<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lokasi Perawatan Jadi Penentu, Begini Cara Budidaya Lele</title><description>Tidak jarang terjadi pada pembudidaya lele mengalami kegagalan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/19/320/2248674/lokasi-perawatan-jadi-penentu-begini-cara-budidaya-lele</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/19/320/2248674/lokasi-perawatan-jadi-penentu-begini-cara-budidaya-lele"/><item><title>Lokasi Perawatan Jadi Penentu, Begini Cara Budidaya Lele</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/19/320/2248674/lokasi-perawatan-jadi-penentu-begini-cara-budidaya-lele</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/19/320/2248674/lokasi-perawatan-jadi-penentu-begini-cara-budidaya-lele</guid><pubDate>Minggu 19 Juli 2020 10:07 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/19/320/2248674/lokasi-perawatan-jadi-penentu-begini-cara-budidaya-lele-kCFWU8dVWL.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Lele (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/19/320/2248674/lokasi-perawatan-jadi-penentu-begini-cara-budidaya-lele-kCFWU8dVWL.JPG</image><title>Lele (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Tidak jarang terjadi pada pembudidaya lele mengalami kegagalan. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki mengenai lele itu sendiri karena sudah merasa menguasai dan tidak perlu melakukan pembelajaran terlebih dahulu.

Walaupun lele merupakan ikan yang memiliki daya tahan hidup tinggi, faktanya tidak berarti lele bisa dibudidayakan secara optimal di sembarang tempat. Lokasi merupakan salah satu faktor utama yang harus diperhatikan dalam budidaya lele.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Jual Makanan Home Made Agar Pelanggan Pesan Lagi dan Lagi
Melansir dari buku &quot;99% Sukses Budidaya Lele&quot; oleh Surya Gunawan, Jakarta, Minggu (19/7/2020). Pemilihan lokasi budidaya yang tidak tepat merupakan masalah serius dan penyebab awal berbagai kegagalan dalam budidaya lele.

Lokasi yang baik untuk budidaya lele harus memenuhi persyaratan seperti berikut ini:

 
1. Suhu dan ketinggian lokasi tidak sesuai
Lele adalah jenis ikan yang bisa tumbuh dengan baik pada suhu sedang hingga panas. Lokasi yang terlalu dingin  (misalnya Puncak-Bogor) menyebabkan proses metabolisme tidak optimal sehingga pertumbuhannya tidak maksimal. Akibatnya waktu panen bisa mengalami kemunduran dan pakan jadi boros. Ketinggian lokasi ideal untuk budidaya lele adalah 1-700 mdpl dengan suhu 25-28' C dan curah hujan sedang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Jual Makanan Home Made Agar Pelanggan Pesan Lagi dan Lagi
 
2. Sumber air tidak memadai
Air juga harus memenuhi kriteria layak hidup ikan. Tidak tercemar oleh limbah rumah tangga ataupun industri yang beracun seperti sabun, minyak, oli, atau limbah beracun lainnya. Air dengan kadar zat besi tinggi, terlalu asam, atau terlalu dingin kurang baik untuk budidaya lele, terutama pembenihan. Air yang bisa digunakan untuk budidaya lele adalah air sungai, air sumur bor, air kolam, air danau, atau mata air. Air hujan kurang baik digunakan karena selain asam juga terlalu dingin. Cara mengatasinya dengan mengendapkan beberapa hari atau diberi pupuk kandang hingga berwarna hijau.

 
3. Jenis tanah tidak cocok
TIdak semua jenis tanah bisa dijadikan kolam ikan. Bila akan menggunakan kolam tanah, peternak harus tahu dulu jenis tanah apa saja yang dapat dibuat kolam. Tanah yang baik untuk kolam tidak mudah rembes, longsor, ataupun pecah. Jenis tanah yang cocok yaitu tanah liat, berlumpur, subur, dan tidak porous. Adapun tingkat kemiringan tanah dari permukaan sumber air dengan kolam yaitu 5-10'.


  
4. Sinar matahari kurang
Sinar matahari dibutuhkan untuk menumbuhkan pakan alami seperti  plankton, jasad renik, dan proses metabolisme sehingga ikan sehat dan  cepat besar. Namun, tidak boleh berlebihan atau kurang. Kekurangan sinar  matahari menyebabkan metabolisme ikan tidak optimal. Sebaliknya, sinar  yang berlebihan menyebabkan suhu air terlalu panas sehingga ikan  dehidrasi yang berakibat pada kematian.
5. Aspek lingkungan tidak menunjang
Budidaya lele harus memperhatikan aspek keamanan, baik gangguan  manusia, hewan pemangsa, ataupun banjir. Hal ini sangat besar dampaknya  terhadap keberhasilan usaha budidaya. Di sekitar lingkungan budidaya,  sebaiknya tersedia berbagai sumber alam yang dapat dimanfaatkan untuk  budidaya seperti mudah memperoleh pakan alami atau bahan-bahan untuk  membangun kolam dan sarana lainnya. Lokasi budidaya sebaiknya juga dekat  dengan pemasaran sehingga bisa menghemat transportasi dan lele tetap  segar sampai konsumen.

 
6. Aspek teknis dan SDM tidak mendukung
Kegiatan budidaya lele meliputi pemilihan lokasi, persiapan sarana  produksi, dan proses budidaya itu sendiri. Persiapan sarana produksi  meliputi pembuatan saung juga, persiapan sumber air, pembuatan kolam dan  saluran pembuangan, serta perlengkapan peralatan budidaya. Proses  budidaya meliputi pemeliharaan induk, pemilihan induk, pemijahan,  penetasan, pemeliharaan benih, sortasi, pendederan, dan pembesaran.

