<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Cara Berutang yang Sehat, Nomor 5 yang Sering Bikin 'Sakit' Isi Dompet</title><description>Mencari pembiayaan untuk kebutuhan saat ini banyak sekali sumbernya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248013/6-cara-berutang-yang-sehat-nomor-5-yang-sering-bikin-sakit-isi-dompet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248013/6-cara-berutang-yang-sehat-nomor-5-yang-sering-bikin-sakit-isi-dompet"/><item><title>6 Cara Berutang yang Sehat, Nomor 5 yang Sering Bikin 'Sakit' Isi Dompet</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248013/6-cara-berutang-yang-sehat-nomor-5-yang-sering-bikin-sakit-isi-dompet</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248013/6-cara-berutang-yang-sehat-nomor-5-yang-sering-bikin-sakit-isi-dompet</guid><pubDate>Jum'at 17 Juli 2020 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/17/320/2248013/6-cara-berutang-yang-sehat-nomor-5-yang-sering-bikin-sakit-isi-dompet-GwNoM5PYnK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personal Finance (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/17/320/2248013/6-cara-berutang-yang-sehat-nomor-5-yang-sering-bikin-sakit-isi-dompet-GwNoM5PYnK.jpg</image><title>Personal Finance (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Mencari pembiayaan untuk kebutuhan saat ini banyak sekali sumbernya. Dari pinjaman hingga mencari aset aman bisa menjadi solusi dalam pembiayaan.

Sudah bukan menjadi hal tabu saat ini, jika ingin menjadi seorang yang sukses namun dengan cara yang instan. Ingin bergaya hidup mewah, namun tidak sesuai dengan harta yang dimiliki.

Alhasil pada jaman sekarang, orang akan cenderung mencari jalan pintas untuk memenuhi keinginan duniawinya tersebut. Contohnya, berutang dengan asal, tanpa melakukan perhitungan terlebih dahulu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bulan Depan Belum Pasti Gajian, Yuk Mulai Siapkan Dana Darurat
Dalam mengolah pinjaman perlu kematangan akan perencanaan keuangan pribadi itu sangat penting. Jangan sampai, dari hasil ingin memenuhi kepuasan sementara berakibat membebani hidup yang masih akan berjalan panjang.

Dilansir dari laman Instagram pritaghozie, Jakarta, Jumat(17/7/2020), ada beberapa tips-tips yang dapat dengan mudah kita pahami dan terapkan, yang memiliki topik berkenaan dengan Pinjaman yang Sehat. Berikut cara-cara meminjam yang sehat:

 
1. Pembiayaan untuk rumah tinggal
Dengan tingginya harga tempat tinggal, maka apabila menunggu sampai uang tercukupi tentunya agak mustahil. Apalagi jika rumah tinggal kadang naik 10%-20%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sudah Tak Kuat Bayar Cicilan Motor? Driver Ojol Bisa Lakukan Cara Ini
Setiap tahunnya, tergantung pada lokasi kamu membeli properti. Karena pembiayaan untuk menambah aset yang merupakan kebutuhan dasar, maka KPR dan KPA rumah tinggal utama boleh diambil asalkan sesuai dengan kemampuan finansial.
2. Utang yang diperuntukkan untuk menambah modal usaha
Dengan tambahan modal, maka harapannya penghasilan di masa depan akan  lebih besar. Oleh sebab itu, utang yang dibuat untuk penambahan modal,  masih termasuk ke dalam kategori utang yang sehat.

Nah, pastikan pembayaran cicilan pokok beserta biaya harus dilakukan dari omzet usaha. Bukan uang rumah tangga.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jangan Suka Ngutang, Milenial Harus Sadar Pentingnya Kelola Keuangan
 
3. Pembelian aset konsumsi untuk jangka waktu di atas 5 tahun
Beberapa pinjaman menawarkan cicilan tetap atau bunga 0% untuk  pembelian barang-barang tertentu. Apabila ternyata mendadak mesin cuci,  TV atau alat elektronik mahal di rumah yang biasa dipergunakan sebagai  bagian dari kebutuhan sehari-hari rusak, maka kamu boleh berutang untuk  membeli penggantinya jika tidak tersedia dana darurat.

Namun ingat, pembelian bukan untuk menambah kenikmatan semata dan  cicilan pinjaman harus dalam batasan maksimal 15% dari pemasukan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Piknik Murah Tanpa Keluar Banyak Duit, Begini Lho Caranya
 
4. Komitmen pembayaran cicilan maksimal 30% dari penghasilan
Pembayaran cicilan pinjaman setiap bulan untuk KPR &amp;amp; KPA  sebaiknya maksimal 30% dari penghasilan. Sedangkan, jika utang kamu  adalah cicilan kendaraan, cicilan elektronik, dan lainnya, maka  sebaiknya pembayaran cicilan tidak melebihi 15% dari penghasilan.

Nah, jika kamu punya semua jenis pinjaman, maka pembayaran semua cicila maksimal banget 35% dari penghasilan.

 
5. Bukan dipergunakan untuk memenuhi gaya hidup
Mengikuti gaya hidup tidak akan pernah ada habisnya dan tidak akan  pernah cukup. Jadi, kalau kamu membeli gadger atau memilih untuk  menghabiskan waktu banyak di tempat kopi-kopi kekinian dengan berutang,  lalu ternyata kamu tidak memiliki penambahan aset, maka aku pastikan  utang yang kamu miliki tidak sehat. Segera lunasi ya!

