<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duka Erick Thohir Mengenang Sapardi Djoko: Karya Indah Bapak Selalu Hidup</title><description>Kepergian sastrawan Sapardi Djoko Damono tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan kerabat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2248951/duka-erick-thohir-mengenang-sapardi-djoko-karya-indah-bapak-selalu-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2248951/duka-erick-thohir-mengenang-sapardi-djoko-karya-indah-bapak-selalu-hidup"/><item><title>Duka Erick Thohir Mengenang Sapardi Djoko: Karya Indah Bapak Selalu Hidup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2248951/duka-erick-thohir-mengenang-sapardi-djoko-karya-indah-bapak-selalu-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2248951/duka-erick-thohir-mengenang-sapardi-djoko-karya-indah-bapak-selalu-hidup</guid><pubDate>Senin 20 Juli 2020 08:44 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/20/320/2248951/duka-erick-thohir-mengenang-sapardi-djoko-karya-indah-bapak-selalu-hidup-MmCcCKEOpa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sapardi Djoko (Foto: Instagram Erick Thohir)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/20/320/2248951/duka-erick-thohir-mengenang-sapardi-djoko-karya-indah-bapak-selalu-hidup-MmCcCKEOpa.jpg</image><title>Sapardi Djoko (Foto: Instagram Erick Thohir)</title></images><description>JAKARTA - Kepergian sastrawan Sapardi Djoko Damono tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan kerabat. Kepergian sosok sastrawan kebanggaan Indonesia itu membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun, merasa kehilangan.
Baca Juga: Lima Puisi Penyayat Hati dari Sapardi
 
Sebagai salah satu pejabat negara, Erick mengucapkan rasa belasungkawa melalui akun  Instagramnya @erickthohir. Erick mengatakan bahwa dia yakin dan percaya karya-karya indah almarhum akan tetap dikenang dan hidup di hati masyarakat Indonesia. Dan semoga segala amal ibadah almarhum diterima Tuhan yang maha esa.

&quot;Innalillahi wainnailaihi rojiun, semoga Allah SWT menerima amal ibadah Pak Sapardi Djoko Damono. Saya percaya, karya-karya indah Bapak akan selalu hidup di hati kami,&quot; ujar Erick seperti dikutip pada, Senin (20/7/2020).
Untuk diketahui, Sapardi Djoko Damono merupakan seorang sastrawan fenomenal yang dimiliki Indonesia. Ia meninggal dunia pada, Minggu (19/7/2020) pukul 09.17 WIB. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.
Baca Juga: Puisi Sapardi Djoko Damono Paling Dikenang Netizen
Karya-karyanya dikenal oleh masyarakat Indonesia lintas generasi. Bahkan, sajak-sajak Sapardi telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah.
Salah satu karyanya yang paling populer adalah &quot;Aku Ingin&quot;, yang konon sering digunakan dalam undangan perkawinan. Sajak-sajak lainnya yang terkenal yaitu &quot;Hujan Bulan Juni&quot;, &quot;Yang Fana adalah Waktu&quot;, dan &quot;Akulah si Telaga&quot;.
Kepopuleran puisi-puisi itu sebagian berkat musikalisasi oleh  beberapa seniman, termasuk Ari Reda, Ananda Sukarlan, hingga band indie  Melancholic Bitch.
Dikutip dari berbagai sumber, Sapardi diketahui aktif mengirim  karya-karyanya ke berbagai majalah sejak mengenyam pendidikan di SMPN 2  Surakarta dan SMAN 2 Surakarta. Minatnya di bidang kesusastraan semakin  terlihat saat dirinya kuliah program studi Bahasa Inggris di Universitas  Gadjah Mada Yogyakarta.
Baca Juga: Karya Puisi Sapardi Djoko Damono yang Dikenang Warganet
 
Sejak 1974 Sapardi mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia  yang kini bernama Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Sebelum pensiun, Sapardi  sempat menjabat Dekan FIB UI periode 1995-1999.
Hingga menjelang wafatnya, Sapardi masih aktif mengajar di Sekolah  Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dia belum berhenti menulis  karya fiksi maupun non-fiksi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepergian sastrawan Sapardi Djoko Damono tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan kerabat. Kepergian sosok sastrawan kebanggaan Indonesia itu membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun, merasa kehilangan.
Baca Juga: Lima Puisi Penyayat Hati dari Sapardi
 
Sebagai salah satu pejabat negara, Erick mengucapkan rasa belasungkawa melalui akun  Instagramnya @erickthohir. Erick mengatakan bahwa dia yakin dan percaya karya-karya indah almarhum akan tetap dikenang dan hidup di hati masyarakat Indonesia. Dan semoga segala amal ibadah almarhum diterima Tuhan yang maha esa.

&quot;Innalillahi wainnailaihi rojiun, semoga Allah SWT menerima amal ibadah Pak Sapardi Djoko Damono. Saya percaya, karya-karya indah Bapak akan selalu hidup di hati kami,&quot; ujar Erick seperti dikutip pada, Senin (20/7/2020).
Untuk diketahui, Sapardi Djoko Damono merupakan seorang sastrawan fenomenal yang dimiliki Indonesia. Ia meninggal dunia pada, Minggu (19/7/2020) pukul 09.17 WIB. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.
Baca Juga: Puisi Sapardi Djoko Damono Paling Dikenang Netizen
Karya-karyanya dikenal oleh masyarakat Indonesia lintas generasi. Bahkan, sajak-sajak Sapardi telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah.
Salah satu karyanya yang paling populer adalah &quot;Aku Ingin&quot;, yang konon sering digunakan dalam undangan perkawinan. Sajak-sajak lainnya yang terkenal yaitu &quot;Hujan Bulan Juni&quot;, &quot;Yang Fana adalah Waktu&quot;, dan &quot;Akulah si Telaga&quot;.
Kepopuleran puisi-puisi itu sebagian berkat musikalisasi oleh  beberapa seniman, termasuk Ari Reda, Ananda Sukarlan, hingga band indie  Melancholic Bitch.
Dikutip dari berbagai sumber, Sapardi diketahui aktif mengirim  karya-karyanya ke berbagai majalah sejak mengenyam pendidikan di SMPN 2  Surakarta dan SMAN 2 Surakarta. Minatnya di bidang kesusastraan semakin  terlihat saat dirinya kuliah program studi Bahasa Inggris di Universitas  Gadjah Mada Yogyakarta.
Baca Juga: Karya Puisi Sapardi Djoko Damono yang Dikenang Warganet
 
Sejak 1974 Sapardi mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia  yang kini bernama Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Sebelum pensiun, Sapardi  sempat menjabat Dekan FIB UI periode 1995-1999.
Hingga menjelang wafatnya, Sapardi masih aktif mengajar di Sekolah  Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dia belum berhenti menulis  karya fiksi maupun non-fiksi.</content:encoded></item></channel></rss>
