<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Singapura Resesi, Ekonomi Minus 41% hingga Sri Mulyani Nyalakan Lampu Kuning</title><description>Ekonomi Singapura masuk resesi, setelah pertumbuhan ekonomi negara  tersebut minus 41,2% pada kuartal II-2020 dampak pandemi virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/20/2247986/singapura-resesi-ekonomi-minus-41-hingga-sri-mulyani-nyalakan-lampu-kuning</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/20/2247986/singapura-resesi-ekonomi-minus-41-hingga-sri-mulyani-nyalakan-lampu-kuning"/><item><title>Singapura Resesi, Ekonomi Minus 41% hingga Sri Mulyani Nyalakan Lampu Kuning</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/20/2247986/singapura-resesi-ekonomi-minus-41-hingga-sri-mulyani-nyalakan-lampu-kuning</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/20/2247986/singapura-resesi-ekonomi-minus-41-hingga-sri-mulyani-nyalakan-lampu-kuning</guid><pubDate>Sabtu 18 Juli 2020 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/17/20/2247986/singapura-resesi-ekonomi-minus-41-hingga-sri-mulyani-nyalakan-lampu-kuning-LioXMa9rzk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/17/20/2247986/singapura-resesi-ekonomi-minus-41-hingga-sri-mulyani-nyalakan-lampu-kuning-LioXMa9rzk.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi Singapura masuk resesi, setelah pertumbuhan ekonomi negara tersebut minus 41,2% pada kuartal II-2020 dampak pandemi virus corona. Departemen Perdagangan dan Industri menyatakan, produk domestik bruto Singapura sebagian besar dihitung dari data bulan April dan Mei. Akibatnya, ekonom memprediksi ekonomi negara di Asia Tenggara akan minus 37,4%.
Resesi didefinisikan jika pertumbuhan dua kuartal berturut-turut mengalami minus. Tercatat, pada kuartal I-2020, ekonomi Singapura minus 3,3%. Dengan demikian, Singapura masuk ke jurang resesi. Lalu adakah dampak resesi Singapura terhadap ekonomi Indonesia?
Baca Juga:&amp;nbsp;Singapura Resesi, Sri Mulyani Nyalakan Lampu Kuning untuk Ekonomi Indonesia&amp;nbsp;
Berikut adalah fakta resesi Singapura yang dirangkum Okezone, Sabtu (18/7/2020):
1. Imbas Lockdown
Buruknya ekonomi Singapura karena penerapan atau lockdown sebagian besar wilayah oleh pemerintah guna memutus penyebaran Covid-19. Penerapan penutupan ini dimulai sejak awal April yang menutup hampir sebagian tempat kerja terkecualikan beberapa sektor layanan penting.
Namun, sejak awal Juli lalu pemerintah setempat sudah melonggarkan beberapa langkah tersebut. Tentunya, pembatasan ini merugikan sejumlah bisnis yang bergantung dengan konsumsi domestik. Adanya pandemi ini juga membuah penurunan ekonomi global.
Berikut data pertumbuhan ekonomi Singapura: Sektor manufaktur anjlok 2,5%, konstruksi anjlok 54,7% dibandingkan tahun lalu, Industri yang memproduksi jasa mengalami kontraksi 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Negara Lain Resesi, Ekonomi China Tumbuh 3,2% pada Kuartal II-2020
2. Peringatan untuk Indonesia
Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai Singapura yang telah mengalami resesi menjadi peringatan bagi Indonesia yang bakal menekan sektor perdagangan dalam negeri.
&quot;Singapura menjadi hubungan perdagangan dan investasi yang cukup penting bagi Indonesia. Indikasi resesi Singapura menjadi warning bagi Indonesia bahwa kinerja perdagangan akan terkontraksi cukup dalam,&quot; ujar Bhima di Jakarta, Selasa (14/7/2020).3. Waspadai Dampak ke RI
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mewaspadai dampak Singapura  yang mengalami resesi. Singapura mengumumkan pertumbuhan ekonominya di  kuartal II-2020. Kementerian Perdagangan Singapura mengumumkan, ekonomi  di kuartal II-2020 minus 41,2% dibandingkan kuartal I-2020.
&quot;Kita tentu waspadai, karena bagaimanapun juga Indonesia engine of  growth kita konsumsi, investasi, dan ekspor. Hari ini pemerintah  menggunakan seluruh mekanisme anggarannya untuk mensubstitusi pelemahan  di sisi konsumsi dan di sisi investasi maupun ekspor,&quot; ujar Sri Mulyani  di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2020).
Baca Juga: Banyak yang Nyinyir, Menko Luhut: 18% Ekonomi Dunia Dikuasai China
4. Jurus Sri Mulyani
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, telah mengencangkan sabuk ekonomi Indonesia agar resesi tidak terjadi.
&quot;Kita tetap fokus dari sisi kontribusi pertumbuhan ekonomi karena  seperti kita tahu di kuartal II dari berbagai sektor mengalami tekanan  yang sangat dalam, manufaktur, perdagangan, transportasi dalam jadi  sebisa mungkin kita harus genjot di triwulan II,&quot; ujar Sri Mulyani di  Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2020).
Dia pun juga akan mendorong ekspor ke beberapa negara agar kinerja  ekonomi Indonesia terus tumbuh. Salah satunya mengekspor alat kesehatan  dan alat pelindung diri (APD).
