<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sudah Tak Kuat Bayar Cicilan Motor? Driver Ojol Bisa Lakukan Cara Ini</title><description>Pekerja informal seperti driver Ojek Online (Ojol) atau Taksi Online  (Taksol) menjadi salah satu yang paling terdampak virus Corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2247722/sudah-tak-kuat-bayar-cicilan-motor-driver-ojol-bisa-lakukan-cara-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2247722/sudah-tak-kuat-bayar-cicilan-motor-driver-ojol-bisa-lakukan-cara-ini"/><item><title>Sudah Tak Kuat Bayar Cicilan Motor? Driver Ojol Bisa Lakukan Cara Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2247722/sudah-tak-kuat-bayar-cicilan-motor-driver-ojol-bisa-lakukan-cara-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2247722/sudah-tak-kuat-bayar-cicilan-motor-driver-ojol-bisa-lakukan-cara-ini</guid><pubDate>Jum'at 17 Juli 2020 08:35 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/17/320/2247722/sudah-tak-kuat-bayar-cicilan-motor-driver-ojol-bisa-lakukan-cara-ini-lF7OEKMVeR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Ojek Online (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/17/320/2247722/sudah-tak-kuat-bayar-cicilan-motor-driver-ojol-bisa-lakukan-cara-ini-lF7OEKMVeR.jpg</image><title>Ilustrasi Ojek Online (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pekerja informal seperti driver Ojek Online (Ojol) atau Taksi Online (Taksol) menjadi salah satu yang paling terdampak virus Corona. Beberapa dari mereka mengalami penurunan dalam hal penghasilan.
Hal ini pun menjadi sebuah masalah bagi driver Ojol dan Taksol. Apalagi bagi mereka yang masih memiliki cicilan kredit kendaraan bermotor karena harus tetap membayar cicilan.
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak leasing. Jika memang disetujui oleh pihak leasing maka akan menjadi angin segar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Colek Bos BRI, Pengusaha Muda Minta Kemudahan Relaksasi Kredit&amp;nbsp;
&quot;Yang bisa dilakukan pertama adalah negosiasi dulu dengan pihak leasing. Beberapa berhasil untuk bernegosiasi artinya untuk dilakukan penundaan dahulu untuk bayar cicilannya,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (16/7/2020).
Namun jika pengajuan penundaan itu tidak diizinkan, maka ada baiknya para driver ojol dan Taksol ini mulai memutar otak. Para driver bisa mencari pekerjaan baru terlebih dahulu untuk mendapatkan penghasilan.
Sebagai salah satu contohnya adalah dengan membuka bisnis sampingan. Dengan membuka bisnis baru ini diharapkan bisa memiliki dana segar berupa penghasilan tambahan untuk membayar cicilan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/06/24/65242/330558_medium.jpg&quot; alt=&quot;Polwan Sosialisasikan Protokol Kesehatan kepada Driver Ojol&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Misalnya mereka bisnis sampingan jadi biar motornya enggak di tarik duku tetap melakukan pekerjaan lain paling enggak income-nya ada dulu untuk bayar,&quot; kata Andi.
Andi menambahkan, pada beberapa kasus yang paling buruk maka mau tidak mau aset tersebut bisa direlekan. Atau para driver Ojol atau Taksi online ini bisa menjual kendaraannya dan mengganti dengan yang lebih murah.
&quot;Pada kasus yang paling buruk, ternyata penghasilan sampingan pun  tidak menutupi kemudian merekanya juga income dari ojolnya juga belum  menutupi juga ya mau enggak mau aset tersebut harus dilepas. Dan  pilihannya mungkin untuk sementara waktu off dulu dari nariknya, dan  banting setir untuk profesi lainnya dulu,&quot; kata Andi.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/07/01/65516/331472_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sosialisasi kepada Pengemudi Ojol agar Tertib Berlalu Lintas&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sebagai salah satu contohnya adalah jika biasanya menggunakan mobil  sebagai taksi online, maka mobil bisa dijual. Namun sang driver bisa  menggantinya dengan motor yang lebih murah namun tetap bisa bekerja.
&quot;Misalnya selama ini dia bawa mobil, dijual dia bisa beralih ke motor  untuk dia tetap bisa narik. Atau yang selama ini pakai motor mungkin  bisa ditukarkan dengan motor lain yang lebih murah,&quot; kata Andi.</description><content:encoded>JAKARTA - Pekerja informal seperti driver Ojek Online (Ojol) atau Taksi Online (Taksol) menjadi salah satu yang paling terdampak virus Corona. Beberapa dari mereka mengalami penurunan dalam hal penghasilan.
Hal ini pun menjadi sebuah masalah bagi driver Ojol dan Taksol. Apalagi bagi mereka yang masih memiliki cicilan kredit kendaraan bermotor karena harus tetap membayar cicilan.
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak leasing. Jika memang disetujui oleh pihak leasing maka akan menjadi angin segar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Colek Bos BRI, Pengusaha Muda Minta Kemudahan Relaksasi Kredit&amp;nbsp;
&quot;Yang bisa dilakukan pertama adalah negosiasi dulu dengan pihak leasing. Beberapa berhasil untuk bernegosiasi artinya untuk dilakukan penundaan dahulu untuk bayar cicilannya,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (16/7/2020).
Namun jika pengajuan penundaan itu tidak diizinkan, maka ada baiknya para driver ojol dan Taksol ini mulai memutar otak. Para driver bisa mencari pekerjaan baru terlebih dahulu untuk mendapatkan penghasilan.
Sebagai salah satu contohnya adalah dengan membuka bisnis sampingan. Dengan membuka bisnis baru ini diharapkan bisa memiliki dana segar berupa penghasilan tambahan untuk membayar cicilan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/06/24/65242/330558_medium.jpg&quot; alt=&quot;Polwan Sosialisasikan Protokol Kesehatan kepada Driver Ojol&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Misalnya mereka bisnis sampingan jadi biar motornya enggak di tarik duku tetap melakukan pekerjaan lain paling enggak income-nya ada dulu untuk bayar,&quot; kata Andi.
Andi menambahkan, pada beberapa kasus yang paling buruk maka mau tidak mau aset tersebut bisa direlekan. Atau para driver Ojol atau Taksi online ini bisa menjual kendaraannya dan mengganti dengan yang lebih murah.
&quot;Pada kasus yang paling buruk, ternyata penghasilan sampingan pun  tidak menutupi kemudian merekanya juga income dari ojolnya juga belum  menutupi juga ya mau enggak mau aset tersebut harus dilepas. Dan  pilihannya mungkin untuk sementara waktu off dulu dari nariknya, dan  banting setir untuk profesi lainnya dulu,&quot; kata Andi.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/07/01/65516/331472_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sosialisasi kepada Pengemudi Ojol agar Tertib Berlalu Lintas&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sebagai salah satu contohnya adalah jika biasanya menggunakan mobil  sebagai taksi online, maka mobil bisa dijual. Namun sang driver bisa  menggantinya dengan motor yang lebih murah namun tetap bisa bekerja.
&quot;Misalnya selama ini dia bawa mobil, dijual dia bisa beralih ke motor  untuk dia tetap bisa narik. Atau yang selama ini pakai motor mungkin  bisa ditukarkan dengan motor lain yang lebih murah,&quot; kata Andi.</content:encoded></item></channel></rss>
