<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Pengakuan Sri Mulyani soal Utang Pemerintah Naik Rp693,9 Triliun</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang Pemerintah per akhir Juni 2020 berada di angka Rp5.264,07 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250393/pengakuan-sri-mulyani-soal-utang-pemerintah-naik-rp693-9-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250393/pengakuan-sri-mulyani-soal-utang-pemerintah-naik-rp693-9-triliun"/><item><title>   Pengakuan Sri Mulyani soal Utang Pemerintah Naik Rp693,9 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250393/pengakuan-sri-mulyani-soal-utang-pemerintah-naik-rp693-9-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/22/320/2250393/pengakuan-sri-mulyani-soal-utang-pemerintah-naik-rp693-9-triliun</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2020 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/22/320/2250393/pengakuan-sri-mulyani-soal-utang-pemerintah-naik-rp693-9-triliun-7k71hsYK5O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/22/320/2250393/pengakuan-sri-mulyani-soal-utang-pemerintah-naik-rp693-9-triliun-7k71hsYK5O.jpg</image><title>Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat  utang Pemerintah per akhir Juni 2020 berada di angka Rp5.264,07 triliun dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 32,67%.
Artinya, utang pemerintah hingga Juni tahun ini naik Rp693,9 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada Juni 2019, utang pemerintah tercatat Rp4.570,17 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah Tarik Utang Rp421,5 Triliun dalam 6 Bulan&amp;nbsp;
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, posisi utang Pemerintah Pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19.
&quot;Dalam mengelola keuangan negara, Pemerintah menerapkan strategi kebijakan countercyclical yaitu APBN digunakan sebagai buffer untuk mengakselerasi pembangunan negara,&quot; kata Menkeu seperti dikutip APBN Kita di Jakarta, Rabu (22/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Ungkap Fakta, Seluruh Negara di Dunia Juga Berutang&amp;nbsp;
Sebagai informasi, total utang pemerintah yang mencapai Rp5.264,07 triliun ini didominasi oleh surat berharga negara (SBN). Porsi SBN pada total utang pemerintah mencapai Rp4.472,22 triliun dan pinjaman Rp791,85 triliun.
Porsi SBN yang mencapai Rp4.472,22 triliun terdiri dari domestik sebesar Rp3.280,02 triliun, sementara SBN valuta asing (valas) sebesar Rp1.192,21 triliun.
Sedangkan total utang pemerintah yang berasal dari pinjaman Rp791,85 triliun, terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp9,80 triliun dan pinjaman luar negeri Rp782,04 triliun. Pinjaman luar negeri ini berasal dari bilateral sebesar Rp305,26 triliun, multilateral sebesar Rp434,35 triliun, commercial banks sebesar Rp42,44 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat  utang Pemerintah per akhir Juni 2020 berada di angka Rp5.264,07 triliun dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 32,67%.
Artinya, utang pemerintah hingga Juni tahun ini naik Rp693,9 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada Juni 2019, utang pemerintah tercatat Rp4.570,17 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah Tarik Utang Rp421,5 Triliun dalam 6 Bulan&amp;nbsp;
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, posisi utang Pemerintah Pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19.
&quot;Dalam mengelola keuangan negara, Pemerintah menerapkan strategi kebijakan countercyclical yaitu APBN digunakan sebagai buffer untuk mengakselerasi pembangunan negara,&quot; kata Menkeu seperti dikutip APBN Kita di Jakarta, Rabu (22/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Ungkap Fakta, Seluruh Negara di Dunia Juga Berutang&amp;nbsp;
Sebagai informasi, total utang pemerintah yang mencapai Rp5.264,07 triliun ini didominasi oleh surat berharga negara (SBN). Porsi SBN pada total utang pemerintah mencapai Rp4.472,22 triliun dan pinjaman Rp791,85 triliun.
Porsi SBN yang mencapai Rp4.472,22 triliun terdiri dari domestik sebesar Rp3.280,02 triliun, sementara SBN valuta asing (valas) sebesar Rp1.192,21 triliun.
Sedangkan total utang pemerintah yang berasal dari pinjaman Rp791,85 triliun, terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp9,80 triliun dan pinjaman luar negeri Rp782,04 triliun. Pinjaman luar negeri ini berasal dari bilateral sebesar Rp305,26 triliun, multilateral sebesar Rp434,35 triliun, commercial banks sebesar Rp42,44 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