 
6. Jumlah pinjaman maksimal 1/2 dari jumlah harta
Intinya sih, membeli harta dengan bantuan pinjaman boleh saja,  asalkan nilai pinjaman hanya maksimal 50% dari nilai harta yang  dibiayai. Itu sebabnya, pinjaman rumah tergolong cuku aman karena nilai  rumah terus naik, sedangkan nilai pinjaman terus turun setiap cicilan  dibayarkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Mencari pembiayaan untuk kebutuhan saat ini banyak sekali sumbernya. Dari pinjaman hingga mencari aset aman bisa menjadi solusi dalam pembiayaan.

Sudah bukan menjadi hal tabu saat ini, jika ingin menjadi seorang yang sukses namun dengan cara yang instan. Ingin bergaya hidup mewah, namun tidak sesuai dengan harta yang dimiliki.

Alhasil pada jaman sekarang, orang akan cenderung mencari jalan pintas untuk memenuhi keinginan duniawinya tersebut. Contohnya, berutang dengan asal, tanpa melakukan perhitungan terlebih dahulu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bulan Depan Belum Pasti Gajian, Yuk Mulai Siapkan Dana Darurat
Dalam mengolah pinjaman perlu kematangan akan perencanaan keuangan pribadi itu sangat penting. Jangan sampai, dari hasil ingin memenuhi kepuasan sementara berakibat membebani hidup yang masih akan berjalan panjang.

Dilansir dari laman Instagram pritaghozie, Jakarta, Jumat(17/7/2020), ada beberapa tips-tips yang dapat dengan mudah kita pahami dan terapkan, yang memiliki topik berkenaan dengan Pinjaman yang Sehat. Berikut cara-cara meminjam yang sehat:

 
1. Pembiayaan untuk rumah tinggal
Dengan tingginya harga tempat tinggal, maka apabila menunggu sampai uang tercukupi tentunya agak mustahil. Apalagi jika rumah tinggal kadang naik 10%-20%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sudah Tak Kuat Bayar Cicilan Motor? Driver Ojol Bisa Lakukan Cara Ini
Setiap tahunnya, tergantung pada lokasi kamu membeli properti. Karena pembiayaan untuk menambah aset yang merupakan kebutuhan dasar, maka KPR dan KPA rumah tinggal utama boleh diambil asalkan sesuai dengan kemampuan finansial.
2. Utang yang diperuntukkan untuk menambah modal usaha
Dengan tambahan modal, maka harapannya penghasilan di masa depan akan  lebih besar. Oleh sebab itu, utang yang dibuat untuk penambahan modal,  masih termasuk ke dalam kategori utang yang sehat.

Nah, pastikan pembayaran cicilan pokok beserta biaya harus dilakukan dari omzet usaha. Bukan uang rumah tangga.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jangan Suka Ngutang, Milenial Harus Sadar Pentingnya Kelola Keuangan
 
3. Pembelian aset konsumsi untuk jangka waktu di atas 5 tahun
Beberapa pinjaman menawarkan cicilan tetap atau bunga 0% untuk  pembelian barang-barang tertentu. Apabila ternyata mendadak mesin cuci,  TV atau alat elektronik mahal di rumah yang biasa dipergunakan sebagai  bagian dari kebutuhan sehari-hari rusak, maka kamu boleh berutang untuk  membeli penggantinya jika tidak tersedia dana darurat.

Namun ingat, pembelian bukan untuk menambah kenikmatan semata dan  cicilan pinjaman harus dalam batasan maksimal 15% dari pemasukan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Piknik Murah Tanpa Keluar Banyak Duit, Begini Lho Caranya
 
4. Komitmen pembayaran cicilan maksimal 30% dari penghasilan
Pembayaran cicilan pinjaman setiap bulan untuk KPR &amp;amp; KPA  sebaiknya maksimal 30% dari penghasilan. Sedangkan, jika utang kamu  adalah cicilan kendaraan, cicilan elektronik, dan lainnya, maka  sebaiknya pembayaran cicilan tidak melebihi 15% dari penghasilan.

Nah, jika kamu punya semua jenis pinjaman, maka pembayaran semua cicila maksimal banget 35% dari penghasilan.

 
5. Bukan dipergunakan untuk memenuhi gaya hidup
Mengikuti gaya hidup tidak akan pernah ada habisnya dan tidak akan  pernah cukup. Jadi, kalau kamu membeli gadger atau memilih untuk  menghabiskan waktu banyak di tempat kopi-kopi kekinian dengan berutang,  lalu ternyata kamu tidak memiliki penambahan aset, maka aku pastikan  utang yang kamu miliki tidak sehat. Segera lunasi ya!

 
6. Jumlah pinjaman maksimal 1/2 dari jumlah harta
Intinya sih, membeli harta dengan bantuan pinjaman boleh saja,  asalkan nilai pinjaman hanya maksimal 50% dari nilai harta yang  dibiayai. Itu sebabnya, pinjaman rumah tergolong cuku aman karena nilai  rumah terus naik, sedangkan nilai pinjaman terus turun setiap cicilan  dibayarkan.</content:encoded></item></channel></rss>
