<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Hanya Jual Kopi, Ciptakan Kedai Bernuansa Jadul Bikin Tambah Laris</title><description>Adalah Cafe Kopiriolo yang terletak di Jalan Beruang Makassar. Cafe ini memiliki konsep konsep era 1970-an.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250324/tak-hanya-jual-kopi-ciptakan-kedai-bernuansa-jadul-bikin-tambah-laris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250324/tak-hanya-jual-kopi-ciptakan-kedai-bernuansa-jadul-bikin-tambah-laris"/><item><title>Tak Hanya Jual Kopi, Ciptakan Kedai Bernuansa Jadul Bikin Tambah Laris</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250324/tak-hanya-jual-kopi-ciptakan-kedai-bernuansa-jadul-bikin-tambah-laris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250324/tak-hanya-jual-kopi-ciptakan-kedai-bernuansa-jadul-bikin-tambah-laris</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2020 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Andi Deri Sunggu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/22/320/2250324/tak-hanya-jual-kopi-ciptakan-kedai-bernuansa-jadul-bikin-tambah-laris-nrjkgSwjf3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kedai Kopi (Foto: Andri Deri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/22/320/2250324/tak-hanya-jual-kopi-ciptakan-kedai-bernuansa-jadul-bikin-tambah-laris-nrjkgSwjf3.jpg</image><title>Kedai Kopi (Foto: Andri Deri)</title></images><description>MAKASSAR &amp;ndash; Satu lagi tempat nongkrong baru di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk ngopi bareng teman. Adalah Cafe Kopiriolo yang terletak di Jalan Beruang Makassar. Cafe ini memiliki konsep konsep era 1970-an.
Pengunjung yang masuk ke warung kopi ini akan merasa berada di zaman  dulu. Selain desain ruangan dan beberapa ornamen tempo dulu, sajian kopinya juga cukup unik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Miliki Bos Lebih Muda, Hadapi dengan 6 Cara Ini
Pengunjung bisa menikmati kopi dengan cara yang tidak seperti biasanya. Gelas dan cara minumnya mengikuti orang-orang era 70-an. Tidak dipadukan dengan gula pasir tetapi disajikan dengan gula aren yang disediakan di samping gelas kaleng model jadul.
Ketika memasuki di Resto Kopiriolo ini, pengunjung serasa berada di era 1970-an. Pasalnya, ruangan caf&amp;eacute; berlantai dua ini didesain mirip bangunan di zaman dahulu.

Beberapa barang-barang lawas, mulai dari telepon zaman dahulu alias jadul, jam hiasan, sepeda ontel, lampu, hiasan dinding hingga temboknya yang sengaja dibuat dengan konsep batu bata. Tidak hanya itu, jendela, pintu serta meja dan kursinya pun berasal dari zaman dulu.
Yang lebih uniknya lagi, cara menikmati kopi ini pun tak seperti biasa. Selain menggunakan gelas kaleng bermotif loreng atau berwarna putih bergambarkan kembang berwarna, cara minumnya mengikuti orang-orang dahulu.
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Tipe Kepribadian dalam Mengelola Keuangan
Kopi tidak dipadukan dengan gula pasir tetapi disajikan dengan gula aren yang tersimpang di samping gelas kaleng. Sebelum meminumnya, lebih dahulu menggigit gula aren lalu menyeruput kopi tersebutnya.

Selain di manjakan dengan suasana tempo dulu, pengunjung juga dimanjakan dengan alunan musik dari lagu-lagu daerah. Sesuai namanya, Kopiriolo yang artinya kopi zaman dahulu.
Di resto kopiriolo ini, terdapat beragam jenis kopi asli sulawesi selatan dan kopi nusantara. Mulai dari kopi Toraja, Kopi Rumbia, Kopi Kahayya Bulukumba, Kopi Manipi Sinjai dan Kopi Bisang Luwu. Sedangkan Kopi Nusantara Yakni Kopi Gayo dari Aceh, Kopi Ciwidey dari Jawa Barat, Kopi Kintamani dari Bali,  Kopi Yahukimo dari Papua Serta Kopi Bajawang dari Flores.Tidak hanya berbagai kopi, di sini juga tersedia berbagai macam aneka  kue tradisional. Suasana jadul juga terasa di lantai dua. Ada dua buah  lampu petromax dan lampu hias tempo dulu menghiasi dinding.
Sementara di dalam ruang rapat, terdapat beberapa barang jadul dan  kursi kayu di era zaman dulu tertata rapi dan sejumlah figura foto-foto  warna hitam putih.
Selama pandemi, pengunjung yang nongkrong di resto ini  akan tetap  mengikuti protokol kesehatan yang ada. Tetap jaga jarak dan menggunakan  hand sanitizer yang disediakan di tiap meja.

