<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ubah Strategi Pemasaran Produk agar Menang di Era Covid-19   </title><description>Model pemasaran harus diubah, yang semula tatap muka harus ke arah digital</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250148/ubah-strategi-pemasaran-produk-agar-menang-di-era-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250148/ubah-strategi-pemasaran-produk-agar-menang-di-era-covid-19"/><item><title>Ubah Strategi Pemasaran Produk agar Menang di Era Covid-19   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250148/ubah-strategi-pemasaran-produk-agar-menang-di-era-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250148/ubah-strategi-pemasaran-produk-agar-menang-di-era-covid-19</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2020 08:52 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/22/320/2250148/ubah-strategi-pemasaran-produk-agar-menang-di-era-covid-19-1b5bsztKvX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pentingnnya Mengubah Cara Pemasaran Menjadi Digital. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/22/320/2250148/ubah-strategi-pemasaran-produk-agar-menang-di-era-covid-19-1b5bsztKvX.jpg</image><title>Pentingnnya Mengubah Cara Pemasaran Menjadi Digital. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 memaksa perubahan seluruh aktivitas masyarakat. Termasuk soal pemasaran yang dilakukan pelaku pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Model pemasaran harus diubah, yang semula tatap muka harus ke arah digital. &quot;Jadi strategi marketing benar-benar diubah. Kalau kita bisa mengubah marketing strategi sangat bagus,&quot; kata Founder &amp;amp; CEO The Goods Dept Anton Wirjono, dalam diskusi virtual, Selasa (21/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Digitalisasi UMKM Terpentok Akses Internet dan Modal Terbatas
Dia mengatakan, sebelum pandemi meluas di wilayah Tanah Air, pihaknya selalu berkonsentrasi mendekatkan konsumen secara offline. Kini, seiring berjalannya waktu tabiat tersebut harus diubah.
&quot;Nah, selama PSBB penjualan offline, penjualan online 190%. Memang harus dipindahkan ke online,&quot; ujarnya.
Dia berharap, seluruh pebisnis UMKM memanfaatkan seluruh platform media sosial untuk memasarkan produknya. Sebab para konsumen sudah lari ke arah penjualan daring ketimbang melalui di toko.
Baca Juga:&amp;nbsp;Masih Gaptek, Baru 9,4 Juta UMKM Melek Digital
&quot;Promosi banyak yang ke digital. Di medsos banyak mengkonversikan ke Whatsapp. Fashion dan produk kita konversi ke Whatsapp,&quot; ujar dia.
Dia mengaku sudah memindahkan para pegawainya yang semula menjaga toko di beberapa pusat perbelanjan.
&quot;Kini mereka kita pindahkan untuk mengurus pengepakan barang pemesanan online,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 memaksa perubahan seluruh aktivitas masyarakat. Termasuk soal pemasaran yang dilakukan pelaku pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Model pemasaran harus diubah, yang semula tatap muka harus ke arah digital. &quot;Jadi strategi marketing benar-benar diubah. Kalau kita bisa mengubah marketing strategi sangat bagus,&quot; kata Founder &amp;amp; CEO The Goods Dept Anton Wirjono, dalam diskusi virtual, Selasa (21/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Digitalisasi UMKM Terpentok Akses Internet dan Modal Terbatas
Dia mengatakan, sebelum pandemi meluas di wilayah Tanah Air, pihaknya selalu berkonsentrasi mendekatkan konsumen secara offline. Kini, seiring berjalannya waktu tabiat tersebut harus diubah.
&quot;Nah, selama PSBB penjualan offline, penjualan online 190%. Memang harus dipindahkan ke online,&quot; ujarnya.
Dia berharap, seluruh pebisnis UMKM memanfaatkan seluruh platform media sosial untuk memasarkan produknya. Sebab para konsumen sudah lari ke arah penjualan daring ketimbang melalui di toko.
Baca Juga:&amp;nbsp;Masih Gaptek, Baru 9,4 Juta UMKM Melek Digital
&quot;Promosi banyak yang ke digital. Di medsos banyak mengkonversikan ke Whatsapp. Fashion dan produk kita konversi ke Whatsapp,&quot; ujar dia.
Dia mengaku sudah memindahkan para pegawainya yang semula menjaga toko di beberapa pusat perbelanjan.
&quot;Kini mereka kita pindahkan untuk mengurus pengepakan barang pemesanan online,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
