<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebutuhan vs Keinginan, Begini Cara Atur Keuangannya!</title><description>Pengelolaan keuangan menjadi salah satu hal yang paling penting agar dompet tidak jebol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248223/kebutuhan-vs-keinginan-begini-cara-atur-keuangannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248223/kebutuhan-vs-keinginan-begini-cara-atur-keuangannya"/><item><title>Kebutuhan vs Keinginan, Begini Cara Atur Keuangannya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248223/kebutuhan-vs-keinginan-begini-cara-atur-keuangannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/17/320/2248223/kebutuhan-vs-keinginan-begini-cara-atur-keuangannya</guid><pubDate>Jum'at 17 Juli 2020 20:55 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/17/320/2248223/kebutuhan-vs-keinginan-begini-cara-atur-keuangannya-kSxaAXKe83.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personal Finance (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/17/320/2248223/kebutuhan-vs-keinginan-begini-cara-atur-keuangannya-kSxaAXKe83.jpg</image><title>Personal Finance (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pengelolaan keuangan menjadi salah satu hal yang paling penting agar dompet tidak jebol. Meskipun gaji mencapai Rp1 miliar sekalipun, tanpa pengelolaan yang baik akan tetap saja kebobolan.

Hal yang paling penting dalam pengelolaan keuangan adalah bagaimana meminimalkan pengeluaran. Dalam meminimalkan pengeluaran, harus dipisahkan antara kebutuhan dan juga kemauan atau keinginan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Besaran Gaji Bukan Alasan untuk Tak Menabung
Hendaknya dalam keuangan harus menjadi prioritas dalam pengeluaran. Karena kebutuhan inilah yang nantinya akan menjadi penunjang untuk mendapatkan uang atau pekerjaan.

Co-Founder Modal Rakyat Wafa Taftazani mengatakan, dalam membedakan pengeluaran untuk kebutuhan dan keinginan harus berhati-hati. Karena, keduanya memiliki irisan yang hampir mirip dan jarang dipahami.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bulan Depan Belum Pasti Gajian, Yuk Mulai Siapkan Dana Darurat
&amp;ldquo;Pertama soal pengeluaran kalau pengeluaran penekanannya begini pisahkan benar-benar antara kebutuhan dan kemauan sama keinginan. Gampang diomongin tapi orang sering bingung,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Okezone Stories bertema 'Raih Mimpi Walau Gaji Mini', Jakarta, Jumat (17/7/2020).
&amp;nbsp;
Menurut Wafa, pengeluaran kebutuhan adalah biasanya digunakan untuk menunjang kegiatan kita atau pekerjaan kita. Biasanya jika kebutuhan ini tidak dipenuhi akan menganggu kita.Sebagai salah satu contoh kecilnya adalah pengeluaraan untuk  kebutuhan makan. Jika tak dipenuhi, maka seseorang bisa kelaparan  kemudian bisa jatuh sakit.

&amp;ldquo;Kalau kebutuhan sesuatu kalau kita enggak beli enggak kita lakukan  maka ada sesuatu hal yang penting tidak kita dapatkan dan tidak terjadi.  Misalnya kita enggak beli makanan kita lapar bisa mati kelaparan itu  contoh simpel,&amp;rdquo; jelasnya.

Sedangkan kemauan biasanya yang sifatnya hanya untuk memenuhi  kepuasan pribadi saja. Padahal pengeluaran tersebut tidak terlalu  dibutuhkan karena meskipun tak dikeluarkan, tidak akan berpengaruh  apa-apa.

&amp;ldquo;Kalau kemauan kita sebetulnya ingin mendapatkan sesuatu makanya kita  membeli itu. Jadi di balik. Itu kalau kemauan. Contohnya karena saya  pengen terlihat keren di Instagram atau karena saya pengen jalan jalan  makanya saya beli A, B,C tapi kan enggak pernah nyebutnya aduh kayanya  saya perlu pamer di Instagram terus kita jadi beli sesuatu ini contoh  ekstremnya. Makanya kebutuhan dan kemauan itu ngomongnya gampang tapi  sebenernya orang bingung,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengelolaan keuangan menjadi salah satu hal yang paling penting agar dompet tidak jebol. Meskipun gaji mencapai Rp1 miliar sekalipun, tanpa pengelolaan yang baik akan tetap saja kebobolan.

Hal yang paling penting dalam pengelolaan keuangan adalah bagaimana meminimalkan pengeluaran. Dalam meminimalkan pengeluaran, harus dipisahkan antara kebutuhan dan juga kemauan atau keinginan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Besaran Gaji Bukan Alasan untuk Tak Menabung
Hendaknya dalam keuangan harus menjadi prioritas dalam pengeluaran. Karena kebutuhan inilah yang nantinya akan menjadi penunjang untuk mendapatkan uang atau pekerjaan.

Co-Founder Modal Rakyat Wafa Taftazani mengatakan, dalam membedakan pengeluaran untuk kebutuhan dan keinginan harus berhati-hati. Karena, keduanya memiliki irisan yang hampir mirip dan jarang dipahami.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bulan Depan Belum Pasti Gajian, Yuk Mulai Siapkan Dana Darurat
&amp;ldquo;Pertama soal pengeluaran kalau pengeluaran penekanannya begini pisahkan benar-benar antara kebutuhan dan kemauan sama keinginan. Gampang diomongin tapi orang sering bingung,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Okezone Stories bertema 'Raih Mimpi Walau Gaji Mini', Jakarta, Jumat (17/7/2020).
&amp;nbsp;
Menurut Wafa, pengeluaran kebutuhan adalah biasanya digunakan untuk menunjang kegiatan kita atau pekerjaan kita. Biasanya jika kebutuhan ini tidak dipenuhi akan menganggu kita.Sebagai salah satu contoh kecilnya adalah pengeluaraan untuk  kebutuhan makan. Jika tak dipenuhi, maka seseorang bisa kelaparan  kemudian bisa jatuh sakit.

&amp;ldquo;Kalau kebutuhan sesuatu kalau kita enggak beli enggak kita lakukan  maka ada sesuatu hal yang penting tidak kita dapatkan dan tidak terjadi.  Misalnya kita enggak beli makanan kita lapar bisa mati kelaparan itu  contoh simpel,&amp;rdquo; jelasnya.

Sedangkan kemauan biasanya yang sifatnya hanya untuk memenuhi  kepuasan pribadi saja. Padahal pengeluaran tersebut tidak terlalu  dibutuhkan karena meskipun tak dikeluarkan, tidak akan berpengaruh  apa-apa.

&amp;ldquo;Kalau kemauan kita sebetulnya ingin mendapatkan sesuatu makanya kita  membeli itu. Jadi di balik. Itu kalau kemauan. Contohnya karena saya  pengen terlihat keren di Instagram atau karena saya pengen jalan jalan  makanya saya beli A, B,C tapi kan enggak pernah nyebutnya aduh kayanya  saya perlu pamer di Instagram terus kita jadi beli sesuatu ini contoh  ekstremnya. Makanya kebutuhan dan kemauan itu ngomongnya gampang tapi  sebenernya orang bingung,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
