<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Saran BI Pulihkan Ekonomi Indonesia, Taati Protokol Covid-19</title><description>Kedua, penyerapan anggaran, sebagai salah satu aspek yang sangat penting di tengah terbatasnya aktivitas ekonomi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/20/2247848/5-saran-bi-pulihkan-ekonomi-indonesia-taati-protokol-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/20/2247848/5-saran-bi-pulihkan-ekonomi-indonesia-taati-protokol-covid-19"/><item><title>5 Saran BI Pulihkan Ekonomi Indonesia, Taati Protokol Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/20/2247848/5-saran-bi-pulihkan-ekonomi-indonesia-taati-protokol-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/20/2247848/5-saran-bi-pulihkan-ekonomi-indonesia-taati-protokol-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 17 Juli 2020 12:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/17/20/2247848/5-saran-bi-pulihkan-ekonomi-indonesia-taati-protokol-covid-19-h6OYW6H56E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">New Normal di Tengah Covid-19. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/17/20/2247848/5-saran-bi-pulihkan-ekonomi-indonesia-taati-protokol-covid-19-h6OYW6H56E.jpg</image><title>New Normal di Tengah Covid-19. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ada lima langkah agar pemerintah bisa segera mengatasi pandemi Covid-19, dan dampaknya terhadap perekonomian khususnya dunia usaha dan sektor keuangan.
&quot;Pertama, bahwa dalam konteks ini protokol Covid-19 itu harus betul-betul kita taati. Kenormalan baru itu bukan kembali kepada normal yang lama, tapi adalah gaya hidup baru dan pendekatan baru,&quot; kata Perry di Jakarta, Jumat (17/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bos BI Beberkan 'Angin Segar' Bagi Ekonomi Indonesia di Kuartal II-2020
Kedua, penyerapan anggaran, sebagai salah satu aspek yang sangat penting di tengah terbatasnya aktivitas ekonomi. Karenanya, Perry menegaskan bahwa realisasi dan efektifitas penyerapan anggaran memang sangat diperlukan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/05/06/63729/324693_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bank Indonesia Tolak Usulan Cetak Uang Rp600 Triliun sebagai Solusi Penanganan Covid-19&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ketiga, lanjut Perry, mulai membuka sektor-sektor produktif, namun harus dengan dengan gaya hidup baru (new normal) dan tetap menerapkan protokol Covid-19 secara ketat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Aliran Modal Asing Deras, Rupiah Perkasa di Kuartal II-2020
&quot;Apalagi Presiden Jokowi juga telah menggariskan bahwa sembilan sektor akan segera dibuka, termasuk sektor pariwisata,&quot; ujar Perry.
Keempat, restrukturisasi kredit bagi dunia usaha oleh pihak perbankan. Perry mengaku memiliki data dan laporan sejak Maret-Juni 2020, di mana banyak bank yang sudah betul-betul bekerja keras demi melakukan restrukturisasi kredit tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8wOS80LzEyMTY2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kemudian bagaimana agar bank-bank itu juga harus siap untuk mulai mendanai kembali kredit-kredit yang baru setelah upaya restrukturisasi kredit itu,&quot; kata Perry.
Langkah terakhir, adalah digitalisasi sektor ekonomi, khususnya para UMKM, agar bisa semakin berkembang dan menjadi salah satu penopang bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/05/06/63729/324692_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bank Indonesia Tolak Usulan Cetak Uang Rp600 Triliun sebagai Solusi Penanganan Covid-19&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Yakni soal bagaimana mendigitalkan UMKM kita, sehingga ini bisa menjadi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang minatnya juga sangat besar,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ada lima langkah agar pemerintah bisa segera mengatasi pandemi Covid-19, dan dampaknya terhadap perekonomian khususnya dunia usaha dan sektor keuangan.
&quot;Pertama, bahwa dalam konteks ini protokol Covid-19 itu harus betul-betul kita taati. Kenormalan baru itu bukan kembali kepada normal yang lama, tapi adalah gaya hidup baru dan pendekatan baru,&quot; kata Perry di Jakarta, Jumat (17/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bos BI Beberkan 'Angin Segar' Bagi Ekonomi Indonesia di Kuartal II-2020
Kedua, penyerapan anggaran, sebagai salah satu aspek yang sangat penting di tengah terbatasnya aktivitas ekonomi. Karenanya, Perry menegaskan bahwa realisasi dan efektifitas penyerapan anggaran memang sangat diperlukan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/05/06/63729/324693_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bank Indonesia Tolak Usulan Cetak Uang Rp600 Triliun sebagai Solusi Penanganan Covid-19&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ketiga, lanjut Perry, mulai membuka sektor-sektor produktif, namun harus dengan dengan gaya hidup baru (new normal) dan tetap menerapkan protokol Covid-19 secara ketat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Aliran Modal Asing Deras, Rupiah Perkasa di Kuartal II-2020
&quot;Apalagi Presiden Jokowi juga telah menggariskan bahwa sembilan sektor akan segera dibuka, termasuk sektor pariwisata,&quot; ujar Perry.
Keempat, restrukturisasi kredit bagi dunia usaha oleh pihak perbankan. Perry mengaku memiliki data dan laporan sejak Maret-Juni 2020, di mana banyak bank yang sudah betul-betul bekerja keras demi melakukan restrukturisasi kredit tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8wOS80LzEyMTY2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kemudian bagaimana agar bank-bank itu juga harus siap untuk mulai mendanai kembali kredit-kredit yang baru setelah upaya restrukturisasi kredit itu,&quot; kata Perry.
Langkah terakhir, adalah digitalisasi sektor ekonomi, khususnya para UMKM, agar bisa semakin berkembang dan menjadi salah satu penopang bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/05/06/63729/324692_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bank Indonesia Tolak Usulan Cetak Uang Rp600 Triliun sebagai Solusi Penanganan Covid-19&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Yakni soal bagaimana mendigitalkan UMKM kita, sehingga ini bisa menjadi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang minatnya juga sangat besar,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