5. Tak Berdampak ke RI
Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, dirinya tidak  melihat dampak besar dari resesi Singapura di tengah wabah pandemi  Covid-19. Memang Singapura mempunyai posisi yang sangat dekat dengan  perekonomian Indonesia. Baik itu dari sisi perdagangan, maupun dari sisi  investasi.
&quot;Tapi kalau kita lihat, Indonesia ini semuanya sudah menurun pada  saat wabah Covid-19 berlangsung, tepatnya sejak triwulan kedua dari  bulan Maret,&quot; ujar dia dalam acara webinar DBS Asian Insights Conference  2020, Kamis (16/7/2020).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi Singapura masuk resesi, setelah pertumbuhan ekonomi negara tersebut minus 41,2% pada kuartal II-2020 dampak pandemi virus corona. Departemen Perdagangan dan Industri menyatakan, produk domestik bruto Singapura sebagian besar dihitung dari data bulan April dan Mei. Akibatnya, ekonom memprediksi ekonomi negara di Asia Tenggara akan minus 37,4%.
Resesi didefinisikan jika pertumbuhan dua kuartal berturut-turut mengalami minus. Tercatat, pada kuartal I-2020, ekonomi Singapura minus 3,3%. Dengan demikian, Singapura masuk ke jurang resesi. Lalu adakah dampak resesi Singapura terhadap ekonomi Indonesia?
Baca Juga:&amp;nbsp;Singapura Resesi, Sri Mulyani Nyalakan Lampu Kuning untuk Ekonomi Indonesia&amp;nbsp;
Berikut adalah fakta resesi Singapura yang dirangkum Okezone, Sabtu (18/7/2020):
1. Imbas Lockdown
Buruknya ekonomi Singapura karena penerapan atau lockdown sebagian besar wilayah oleh pemerintah guna memutus penyebaran Covid-19. Penerapan penutupan ini dimulai sejak awal April yang menutup hampir sebagian tempat kerja terkecualikan beberapa sektor layanan penting.
Namun, sejak awal Juli lalu pemerintah setempat sudah melonggarkan beberapa langkah tersebut. Tentunya, pembatasan ini merugikan sejumlah bisnis yang bergantung dengan konsumsi domestik. Adanya pandemi ini juga membuah penurunan ekonomi global.
Berikut data pertumbuhan ekonomi Singapura: Sektor manufaktur anjlok 2,5%, konstruksi anjlok 54,7% dibandingkan tahun lalu, Industri yang memproduksi jasa mengalami kontraksi 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Negara Lain Resesi, Ekonomi China Tumbuh 3,2% pada Kuartal II-2020
2. Peringatan untuk Indonesia
Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai Singapura yang telah mengalami resesi menjadi peringatan bagi Indonesia yang bakal menekan sektor perdagangan dalam negeri.
&quot;Singapura menjadi hubungan perdagangan dan investasi yang cukup penting bagi Indonesia. Indikasi resesi Singapura menjadi warning bagi Indonesia bahwa kinerja perdagangan akan terkontraksi cukup dalam,&quot; ujar Bhima di Jakarta, Selasa (14/7/2020).3. Waspadai Dampak ke RI
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mewaspadai dampak Singapura  yang mengalami resesi. Singapura mengumumkan pertumbuhan ekonominya di  kuartal II-2020. Kementerian Perdagangan Singapura mengumumkan, ekonomi  di kuartal II-2020 minus 41,2% dibandingkan kuartal I-2020.
&quot;Kita tentu waspadai, karena bagaimanapun juga Indonesia engine of  growth kita konsumsi, investasi, dan ekspor. Hari ini pemerintah  menggunakan seluruh mekanisme anggarannya untuk mensubstitusi pelemahan  di sisi konsumsi dan di sisi investasi maupun ekspor,&quot; ujar Sri Mulyani  di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2020).
Baca Juga: Banyak yang Nyinyir, Menko Luhut: 18% Ekonomi Dunia Dikuasai China
4. Jurus Sri Mulyani
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, telah mengencangkan sabuk ekonomi Indonesia agar resesi tidak terjadi.
&quot;Kita tetap fokus dari sisi kontribusi pertumbuhan ekonomi karena  seperti kita tahu di kuartal II dari berbagai sektor mengalami tekanan  yang sangat dalam, manufaktur, perdagangan, transportasi dalam jadi  sebisa mungkin kita harus genjot di triwulan II,&quot; ujar Sri Mulyani di  Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2020).
Dia pun juga akan mendorong ekspor ke beberapa negara agar kinerja  ekonomi Indonesia terus tumbuh. Salah satunya mengekspor alat kesehatan  dan alat pelindung diri (APD).
5. Tak Berdampak ke RI
Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, dirinya tidak  melihat dampak besar dari resesi Singapura di tengah wabah pandemi  Covid-19. Memang Singapura mempunyai posisi yang sangat dekat dengan  perekonomian Indonesia. Baik itu dari sisi perdagangan, maupun dari sisi  investasi.
&quot;Tapi kalau kita lihat, Indonesia ini semuanya sudah menurun pada  saat wabah Covid-19 berlangsung, tepatnya sejak triwulan kedua dari  bulan Maret,&quot; ujar dia dalam acara webinar DBS Asian Insights Conference  2020, Kamis (16/7/2020).</content:encoded></item></channel></rss>
