<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Farmasi Lagi Dikelilingi Dewi Fortuna, Beli Lagi atau Jual Saja?</title><description>Saham farmasi seperti PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sedang dikelilingi Dewi Fortuna.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/278/2250347/saham-farmasi-lagi-dikelilingi-dewi-fortuna-beli-lagi-atau-jual-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/278/2250347/saham-farmasi-lagi-dikelilingi-dewi-fortuna-beli-lagi-atau-jual-saja"/><item><title>Saham Farmasi Lagi Dikelilingi Dewi Fortuna, Beli Lagi atau Jual Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/278/2250347/saham-farmasi-lagi-dikelilingi-dewi-fortuna-beli-lagi-atau-jual-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/278/2250347/saham-farmasi-lagi-dikelilingi-dewi-fortuna-beli-lagi-atau-jual-saja</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2020 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/22/278/2250347/saham-farmasi-lagi-dikelilingi-dewi-fortuna-beli-lagi-atau-jual-saja-7DE2I8o6w5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/22/278/2250347/saham-farmasi-lagi-dikelilingi-dewi-fortuna-beli-lagi-atau-jual-saja-7DE2I8o6w5.jpeg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Saham farmasi seperti PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sedang dikelilingi Dewi Fortuna. Mengingat saat ini saham-saham perusahaan farmasi sedang naik gila-gilaan.
Namun saat berinvestasi juga harus diperhatikan dengan benar. Jangan sampai niat untuk investasi mendapatkan cuan justru berakhir merugi karena saham perusahaan tersebut turun kembali.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kabar Baik! Cuma Modal Rp12,5 Juta Perusahaan Bisa Melantai di Bursa&amp;nbsp;
Analis pasar modal dari MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan saat investasi di saham farmasi harus diperhatikan berapa batas keuntungan yang ingin didapat. Idealnya, jika keuntungan sudah berada di angka 10% atau lebih hendaknya dijual.
Setelahnya investor bisa kembali membeli saham farmasi tersebut. Namun harus diperhatikan, aksi beli saham kamu dilakukan ketika posisi saham berada di angka yang rendah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/07/17/65986/333226_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Ditutup Melemah 0,37 %&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau berapa persen keuntungan tergantung investor berapa persen targetnya. Tapi sekarang sih kalau sudah di atas 10% keuntungan sebaiknya melakukan transaksi jual minimal 10%,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (22/7/2020).
Menurut Edwin, bagi investor yang ingin membeli saham farmasi juga hendaknya melakukannya secara harian atau sifatnya jangka pendek. Karena keuntungan yang didapat bisa jauh lebih besar.
&amp;ldquo;Iya enggak apa-apa trading saja bisa nambah, menurut saya trading saja jangan simpen,&amp;rdquo; ucapnya.
Selain itu, saham farmasi juga diperkirakan pamornya akan kembali  turun dalam beberapa minggu ke depan. Mengingat saat ini beli diketahui  pula keampuhan dari vaksin corona yang kabarnya akan diproduksi massal  pada tahun depan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/07/17/65986/333225_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Ditutup Melemah 0,37 %&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Menurut saya sih mungkin saat ini sebetulnya sudah naik terlalu  cepat sehingga kalau kita lihat secara valuasi sudah mahal sebetulnya.  Tapi dengan adanya rencana pendistribusian tahun depan menurut saya sih  mungkin paling seminggu lagi paling sudah selesai naik begitu tajam dan  kita belum tahu bagaimana tingkat keberhasilan dari vaksin tersebut,&amp;rdquo;  jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Saham farmasi seperti PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sedang dikelilingi Dewi Fortuna. Mengingat saat ini saham-saham perusahaan farmasi sedang naik gila-gilaan.
Namun saat berinvestasi juga harus diperhatikan dengan benar. Jangan sampai niat untuk investasi mendapatkan cuan justru berakhir merugi karena saham perusahaan tersebut turun kembali.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kabar Baik! Cuma Modal Rp12,5 Juta Perusahaan Bisa Melantai di Bursa&amp;nbsp;
Analis pasar modal dari MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan saat investasi di saham farmasi harus diperhatikan berapa batas keuntungan yang ingin didapat. Idealnya, jika keuntungan sudah berada di angka 10% atau lebih hendaknya dijual.
Setelahnya investor bisa kembali membeli saham farmasi tersebut. Namun harus diperhatikan, aksi beli saham kamu dilakukan ketika posisi saham berada di angka yang rendah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/07/17/65986/333226_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Ditutup Melemah 0,37 %&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau berapa persen keuntungan tergantung investor berapa persen targetnya. Tapi sekarang sih kalau sudah di atas 10% keuntungan sebaiknya melakukan transaksi jual minimal 10%,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (22/7/2020).
Menurut Edwin, bagi investor yang ingin membeli saham farmasi juga hendaknya melakukannya secara harian atau sifatnya jangka pendek. Karena keuntungan yang didapat bisa jauh lebih besar.
&amp;ldquo;Iya enggak apa-apa trading saja bisa nambah, menurut saya trading saja jangan simpen,&amp;rdquo; ucapnya.
Selain itu, saham farmasi juga diperkirakan pamornya akan kembali  turun dalam beberapa minggu ke depan. Mengingat saat ini beli diketahui  pula keampuhan dari vaksin corona yang kabarnya akan diproduksi massal  pada tahun depan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/07/17/65986/333225_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Ditutup Melemah 0,37 %&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Menurut saya sih mungkin saat ini sebetulnya sudah naik terlalu  cepat sehingga kalau kita lihat secara valuasi sudah mahal sebetulnya.  Tapi dengan adanya rencana pendistribusian tahun depan menurut saya sih  mungkin paling seminggu lagi paling sudah selesai naik begitu tajam dan  kita belum tahu bagaimana tingkat keberhasilan dari vaksin tersebut,&amp;rdquo;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
