<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenparekraf Minta UMKM Manfaatkan E-commerce</title><description>Kemenparekraf mendorong pelaku UMKM di Indonesia untuk memasarkan secara online.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248072/kemenparekraf-minta-umkm-manfaatkan-e-commerce</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248072/kemenparekraf-minta-umkm-manfaatkan-e-commerce"/><item><title>Kemenparekraf Minta UMKM Manfaatkan E-commerce</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248072/kemenparekraf-minta-umkm-manfaatkan-e-commerce</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248072/kemenparekraf-minta-umkm-manfaatkan-e-commerce</guid><pubDate>Jum'at 17 Juli 2020 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/17/320/2248072/kemenparekraf-minta-umkm-manfaatkan-e-commerce-tRmg9Bb9Yj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/17/320/2248072/kemenparekraf-minta-umkm-manfaatkan-e-commerce-tRmg9Bb9Yj.jpg</image><title>Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bekraf) mendorong pelaku UMKM di Indonesia untuk memasarkan secara online. Terutama, melalui platform e-commerce.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan, digitalisasi UMKM ini dilakukan melalui program #BeliKreatifLokal yang telah diluncurkan sejak Juni 2020. &amp;ldquo;Telah terkurasi 500 pelaku ekonomi kreatif untuk kami fasilitasi (pendaftaran) HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), kami fasilitasi untuk masuk ke online, dan kami juga memberikan pendampingan-pendampingan promosi,&amp;rdquo; kata Angela saat menghadiri dialog &amp;ldquo;Indonesia Bicara&amp;rdquo;, Jakarta, Kamis (17/7/2020) kemarin.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 1 Juta UMKM Bakal Dapat Rp4,2 Triliun dalam 15 Menit
Angela menjelaskan, program ini bertujuan untuk membantu para pelaku usaha UMKM yang terdampak pandemi COVID-19 untuk memasarkan produknya di platform digital. Mengingat terbatasnya interaksi jual beli secara fisik di tengah pandemi.

&amp;ldquo;Dengan terjadinya pandemi ini, para pengusaha UMKM tidak bisa beraktivitas dan dalam hal ini mereka harus beradaptasi dengan teknologi agar bisa terus beraktivitas. UMKM Indonesia harus bisa berinovasi dan kita bangga terhadap produk lokal dan saya yakin produk lokal bisa merajai pasar,&amp;rdquo; ungkap Angela.
 
&amp;nbsp;Baca juga: UMKM Sulit Dapat Modal Usaha, Menko Luhut Ingatkan Perbankan
Angela menuturkan, bahwa program ini menyasar tiga subsektor UMKM, yaitu kriya, fashion, dan kuliner, terutama yang berada di Jabodetabek.
&amp;ldquo;Kami memilih di zona merah khususnya Jabodetabek. Karena kami  melihat itu sangat terhambat produktivitas secara fisik jadi itu yang  kami fasilitasi terlebih dahulu,&amp;rdquo; katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Staf Khusus Bidang Kebijakan Digital  dan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi, yang  mengatakan, pemasaran produk UMKM lewat platform digital memungkinkan  pengusaha dapat memperluas distribusi produknya tanpa harus melakukan  kontak fisik.

&quot;Di masa pandemi COVID-19 ini, sebenarnya bisa menghadirkan peluang  distribusi baru bagi para pengusaha UMKM. Yaitu melalui metode  distribusi produk secara digital,&quot; ujar Dedy.

Menanggapi hal tersebut, CEO Blibli.com, Kusumo Martanto, menyatakan  komitmennya untuk membantu memasarkan dan mempromosikan produk UMKM  melalui beberapa hal.

&quot;Kami di Blibli mempermudah pendaftaran di platform kami. Selain itu  kami juga membantu digital marketing dan pengiriman produk UMKM,&quot; tutur  Kusumo.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bekraf) mendorong pelaku UMKM di Indonesia untuk memasarkan secara online. Terutama, melalui platform e-commerce.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan, digitalisasi UMKM ini dilakukan melalui program #BeliKreatifLokal yang telah diluncurkan sejak Juni 2020. &amp;ldquo;Telah terkurasi 500 pelaku ekonomi kreatif untuk kami fasilitasi (pendaftaran) HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), kami fasilitasi untuk masuk ke online, dan kami juga memberikan pendampingan-pendampingan promosi,&amp;rdquo; kata Angela saat menghadiri dialog &amp;ldquo;Indonesia Bicara&amp;rdquo;, Jakarta, Kamis (17/7/2020) kemarin.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 1 Juta UMKM Bakal Dapat Rp4,2 Triliun dalam 15 Menit
Angela menjelaskan, program ini bertujuan untuk membantu para pelaku usaha UMKM yang terdampak pandemi COVID-19 untuk memasarkan produknya di platform digital. Mengingat terbatasnya interaksi jual beli secara fisik di tengah pandemi.

&amp;ldquo;Dengan terjadinya pandemi ini, para pengusaha UMKM tidak bisa beraktivitas dan dalam hal ini mereka harus beradaptasi dengan teknologi agar bisa terus beraktivitas. UMKM Indonesia harus bisa berinovasi dan kita bangga terhadap produk lokal dan saya yakin produk lokal bisa merajai pasar,&amp;rdquo; ungkap Angela.
 
&amp;nbsp;Baca juga: UMKM Sulit Dapat Modal Usaha, Menko Luhut Ingatkan Perbankan
Angela menuturkan, bahwa program ini menyasar tiga subsektor UMKM, yaitu kriya, fashion, dan kuliner, terutama yang berada di Jabodetabek.
&amp;ldquo;Kami memilih di zona merah khususnya Jabodetabek. Karena kami  melihat itu sangat terhambat produktivitas secara fisik jadi itu yang  kami fasilitasi terlebih dahulu,&amp;rdquo; katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Staf Khusus Bidang Kebijakan Digital  dan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi, yang  mengatakan, pemasaran produk UMKM lewat platform digital memungkinkan  pengusaha dapat memperluas distribusi produknya tanpa harus melakukan  kontak fisik.

&quot;Di masa pandemi COVID-19 ini, sebenarnya bisa menghadirkan peluang  distribusi baru bagi para pengusaha UMKM. Yaitu melalui metode  distribusi produk secara digital,&quot; ujar Dedy.

Menanggapi hal tersebut, CEO Blibli.com, Kusumo Martanto, menyatakan  komitmennya untuk membantu memasarkan dan mempromosikan produk UMKM  melalui beberapa hal.

&quot;Kami di Blibli mempermudah pendaftaran di platform kami. Selain itu  kami juga membantu digital marketing dan pengiriman produk UMKM,&quot; tutur  Kusumo.</content:encoded></item></channel></rss>
