<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasutri Mantan Bankir Ini Untung Banyak dari Jualan Ayam Penyet</title><description>Pasangan suami istri mantan pegawai bank ini banting setir jadi pedagang ayam penyet.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2249084/pasutri-mantan-bankir-ini-untung-banyak-dari-jualan-ayam-penyet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2249084/pasutri-mantan-bankir-ini-untung-banyak-dari-jualan-ayam-penyet"/><item><title>Pasutri Mantan Bankir Ini Untung Banyak dari Jualan Ayam Penyet</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2249084/pasutri-mantan-bankir-ini-untung-banyak-dari-jualan-ayam-penyet</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2249084/pasutri-mantan-bankir-ini-untung-banyak-dari-jualan-ayam-penyet</guid><pubDate>Senin 20 Juli 2020 12:53 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/20/320/2249084/pasutri-mantan-bankir-ini-untung-banyak-dari-jualan-ayam-penyet-s0NMe19eI9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/20/320/2249084/pasutri-mantan-bankir-ini-untung-banyak-dari-jualan-ayam-penyet-s0NMe19eI9.jpg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pasangan suami istri mantan pegawai bank ini banting setir jadi pedagang ayam penyet. Adalah Sigit Santosa-Tri Hartati yang memutuskan keluar dari bank dan membuka Warung Makan Ayam Penyet Pio pada 2019 lalu di kawasan Blulukan, Colomadu, Karanganyar.
Belum genap setahun dibuka, penjualan usaha mereka mencapai ratusan porsi tiap hari. Padahal pada awalnya mereka tidak mempunyai latar belakang bisnis di bidang kuliner. Sigit dan Hartati dulu merupakan karyawan bank.
Baca Juga: 4 Tips Memulai Bisnis Frozen Food, Jangan Lupa Promosi
Pada 2016, Hartati lebih dulu resign dari pekerjaannya di bank untuk memulai bisnis suplai barang seperti deterjen. Sigit masih bekerja sebagai kepala unit salah satu bank di Klaten saat istrinya membuka Warung Makan Ayam Penyet Pio pada Agustus 2019.
Ketika itu dia berjanji dalam hati akan ikut resign bila omzet warung makan ayam penyet di Colomadu itu mencapai angka tertentu.

&amp;ldquo;Saya saat itu saya dalam hati berjanji akan keluar dari pekerjaan di bank bila omzet penjualan warung sudah mencapai angka tertentu. Bersyukur sekali ternyata pada September 2019 penjualan sudah mencapai 350 porsi,&amp;rdquo; ujar warga Tohudan, Colomadu, dilansir dari Solopos, Senin (20/7/2020).
Setelah resign dari bank, Sigit bekerja penuh membantu sang istri menjalankan warung makannya. Benar saja. Sejak itu hingga awal 2020 usaha Sigit dan Hartati terus menanjak. Warung mereka yang buka mulai 09.00 WIB hingga 21.00 WIB tak pernah sepi pembeli.
Apalagi setelah menu warung makan ayam penyet di Blulukan, Colomadu, itu mereka masukkan ke aplikasi Go Food dan Grab Food. Pembeli tidak hanya berasal dari wilayah Colomadu.Paket Ayam Ungkep
Tapi sebagian warga Solo utamanya di wilayah Laweyan dan Banjarsari,  serta Kecamatan Kartasura, Sukoharjo menjadi pelanggan. &amp;ldquo;Usaha kami  sempat sepi seiring datangnya pandemi Covid-19. Tapi kondisi itu  berlangsung hanya sekitar dua pekan. Setelah itu kami mulai menjual  paket ayam ungkep dan banyak pesanan dari Jabodetabek dan lainnya,&amp;rdquo;  terang Hartati.
Saat ini, dia menuturkan usaha warung makannya mulai menggeliat  kembali kendati belum seramai ketika sebelum terjadi pandemi. Sejumlah  pelanggan Warung Makan Ayam Penyet Pio di Colomadu itu menilai olahan  ayam dan lele goreng warung itu pas.
&amp;ldquo;Dagingnya renyah di luar dan empuk di dalam. Sambalnya pun pedasnya  pas di lidah. Soal harga tak usah khawatir, di sini sangat terjangkau  kok,&amp;rdquo; ujar salah satu pembeli, Fendy Yulianto, 27, warga Gedongan,  Colomadu, Karanganyar, saat diwawancarai Solopos.com, Kamis.
Baca juga;&amp;nbsp; Keuntungan Lembur saat Weekend, dari Ketenangan hingga Hemat
Penuturan senada disampaikan Taufik Prasetyanto, 31, seorang driver  ojek online (ojol). Dia paling suka dengan menu ayam dan lele goreng.  &amp;ldquo;Ayam gorengnya enak, lele gorengnya gurih. Cukup sering ke sini sama  teman-teman,&amp;rdquo; aku dia.
