<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Indonesia Kuartal II-2020 Diprediksi Minus 4,3%, Ini 6 Faktanya   </title><description>Pandemi virus corona atau Covid-19 telah menjangkiti pertumbuhan ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/20/2248022/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2020-diprediksi-minus-4-3-ini-6-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/20/2248022/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2020-diprediksi-minus-4-3-ini-6-faktanya"/><item><title>Ekonomi Indonesia Kuartal II-2020 Diprediksi Minus 4,3%, Ini 6 Faktanya   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/20/2248022/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2020-diprediksi-minus-4-3-ini-6-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/20/2248022/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2020-diprediksi-minus-4-3-ini-6-faktanya</guid><pubDate>Sabtu 18 Juli 2020 10:10 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/17/20/2248022/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2020-diprediksi-minus-4-3-ini-6-faktanya-SkiHlc1YHI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/17/20/2248022/ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2020-diprediksi-minus-4-3-ini-6-faktanya-SkiHlc1YHI.jpg</image><title>Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 telah menjangkiti pertumbuhan ekonomi global. Banyak negara yang mengalami resesi karena dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonominya minus seperti Singapura.

Sementara, pada pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 diprediksi minus hingga 4,3%. Angka ini direvisi Menteri Keuangan Sri Mulyani dari sebelumnya minus 3,8%. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah menyoroti agar ekonomi Indonesia tidak mengalami resesi.
Baca Juga: Bos BI Beberkan 'Angin Segar' Bagi Ekonomi Indonesia di Kuartal II-2020&amp;nbsp;
Berikut fakta-fakta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi minus 4,3% seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (18/7/2020)

1. Ekonomi RI Diprediksi Minus 4,3% di Kuartal II-2020

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali merevisi proyeksi angka pertumbuhan ekonomi nasional. Kali ini, ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 menjadi minus 4,3% di kuartal II-2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, angka ini lebih dalam dari proyeksi awal yang sebesar -3,8%. Adapun pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini berada di antara minus 3,5% sampai minus 5,1% dengan titik terdalam yang paling baru di level -4,3%.

&quot;Titik poinnya kita ada di minus 4,3% jadi lebih dalam dari yang kita sampaikan minus 3,8%,&quot; kata Sri Mulyani di gedung DPR, Jakarta, Rabu 15 Juli 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Direvisi, Sri Mulyani: Ekonomi RI Diprediksi Minus 4,3% di Kuartal II-2020&amp;nbsp;
2. Penurunan Tajam di Kuartal II-2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penurunan ekonomi nasional yang lebih tajam ini dikarenakan beberapa sektor industri kinerjanya terkontraksi cukup dalam. Adapun sektor industri tersebut mulai dari perdagangan, pertambangan, manufaktur, hingga transportasi.

&quot;Transportasi itu walaupun sudah ada relaksasi tapi tidak pulih karena orang tidak melakukan traveling, walau terjadi tapi masih kecil sekali, pertambangan berkontribusi negatif growth cukup dalam di kuartal II,&quot; katanya.

3. Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Sri Mulyani mengaku pemerintah akan mendorong perekonomian pada kuartal III melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) serta Perpres Nomor 72 Tahun 2020. Melalui beleid itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memastikan adanya penyerapan anggaran.

&quot;Kita berharap di kuartal III mengejar, beberapa data yang kita peroleh sudah menunjukkan adanya titik balik, namun titik baliknya ini adalah askselerasi itulah yang menjadi fokus presiden, belanja dari K/L, belanja dari daerah, perbankan sektor keuangan dan sektor korporasi bisa kembali,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
4. Gubernur BI Kompak dengan Sri Mulyani

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 bakal terkontraksi hingga minus 4%. Pelemahan ekonomi tersebut tak dapat terhindari akibat dampak dari pandemi Covid-19. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi ekonomi RI bakal ambles hingga minus 4,3% pada kuartal II-2020.

&quot;Jadi, kontraksi (ekonomi) yang dalam itu terjadi pada triwulan dua tahun 2020. Di mana perkiraan-perkiraan kami dengan berbagai data yang ada memang menunjukkan kontraksi ekonomi Indonesia memang berkisar sekitar -4%,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis 16 Juli 2020.
5. Pandangan BI soal Ekonomi Indonesia

BI memandang ekonomi nasional sudah mulai bergeliat pada Juni 2020 hal tersebut tercermin dari meningkatnya indikator indeks ekspetasi konsumen maupun indikator domestik lainnya.

&quot;Tadi kami melihat kemungkinan-kemungkinan ekonomi akan membaik pada triwulan ketiga dengan tentu saja kecepatan penyerapan stimulus fiskal oleh pemerintah kemajuan restrukturisasi dan pendanaan korporasi di sektor perbankan,&quot; ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo.

Dia menambahkan, beberapa indikator dini permintaan domestik menunjukkan perkembangan positif ini seperti tercermin pada penjualan ritel, purchasing manager index, ekspektasi konsumen, dan berbagai indikator domestik lain, yang mulai meningkat.

&quot;Kinerja ekspor Juni 2020 pada beberapa komoditas seperti besi dan baja juga membaik seiring peningkatan permintaan dari China untuk proyek infrastruktur,&quot; katanya.

6. Gubernur BI Sebut Pemulihan Ekonomi Dunia Lebih Lama

Bank Indonesia (BI) menyatakan, kontraksi perekonomian global berlanjut dan pemulihan ekonomi dunia lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Penyebaran Covid-19 yang kembali meningkat di beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Brazil, dan India, memengaruhi perkembangan ini.



Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, mobilitas pelaku ekonomi yang belum kembali normal sejalan penerapan protokol kesehatan turut menahan aktivitas ekonomi.

&quot;Perkembangan ini menyebabkan efektivitas berbagai stimulus kebijakan yang ditempuh dalam mendorong pemulihan ekonomi di banyak negara maju dan negara berkembang termasuk China, menjadi terbatas,&quot; kata Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 telah menjangkiti pertumbuhan ekonomi global. Banyak negara yang mengalami resesi karena dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonominya minus seperti Singapura.

Sementara, pada pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 diprediksi minus hingga 4,3%. Angka ini direvisi Menteri Keuangan Sri Mulyani dari sebelumnya minus 3,8%. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah menyoroti agar ekonomi Indonesia tidak mengalami resesi.
Baca Juga: Bos BI Beberkan 'Angin Segar' Bagi Ekonomi Indonesia di Kuartal II-2020&amp;nbsp;
Berikut fakta-fakta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi minus 4,3% seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (18/7/2020)

1. Ekonomi RI Diprediksi Minus 4,3% di Kuartal II-2020

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali merevisi proyeksi angka pertumbuhan ekonomi nasional. Kali ini, ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 menjadi minus 4,3% di kuartal II-2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, angka ini lebih dalam dari proyeksi awal yang sebesar -3,8%. Adapun pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini berada di antara minus 3,5% sampai minus 5,1% dengan titik terdalam yang paling baru di level -4,3%.

&quot;Titik poinnya kita ada di minus 4,3% jadi lebih dalam dari yang kita sampaikan minus 3,8%,&quot; kata Sri Mulyani di gedung DPR, Jakarta, Rabu 15 Juli 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Direvisi, Sri Mulyani: Ekonomi RI Diprediksi Minus 4,3% di Kuartal II-2020&amp;nbsp;
2. Penurunan Tajam di Kuartal II-2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penurunan ekonomi nasional yang lebih tajam ini dikarenakan beberapa sektor industri kinerjanya terkontraksi cukup dalam. Adapun sektor industri tersebut mulai dari perdagangan, pertambangan, manufaktur, hingga transportasi.

&quot;Transportasi itu walaupun sudah ada relaksasi tapi tidak pulih karena orang tidak melakukan traveling, walau terjadi tapi masih kecil sekali, pertambangan berkontribusi negatif growth cukup dalam di kuartal II,&quot; katanya.

3. Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Sri Mulyani mengaku pemerintah akan mendorong perekonomian pada kuartal III melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) serta Perpres Nomor 72 Tahun 2020. Melalui beleid itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memastikan adanya penyerapan anggaran.

&quot;Kita berharap di kuartal III mengejar, beberapa data yang kita peroleh sudah menunjukkan adanya titik balik, namun titik baliknya ini adalah askselerasi itulah yang menjadi fokus presiden, belanja dari K/L, belanja dari daerah, perbankan sektor keuangan dan sektor korporasi bisa kembali,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
4. Gubernur BI Kompak dengan Sri Mulyani

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 bakal terkontraksi hingga minus 4%. Pelemahan ekonomi tersebut tak dapat terhindari akibat dampak dari pandemi Covid-19. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi ekonomi RI bakal ambles hingga minus 4,3% pada kuartal II-2020.

&quot;Jadi, kontraksi (ekonomi) yang dalam itu terjadi pada triwulan dua tahun 2020. Di mana perkiraan-perkiraan kami dengan berbagai data yang ada memang menunjukkan kontraksi ekonomi Indonesia memang berkisar sekitar -4%,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis 16 Juli 2020.
5. Pandangan BI soal Ekonomi Indonesia

BI memandang ekonomi nasional sudah mulai bergeliat pada Juni 2020 hal tersebut tercermin dari meningkatnya indikator indeks ekspetasi konsumen maupun indikator domestik lainnya.

&quot;Tadi kami melihat kemungkinan-kemungkinan ekonomi akan membaik pada triwulan ketiga dengan tentu saja kecepatan penyerapan stimulus fiskal oleh pemerintah kemajuan restrukturisasi dan pendanaan korporasi di sektor perbankan,&quot; ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo.

Dia menambahkan, beberapa indikator dini permintaan domestik menunjukkan perkembangan positif ini seperti tercermin pada penjualan ritel, purchasing manager index, ekspektasi konsumen, dan berbagai indikator domestik lain, yang mulai meningkat.

&quot;Kinerja ekspor Juni 2020 pada beberapa komoditas seperti besi dan baja juga membaik seiring peningkatan permintaan dari China untuk proyek infrastruktur,&quot; katanya.

6. Gubernur BI Sebut Pemulihan Ekonomi Dunia Lebih Lama

Bank Indonesia (BI) menyatakan, kontraksi perekonomian global berlanjut dan pemulihan ekonomi dunia lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Penyebaran Covid-19 yang kembali meningkat di beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Brazil, dan India, memengaruhi perkembangan ini.



Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, mobilitas pelaku ekonomi yang belum kembali normal sejalan penerapan protokol kesehatan turut menahan aktivitas ekonomi.

&quot;Perkembangan ini menyebabkan efektivitas berbagai stimulus kebijakan yang ditempuh dalam mendorong pemulihan ekonomi di banyak negara maju dan negara berkembang termasuk China, menjadi terbatas,&quot; kata Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
