<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Layangan Nyangkut Bisa Bikin Listrik Mati Loh   </title><description>Gangguan kelistrikan akibat layang-layang yang menyebabkan wilayah Kuta, Denpasar Selatan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/21/320/2249394/layangan-nyangkut-bisa-bikin-listrik-mati-loh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/21/320/2249394/layangan-nyangkut-bisa-bikin-listrik-mati-loh"/><item><title>Layangan Nyangkut Bisa Bikin Listrik Mati Loh   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/21/320/2249394/layangan-nyangkut-bisa-bikin-listrik-mati-loh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/21/320/2249394/layangan-nyangkut-bisa-bikin-listrik-mati-loh</guid><pubDate>Selasa 21 Juli 2020 06:03 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/20/320/2249394/layangan-nyangkut-bisa-bikin-listrik-mati-loh-uoQ2Q4oSmr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gangguan Kelistrikan Akibat Layang-Layang. (Foto: Okezone.com/PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/20/320/2249394/layangan-nyangkut-bisa-bikin-listrik-mati-loh-uoQ2Q4oSmr.jpg</image><title>Gangguan Kelistrikan Akibat Layang-Layang. (Foto: Okezone.com/PLN)</title></images><description>JAKARTA - Layang-layang kembali musim di beberapa daerah di Indonesia. Main layangan ternyata berdampak kurang baik pada listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
PLN mengungkapkan bahwa ada gangguan kelistrikan akibat layang-layang yang menyebabkan wilayah Kuta, Denpasar Selatan, dan Denpasar Timur sempat mengalami listrik padam. Layang-layang berukuran besar jatuh tepat di Bus Bar 150 kiloVolt (kV) Gardu Induk (GI) Pesanggaran, sehingga menyebabkan pasokan listrik ke beberapa wilayah terhenti dan menyebabkan padam.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Adi Priyatno mengatakan, PLN atasi gangguan listrik karena layang-layang tersebut, dengan memindahkan pasokan listrik (manuver) dari GI pemecutan, GI Sanur, GI Bandara dan GI Nusa Dua. Kejadian tersebut, sempat mengakibatkan padam selama 23 menit.
Dirinya menambahkan, khusus wilayah strategis nasional seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, saat terjadi gangguan tidak mengalami pemadaman karena telah dipasang fast automatic transfer switch yang memindahkan sumber pasokan listrik dari satu jaringan ke jaringan lain jika terjadi gangguan.
Baca Selengkapnya: Bahaya, Main Layang-Layang Bisa Bikin Daerah Gelap Gulita
</description><content:encoded>JAKARTA - Layang-layang kembali musim di beberapa daerah di Indonesia. Main layangan ternyata berdampak kurang baik pada listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
PLN mengungkapkan bahwa ada gangguan kelistrikan akibat layang-layang yang menyebabkan wilayah Kuta, Denpasar Selatan, dan Denpasar Timur sempat mengalami listrik padam. Layang-layang berukuran besar jatuh tepat di Bus Bar 150 kiloVolt (kV) Gardu Induk (GI) Pesanggaran, sehingga menyebabkan pasokan listrik ke beberapa wilayah terhenti dan menyebabkan padam.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Adi Priyatno mengatakan, PLN atasi gangguan listrik karena layang-layang tersebut, dengan memindahkan pasokan listrik (manuver) dari GI pemecutan, GI Sanur, GI Bandara dan GI Nusa Dua. Kejadian tersebut, sempat mengakibatkan padam selama 23 menit.
Dirinya menambahkan, khusus wilayah strategis nasional seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, saat terjadi gangguan tidak mengalami pemadaman karena telah dipasang fast automatic transfer switch yang memindahkan sumber pasokan listrik dari satu jaringan ke jaringan lain jika terjadi gangguan.
Baca Selengkapnya: Bahaya, Main Layang-Layang Bisa Bikin Daerah Gelap Gulita
</content:encoded></item></channel></rss>