Ayam Penyet Pio (APP) memiliki banyak pilihan menu paket. Paket ayam  yang berisi nasi, ayam goreng, tahu, tempe dan es teh dijual Rp10.000.   Paket lele yang berisi nasi, lele goreng, tahu, tempe dan es teh dijual  Rp10.000.
Paket nila yang berisi nasi, nila goreng, tahu, tempe dan es teh  seharga Rp15.000. Ada pula paket ayam kampung Rp17.500 dan paket bebek  Rp22.000.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pasangan suami istri mantan pegawai bank ini banting setir jadi pedagang ayam penyet. Adalah Sigit Santosa-Tri Hartati yang memutuskan keluar dari bank dan membuka Warung Makan Ayam Penyet Pio pada 2019 lalu di kawasan Blulukan, Colomadu, Karanganyar.
Belum genap setahun dibuka, penjualan usaha mereka mencapai ratusan porsi tiap hari. Padahal pada awalnya mereka tidak mempunyai latar belakang bisnis di bidang kuliner. Sigit dan Hartati dulu merupakan karyawan bank.
Baca Juga: 4 Tips Memulai Bisnis Frozen Food, Jangan Lupa Promosi
Pada 2016, Hartati lebih dulu resign dari pekerjaannya di bank untuk memulai bisnis suplai barang seperti deterjen. Sigit masih bekerja sebagai kepala unit salah satu bank di Klaten saat istrinya membuka Warung Makan Ayam Penyet Pio pada Agustus 2019.
Ketika itu dia berjanji dalam hati akan ikut resign bila omzet warung makan ayam penyet di Colomadu itu mencapai angka tertentu.

&amp;ldquo;Saya saat itu saya dalam hati berjanji akan keluar dari pekerjaan di bank bila omzet penjualan warung sudah mencapai angka tertentu. Bersyukur sekali ternyata pada September 2019 penjualan sudah mencapai 350 porsi,&amp;rdquo; ujar warga Tohudan, Colomadu, dilansir dari Solopos, Senin (20/7/2020).
Setelah resign dari bank, Sigit bekerja penuh membantu sang istri menjalankan warung makannya. Benar saja. Sejak itu hingga awal 2020 usaha Sigit dan Hartati terus menanjak. Warung mereka yang buka mulai 09.00 WIB hingga 21.00 WIB tak pernah sepi pembeli.
Apalagi setelah menu warung makan ayam penyet di Blulukan, Colomadu, itu mereka masukkan ke aplikasi Go Food dan Grab Food. Pembeli tidak hanya berasal dari wilayah Colomadu.Paket Ayam Ungkep
Tapi sebagian warga Solo utamanya di wilayah Laweyan dan Banjarsari,  serta Kecamatan Kartasura, Sukoharjo menjadi pelanggan. &amp;ldquo;Usaha kami  sempat sepi seiring datangnya pandemi Covid-19. Tapi kondisi itu  berlangsung hanya sekitar dua pekan. Setelah itu kami mulai menjual  paket ayam ungkep dan banyak pesanan dari Jabodetabek dan lainnya,&amp;rdquo;  terang Hartati.
Saat ini, dia menuturkan usaha warung makannya mulai menggeliat  kembali kendati belum seramai ketika sebelum terjadi pandemi. Sejumlah  pelanggan Warung Makan Ayam Penyet Pio di Colomadu itu menilai olahan  ayam dan lele goreng warung itu pas.
&amp;ldquo;Dagingnya renyah di luar dan empuk di dalam. Sambalnya pun pedasnya  pas di lidah. Soal harga tak usah khawatir, di sini sangat terjangkau  kok,&amp;rdquo; ujar salah satu pembeli, Fendy Yulianto, 27, warga Gedongan,  Colomadu, Karanganyar, saat diwawancarai Solopos.com, Kamis.
Baca juga;&amp;nbsp; Keuntungan Lembur saat Weekend, dari Ketenangan hingga Hemat
Penuturan senada disampaikan Taufik Prasetyanto, 31, seorang driver  ojek online (ojol). Dia paling suka dengan menu ayam dan lele goreng.  &amp;ldquo;Ayam gorengnya enak, lele gorengnya gurih. Cukup sering ke sini sama  teman-teman,&amp;rdquo; aku dia.
Ayam Penyet Pio (APP) memiliki banyak pilihan menu paket. Paket ayam  yang berisi nasi, ayam goreng, tahu, tempe dan es teh dijual Rp10.000.   Paket lele yang berisi nasi, lele goreng, tahu, tempe dan es teh dijual  Rp10.000.
Paket nila yang berisi nasi, nila goreng, tahu, tempe dan es teh  seharga Rp15.000. Ada pula paket ayam kampung Rp17.500 dan paket bebek  Rp22.000.</content:encoded></item></channel></rss>
