 708 triliun pada Juli ini. Hal itu, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya investasi saat ini yang sudah berhasil dieksekusi BKPM baru 58% dengan nilai Rp 410 triliun.

&quot;Jadi dari Rp708 triliun itu, sampai hari ini kita sudah mampu mengeksekusi kurang lebih sekitar Rp410 triliun atau 58%,&quot; ujar dia dalam DBS Asian Insights Conference 2020, Kamis (16/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;BKPM Pangkas Target Investasi Jadi Rp817,2 Triliun, Bahlil: Covid-19 Belum Berakhir&amp;nbsp;
Dia menjelaskan untuk membereskan investasi mangkrak ini tidak mudah. Pasalnya pada bulan Juni masih adanya pandemi Covid-19. &quot;Adanya pandemi ini agak susah untuk kami selesaikan total. Namun sekarang sudah 58%,&quot; ungkap dia.

Bahlil mengungkapkan beberapa persoalan yang membuat investasi ini mangkrak bertahun-tahun. Seperti adanya arogansi birokrasi, arogansi antara kementerian/lembaga itu sangat besar sekali.
Baca Juga:&amp;nbsp;Google Bakal Suntik Startup Milik Orang Terkaya Asia, Nilainya Fantastis&amp;nbsp;
&quot;Kemudian aturan tumpang tindih antara provinsi, kabupaten, kota. Dan yang ketiga faktor persoalannya adalah persoalan lahan,&quot; tandas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut pihaknya akan menyelesaikan investasi mangkrak Rp 708 triliun pada Juli ini. Hal itu, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya investasi saat ini yang sudah berhasil dieksekusi BKPM baru 58% dengan nilai Rp 410 triliun.

&quot;Jadi dari Rp708 triliun itu, sampai hari ini kita sudah mampu mengeksekusi kurang lebih sekitar Rp410 triliun atau 58%,&quot; ujar dia dalam DBS Asian Insights Conference 2020, Kamis (16/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;BKPM Pangkas Target Investasi Jadi Rp817,2 Triliun, Bahlil: Covid-19 Belum Berakhir&amp;nbsp;
Dia menjelaskan untuk membereskan investasi mangkrak ini tidak mudah. Pasalnya pada bulan Juni masih adanya pandemi Covid-19. &quot;Adanya pandemi ini agak susah untuk kami selesaikan total. Namun sekarang sudah 58%,&quot; ungkap dia.

Bahlil mengungkapkan beberapa persoalan yang membuat investasi ini mangkrak bertahun-tahun. Seperti adanya arogansi birokrasi, arogansi antara kementerian/lembaga itu sangat besar sekali.
Baca Juga:&amp;nbsp;Google Bakal Suntik Startup Milik Orang Terkaya Asia, Nilainya Fantastis&amp;nbsp;
&quot;Kemudian aturan tumpang tindih antara provinsi, kabupaten, kota. Dan yang ketiga faktor persoalannya adalah persoalan lahan,&quot; tandas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
