<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dikasih Dana Talangan Rp8,5 Triliun, Bos Garuda: Belum Cukup</title><description>70% pesawat Garuda masih parkir dan masih dibebani biaya parkir</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/320/2248400/dikasih-dana-talangan-rp8-5-triliun-bos-garuda-belum-cukup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/320/2248400/dikasih-dana-talangan-rp8-5-triliun-bos-garuda-belum-cukup"/><item><title>Dikasih Dana Talangan Rp8,5 Triliun, Bos Garuda: Belum Cukup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/320/2248400/dikasih-dana-talangan-rp8-5-triliun-bos-garuda-belum-cukup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/18/320/2248400/dikasih-dana-talangan-rp8-5-triliun-bos-garuda-belum-cukup</guid><pubDate>Sabtu 18 Juli 2020 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Ichsan Amin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/18/320/2248400/dikasih-dana-talangan-rp8-5-triliun-bos-garuda-belum-cukup-YMW2izGDxt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/18/320/2248400/dikasih-dana-talangan-rp8-5-triliun-bos-garuda-belum-cukup-YMW2izGDxt.jpg</image><title>Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menilai uang talangan dari pemerintah tidak cukup membiayai operasional maskapai pelat merah. Adapun besaran dana talangan yang diberikan sekira Rp8,5 triliun.
&amp;ldquo;Dana talangan enggak cukup bos. Penumpang kita tinggal 10%, makanya Om Raffi dan keluarga harus cepat-cepat neh segera naik Garuda Indonesia. Seminggu dua kali biar masyarakat kita juga senang naik pesawat,&amp;rdquo; kelakar Irfan bersama Raffi pada sesi ngobrol dengan tagar Kangen Terbang, Jumat (17/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Usia Garuda Indonesia Hanya Sampai 2024?
Irfan menjelaskan, 70% pesawat masih parkir dan masih dibebani biaya parkir. &amp;ldquo;Pesawat itu juga ada masih sewa, memang kita akui kerugian sangat dalam semasa pandemi Covid-19 dan sampai sekarang masih rugi. Tapi saya tetap optimis, kalau ini lewat mudah-mudahan bisa bergairah kembali,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sementara itu Raffi Ahmad saat ditanya pendapatnya mengenai bagaimana terbang aman dan nyaman pada kondisi pandemi?
&amp;ldquo;Kalau saya sih seperti halnya kebanyakan penumpang, maunya tepat waktu, dan hebatnya kalau Garuda itu segala sesuatunya diinfokan sebelum kita benar-benar masuk pesawat,&amp;rdquo; ucap Raffi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tunda Kedatangan 49 Pesawat Boeing dan 4 Airbus, Ini Penjelasan Dirut Garuda
&amp;ldquo;Sekarang kalau mau naik pesawat itu khan, bukan takut naik pesawatnya, tapi berada di bandaranya. Harus bawa surat keterangan bebas Covid-19, tapi sebenarnya kalau kita patuh, misalnya pakai masker dan didukung immunitas kuat saya kira tidak ada masalah,&amp;rdquo; ungkap Raffi.
Dirut Garuda Irfan Setiaputra yang berindak sebagai host pada ngobrol bareng Raffi, berharap masyarakat bisa terbang dengan Garuda Indonesia melintasi wilayah domestik maupun internasional.
&amp;ldquo;Kami yakinkan bahwa naik pesawat itu aman. Selama kita menepati prosedur, dan prosedurnya juga tersedia di berbagai tempat, termasuk bandara,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menilai uang talangan dari pemerintah tidak cukup membiayai operasional maskapai pelat merah. Adapun besaran dana talangan yang diberikan sekira Rp8,5 triliun.
&amp;ldquo;Dana talangan enggak cukup bos. Penumpang kita tinggal 10%, makanya Om Raffi dan keluarga harus cepat-cepat neh segera naik Garuda Indonesia. Seminggu dua kali biar masyarakat kita juga senang naik pesawat,&amp;rdquo; kelakar Irfan bersama Raffi pada sesi ngobrol dengan tagar Kangen Terbang, Jumat (17/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Usia Garuda Indonesia Hanya Sampai 2024?
Irfan menjelaskan, 70% pesawat masih parkir dan masih dibebani biaya parkir. &amp;ldquo;Pesawat itu juga ada masih sewa, memang kita akui kerugian sangat dalam semasa pandemi Covid-19 dan sampai sekarang masih rugi. Tapi saya tetap optimis, kalau ini lewat mudah-mudahan bisa bergairah kembali,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sementara itu Raffi Ahmad saat ditanya pendapatnya mengenai bagaimana terbang aman dan nyaman pada kondisi pandemi?
&amp;ldquo;Kalau saya sih seperti halnya kebanyakan penumpang, maunya tepat waktu, dan hebatnya kalau Garuda itu segala sesuatunya diinfokan sebelum kita benar-benar masuk pesawat,&amp;rdquo; ucap Raffi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tunda Kedatangan 49 Pesawat Boeing dan 4 Airbus, Ini Penjelasan Dirut Garuda
&amp;ldquo;Sekarang kalau mau naik pesawat itu khan, bukan takut naik pesawatnya, tapi berada di bandaranya. Harus bawa surat keterangan bebas Covid-19, tapi sebenarnya kalau kita patuh, misalnya pakai masker dan didukung immunitas kuat saya kira tidak ada masalah,&amp;rdquo; ungkap Raffi.
Dirut Garuda Irfan Setiaputra yang berindak sebagai host pada ngobrol bareng Raffi, berharap masyarakat bisa terbang dengan Garuda Indonesia melintasi wilayah domestik maupun internasional.
&amp;ldquo;Kami yakinkan bahwa naik pesawat itu aman. Selama kita menepati prosedur, dan prosedurnya juga tersedia di berbagai tempat, termasuk bandara,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