Konsep bangunan berukuran 20 x 20 ini memakan waktu selama setahun.  Sementara barang&amp;ndash;barang jadul ini, didapat di berbagai lokasi kebanyakan  diperoleh di pelosok &amp;ndash; pelosok desa.
Orang-orang yang lahir sekitar tahun 70-an akan dibuat bernostalgia  dengan ornamen dan konsep penataan ruangannya. Selain itu, resto  Kopiriolo ini juga menjadi wadah edukasi mengenai budaya lokal  lewat  kopi dan makanan yang disediakan.</description><content:encoded>MAKASSAR &amp;ndash; Satu lagi tempat nongkrong baru di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk ngopi bareng teman. Adalah Cafe Kopiriolo yang terletak di Jalan Beruang Makassar. Cafe ini memiliki konsep konsep era 1970-an.
Pengunjung yang masuk ke warung kopi ini akan merasa berada di zaman  dulu. Selain desain ruangan dan beberapa ornamen tempo dulu, sajian kopinya juga cukup unik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Miliki Bos Lebih Muda, Hadapi dengan 6 Cara Ini
Pengunjung bisa menikmati kopi dengan cara yang tidak seperti biasanya. Gelas dan cara minumnya mengikuti orang-orang era 70-an. Tidak dipadukan dengan gula pasir tetapi disajikan dengan gula aren yang disediakan di samping gelas kaleng model jadul.
Ketika memasuki di Resto Kopiriolo ini, pengunjung serasa berada di era 1970-an. Pasalnya, ruangan caf&amp;eacute; berlantai dua ini didesain mirip bangunan di zaman dahulu.

Beberapa barang-barang lawas, mulai dari telepon zaman dahulu alias jadul, jam hiasan, sepeda ontel, lampu, hiasan dinding hingga temboknya yang sengaja dibuat dengan konsep batu bata. Tidak hanya itu, jendela, pintu serta meja dan kursinya pun berasal dari zaman dulu.
Yang lebih uniknya lagi, cara menikmati kopi ini pun tak seperti biasa. Selain menggunakan gelas kaleng bermotif loreng atau berwarna putih bergambarkan kembang berwarna, cara minumnya mengikuti orang-orang dahulu.
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Tipe Kepribadian dalam Mengelola Keuangan
Kopi tidak dipadukan dengan gula pasir tetapi disajikan dengan gula aren yang tersimpang di samping gelas kaleng. Sebelum meminumnya, lebih dahulu menggigit gula aren lalu menyeruput kopi tersebutnya.

Selain di manjakan dengan suasana tempo dulu, pengunjung juga dimanjakan dengan alunan musik dari lagu-lagu daerah. Sesuai namanya, Kopiriolo yang artinya kopi zaman dahulu.
Di resto kopiriolo ini, terdapat beragam jenis kopi asli sulawesi selatan dan kopi nusantara. Mulai dari kopi Toraja, Kopi Rumbia, Kopi Kahayya Bulukumba, Kopi Manipi Sinjai dan Kopi Bisang Luwu. Sedangkan Kopi Nusantara Yakni Kopi Gayo dari Aceh, Kopi Ciwidey dari Jawa Barat, Kopi Kintamani dari Bali,  Kopi Yahukimo dari Papua Serta Kopi Bajawang dari Flores.Tidak hanya berbagai kopi, di sini juga tersedia berbagai macam aneka  kue tradisional. Suasana jadul juga terasa di lantai dua. Ada dua buah  lampu petromax dan lampu hias tempo dulu menghiasi dinding.
Sementara di dalam ruang rapat, terdapat beberapa barang jadul dan  kursi kayu di era zaman dulu tertata rapi dan sejumlah figura foto-foto  warna hitam putih.
Selama pandemi, pengunjung yang nongkrong di resto ini  akan tetap  mengikuti protokol kesehatan yang ada. Tetap jaga jarak dan menggunakan  hand sanitizer yang disediakan di tiap meja.

Konsep bangunan berukuran 20 x 20 ini memakan waktu selama setahun.  Sementara barang&amp;ndash;barang jadul ini, didapat di berbagai lokasi kebanyakan  diperoleh di pelosok &amp;ndash; pelosok desa.
Orang-orang yang lahir sekitar tahun 70-an akan dibuat bernostalgia  dengan ornamen dan konsep penataan ruangannya. Selain itu, resto  Kopiriolo ini juga menjadi wadah edukasi mengenai budaya lokal  lewat  kopi dan makanan yang disediakan.</content:encoded></item></channel></rss>
