<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ungkap Fakta, Seluruh Negara di Dunia Juga Berutang</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan mayoritas negara di dunia memiliki kebijakan untuk berutang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2249442/sri-mulyani-ungkap-fakta-seluruh-negara-di-dunia-juga-berutang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2249442/sri-mulyani-ungkap-fakta-seluruh-negara-di-dunia-juga-berutang"/><item><title>Sri Mulyani Ungkap Fakta, Seluruh Negara di Dunia Juga Berutang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2249442/sri-mulyani-ungkap-fakta-seluruh-negara-di-dunia-juga-berutang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/20/320/2249442/sri-mulyani-ungkap-fakta-seluruh-negara-di-dunia-juga-berutang</guid><pubDate>Senin 20 Juli 2020 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/20/320/2249442/sri-mulyani-ungkap-fakta-seluruh-negara-di-dunia-juga-berutang-gNhTqHtYvq.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/20/320/2249442/sri-mulyani-ungkap-fakta-seluruh-negara-di-dunia-juga-berutang-gNhTqHtYvq.png</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan mayoritas negara di dunia memiliki kebijakan untuk berutang. Bahkan, negara Islam sekalipun melakukan kebijakan serupa demi menjalani program negaranya.
&quot;Di seluruh dunia negara juga berutang, coba dicek aja. Semua negara Islam di dunia, semuanya juga berutang,&quot; kata wanita yang karib disapa Ani itu dalam akun Instagram pribadinya yang dikutip Okezone, Senin (20/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Utang RI Tembus Rp5.868 Triliun, Sri Mulyani: Tak Usah Pakai Nada Benci dan Kasar
Menurut Sri Mulyani, bila ada pihak yang tidak setuju dengan kebijakan utang, harap melihat fungsi utang itu untuk pembiayaan apa saja.
&quot;Jadi mari melihat semua aspek. Jadi enggak ada benci, apalagi ngomongnya kasar-kasar. Menurut saya itu enggak bagus. Itu menunjukkan adab sopan santun dan keimanan agama Anda,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dari Utang, Ichsanuddin Noorsy: Bank Dunia Perlakukan Kita Seenak-enaknya
Dia menjelaskan, pihaknya memutuskan untuk melalukan utang karena menambah anggaran belanja negara yang digunakan untuk pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur.
&quot;Kalau utangnya membuat infrastruktur kita menjadi baik, ya tidak ada masalah. kalau enggak utang berarti kita menunda semua kebutuhan infrastruktur, untuk masalah pendidikan dan kesehatan. Jadi anak-anak menjadi kurang gizi, tidak sekolah dan miskin,&quot; ujarnya.Sri Mulyani mengatakan pembiayaan utang pemerintah tercatat Rp421 triliun atau tumbuh 132% periode 31 Juni 2020 dibandingkan periode Mei 2019 yang sebesar 2,9%
Menurutnya peningkatan utang pemerintah ini, terjadi karena adanya ketidakpastian yang dipengaruhi kondisi global maupun domestik.
&quot;Jadi kita melakukan realisasi pembiayaan utang secara total Rp421,5 t atau 34,5% terhadap Perpres 72 perubahan APBN, growth 132,2%&quot; ujar dia dalam konfrensi pers APBN KiTa.
Dia juga menjelaskan pembiayaan utang ini terdiri dari surat berharga negara (SBN) neto sebesar Rp430,4 triliun atau 36,7 % terhadap perubahan APBN dengan pertumbuhan 119,9%.
&quot;Kemudian, untuk pinjaman realisasinya 8,9% atau tumbuh 39,2%,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan mayoritas negara di dunia memiliki kebijakan untuk berutang. Bahkan, negara Islam sekalipun melakukan kebijakan serupa demi menjalani program negaranya.
&quot;Di seluruh dunia negara juga berutang, coba dicek aja. Semua negara Islam di dunia, semuanya juga berutang,&quot; kata wanita yang karib disapa Ani itu dalam akun Instagram pribadinya yang dikutip Okezone, Senin (20/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Utang RI Tembus Rp5.868 Triliun, Sri Mulyani: Tak Usah Pakai Nada Benci dan Kasar
Menurut Sri Mulyani, bila ada pihak yang tidak setuju dengan kebijakan utang, harap melihat fungsi utang itu untuk pembiayaan apa saja.
&quot;Jadi mari melihat semua aspek. Jadi enggak ada benci, apalagi ngomongnya kasar-kasar. Menurut saya itu enggak bagus. Itu menunjukkan adab sopan santun dan keimanan agama Anda,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dari Utang, Ichsanuddin Noorsy: Bank Dunia Perlakukan Kita Seenak-enaknya
Dia menjelaskan, pihaknya memutuskan untuk melalukan utang karena menambah anggaran belanja negara yang digunakan untuk pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur.
&quot;Kalau utangnya membuat infrastruktur kita menjadi baik, ya tidak ada masalah. kalau enggak utang berarti kita menunda semua kebutuhan infrastruktur, untuk masalah pendidikan dan kesehatan. Jadi anak-anak menjadi kurang gizi, tidak sekolah dan miskin,&quot; ujarnya.Sri Mulyani mengatakan pembiayaan utang pemerintah tercatat Rp421 triliun atau tumbuh 132% periode 31 Juni 2020 dibandingkan periode Mei 2019 yang sebesar 2,9%
Menurutnya peningkatan utang pemerintah ini, terjadi karena adanya ketidakpastian yang dipengaruhi kondisi global maupun domestik.
&quot;Jadi kita melakukan realisasi pembiayaan utang secara total Rp421,5 t atau 34,5% terhadap Perpres 72 perubahan APBN, growth 132,2%&quot; ujar dia dalam konfrensi pers APBN KiTa.
Dia juga menjelaskan pembiayaan utang ini terdiri dari surat berharga negara (SBN) neto sebesar Rp430,4 triliun atau 36,7 % terhadap perubahan APBN dengan pertumbuhan 119,9%.
&quot;Kemudian, untuk pinjaman realisasinya 8,9% atau tumbuh 39,2%,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
