<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Merasa Beruntung Pilih PSBB Bukan Lockdown, Kenapa?</title><description>Lockdown hingga saat ini tidak direalisasikan di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/20/2247614/presiden-jokowi-merasa-beruntung-pilih-psbb-bukan-lockdown-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/20/2247614/presiden-jokowi-merasa-beruntung-pilih-psbb-bukan-lockdown-kenapa"/><item><title>Presiden Jokowi Merasa Beruntung Pilih PSBB Bukan Lockdown, Kenapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/20/2247614/presiden-jokowi-merasa-beruntung-pilih-psbb-bukan-lockdown-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/20/2247614/presiden-jokowi-merasa-beruntung-pilih-psbb-bukan-lockdown-kenapa</guid><pubDate>Jum'at 17 Juli 2020 03:03 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/16/20/2247614/presiden-jokowi-merasa-beruntung-pilih-psbb-bukan-lockdown-kenapa-y62zLoXFGT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/16/20/2247614/presiden-jokowi-merasa-beruntung-pilih-psbb-bukan-lockdown-kenapa-y62zLoXFGT.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Lockdown hingga saat ini tidak direalisasikan di Indonesia. Pemerintah Indonesia lebih memilih pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menghadapi virus Corona atau Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan bisa minus hingga 17% apabila menerapkan kebijakan lockdown.

&quot;Beruntung sekali  kita sekarang ini, kondisi ekonomi kita, meskipun di kuartal kedua pertumbuhannya kemungkinan, ini dari hitungan pagi tadi yang saya terima, kuartal kedua mungkin kita bisa minus ke 4,3%. Di kuartal pertama kita masih positif 2,97%, 2,97%. Saya enggak bisa bayangin kalau kita dulu lockdown gitu mungkin bisa minus 17%,&quot; ucap Jokowi.

Jokowi menurutkan, sekira tiga bulan lalu Managing Director International Monetary Fund (IMF) meneleponnya. Dia menyebut perekonomian dunia bakal terkontraksi dan global growth-nya hanya akan tumbuh sekitar minus 2,5%. Namun perkembangan terakhi, Bank Dunia mengatakan, David (Presiden Bank Dunia, David Malpass) mengatakan, minus 5%.

&amp;ldquo;OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), angkanya sudah berubah total lagi, sangat dinamis, harian ini, ketidakpastian ini harian, bukan mingguan, harian. Terakhir sudah berada pada angka minus 6 sampai minus 7,6%. Betapa beratnya situasi ini,&quot; tuturnya.

Baca selengkapnya: Presiden: Kalau Lockdown, Ekonomi RI Bisa Minus 17%</description><content:encoded>JAKARTA - Lockdown hingga saat ini tidak direalisasikan di Indonesia. Pemerintah Indonesia lebih memilih pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menghadapi virus Corona atau Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan bisa minus hingga 17% apabila menerapkan kebijakan lockdown.

&quot;Beruntung sekali  kita sekarang ini, kondisi ekonomi kita, meskipun di kuartal kedua pertumbuhannya kemungkinan, ini dari hitungan pagi tadi yang saya terima, kuartal kedua mungkin kita bisa minus ke 4,3%. Di kuartal pertama kita masih positif 2,97%, 2,97%. Saya enggak bisa bayangin kalau kita dulu lockdown gitu mungkin bisa minus 17%,&quot; ucap Jokowi.

Jokowi menurutkan, sekira tiga bulan lalu Managing Director International Monetary Fund (IMF) meneleponnya. Dia menyebut perekonomian dunia bakal terkontraksi dan global growth-nya hanya akan tumbuh sekitar minus 2,5%. Namun perkembangan terakhi, Bank Dunia mengatakan, David (Presiden Bank Dunia, David Malpass) mengatakan, minus 5%.

&amp;ldquo;OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), angkanya sudah berubah total lagi, sangat dinamis, harian ini, ketidakpastian ini harian, bukan mingguan, harian. Terakhir sudah berada pada angka minus 6 sampai minus 7,6%. Betapa beratnya situasi ini,&quot; tuturnya.

Baca selengkapnya: Presiden: Kalau Lockdown, Ekonomi RI Bisa Minus 17%</content:encoded></item></channel></rss>