Supaya proses budidaya lele berjalan lancar, dibutuhkan sumber daya  manusia yang memadai. Artinya, orang tersebut pernah melakukan budidaya  lele sebelumnya atau setidaknya pernah mengikuti pelatihan. Hati-hati  dalam memilih pekerja, jika tidak tepat akan menghambat usaha, bahkan  menyebabkan kerugian.</description><content:encoded>JAKARTA - Tidak jarang terjadi pada pembudidaya lele mengalami kegagalan. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki mengenai lele itu sendiri karena sudah merasa menguasai dan tidak perlu melakukan pembelajaran terlebih dahulu.

Walaupun lele merupakan ikan yang memiliki daya tahan hidup tinggi, faktanya tidak berarti lele bisa dibudidayakan secara optimal di sembarang tempat. Lokasi merupakan salah satu faktor utama yang harus diperhatikan dalam budidaya lele.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Jual Makanan Home Made Agar Pelanggan Pesan Lagi dan Lagi
Melansir dari buku &quot;99% Sukses Budidaya Lele&quot; oleh Surya Gunawan, Jakarta, Minggu (19/7/2020). Pemilihan lokasi budidaya yang tidak tepat merupakan masalah serius dan penyebab awal berbagai kegagalan dalam budidaya lele.

Lokasi yang baik untuk budidaya lele harus memenuhi persyaratan seperti berikut ini:

 
1. Suhu dan ketinggian lokasi tidak sesuai
Lele adalah jenis ikan yang bisa tumbuh dengan baik pada suhu sedang hingga panas. Lokasi yang terlalu dingin  (misalnya Puncak-Bogor) menyebabkan proses metabolisme tidak optimal sehingga pertumbuhannya tidak maksimal. Akibatnya waktu panen bisa mengalami kemunduran dan pakan jadi boros. Ketinggian lokasi ideal untuk budidaya lele adalah 1-700 mdpl dengan suhu 25-28' C dan curah hujan sedang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Jual Makanan Home Made Agar Pelanggan Pesan Lagi dan Lagi
 
2. Sumber air tidak memadai
Air juga harus memenuhi kriteria layak hidup ikan. Tidak tercemar oleh limbah rumah tangga ataupun industri yang beracun seperti sabun, minyak, oli, atau limbah beracun lainnya. Air dengan kadar zat besi tinggi, terlalu asam, atau terlalu dingin kurang baik untuk budidaya lele, terutama pembenihan. Air yang bisa digunakan untuk budidaya lele adalah air sungai, air sumur bor, air kolam, air danau, atau mata air. Air hujan kurang baik digunakan karena selain asam juga terlalu dingin. Cara mengatasinya dengan mengendapkan beberapa hari atau diberi pupuk kandang hingga berwarna hijau.

 
3. Jenis tanah tidak cocok
TIdak semua jenis tanah bisa dijadikan kolam ikan. Bila akan menggunakan kolam tanah, peternak harus tahu dulu jenis tanah apa saja yang dapat dibuat kolam. Tanah yang baik untuk kolam tidak mudah rembes, longsor, ataupun pecah. Jenis tanah yang cocok yaitu tanah liat, berlumpur, subur, dan tidak porous. Adapun tingkat kemiringan tanah dari permukaan sumber air dengan kolam yaitu 5-10'.


  
4. Sinar matahari kurang
Sinar matahari dibutuhkan untuk menumbuhkan pakan alami seperti  plankton, jasad renik, dan proses metabolisme sehingga ikan sehat dan  cepat besar. Namun, tidak boleh berlebihan atau kurang. Kekurangan sinar  matahari menyebabkan metabolisme ikan tidak optimal. Sebaliknya, sinar  yang berlebihan menyebabkan suhu air terlalu panas sehingga ikan  dehidrasi yang berakibat pada kematian.
5. Aspek lingkungan tidak menunjang
Budidaya lele harus memperhatikan aspek keamanan, baik gangguan  manusia, hewan pemangsa, ataupun banjir. Hal ini sangat besar dampaknya  terhadap keberhasilan usaha budidaya. Di sekitar lingkungan budidaya,  sebaiknya tersedia berbagai sumber alam yang dapat dimanfaatkan untuk  budidaya seperti mudah memperoleh pakan alami atau bahan-bahan untuk  membangun kolam dan sarana lainnya. Lokasi budidaya sebaiknya juga dekat  dengan pemasaran sehingga bisa menghemat transportasi dan lele tetap  segar sampai konsumen.

 
6. Aspek teknis dan SDM tidak mendukung
Kegiatan budidaya lele meliputi pemilihan lokasi, persiapan sarana  produksi, dan proses budidaya itu sendiri. Persiapan sarana produksi  meliputi pembuatan saung juga, persiapan sumber air, pembuatan kolam dan  saluran pembuangan, serta perlengkapan peralatan budidaya. Proses  budidaya meliputi pemeliharaan induk, pemilihan induk, pemijahan,  penetasan, pemeliharaan benih, sortasi, pendederan, dan pembesaran.

Supaya proses budidaya lele berjalan lancar, dibutuhkan sumber daya  manusia yang memadai. Artinya, orang tersebut pernah melakukan budidaya  lele sebelumnya atau setidaknya pernah mengikuti pelatihan. Hati-hati  dalam memilih pekerja, jika tidak tepat akan menghambat usaha, bahkan  menyebabkan kerugian.</content:encoded></item></channel></rss>
