<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selamatkan UMKM, Menteri Teten Siapkan 3 Fase Pemulihan</title><description>Pemerintah telah menyiapkan program pemulihan bagi koperasi yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/23/320/2250798/selamatkan-umkm-menteri-teten-siapkan-3-fase-pemulihan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/23/320/2250798/selamatkan-umkm-menteri-teten-siapkan-3-fase-pemulihan"/><item><title>Selamatkan UMKM, Menteri Teten Siapkan 3 Fase Pemulihan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/23/320/2250798/selamatkan-umkm-menteri-teten-siapkan-3-fase-pemulihan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/23/320/2250798/selamatkan-umkm-menteri-teten-siapkan-3-fase-pemulihan</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2020 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/23/320/2250798/selamatkan-umkm-menteri-teten-siapkan-3-fase-pemulihan-DUWPzh0bd7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Kemenkop)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/23/320/2250798/selamatkan-umkm-menteri-teten-siapkan-3-fase-pemulihan-DUWPzh0bd7.jpg</image><title>Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Kemenkop)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan program pemulihan bagi koperasi yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, dari 123.048 unit koperasi dengan anggota 22 juta orang memiliki aset Rp152 triliun serta omzet Rp154 triliun.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk melakukan upaya-upaya cepat dan kompreensif membantu UMKM dan Koperasi. Hal ini untuk menghadapi pandemic covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ubah Strategi Pemasaran Produk agar Menang di Era Covid-19 
&quot;Kami melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir)  telah menyiapkan tiga fase program pemulihan koperasi,&amp;rdquo; katanya saat acara penyaluran dana bergulir koperasi di Istana Negara, Kamis (23/7/2020).

Teten menyebut fase pertama adalah program survival. Pada fase ini pihaknya telah melakukan restrukturisasi pinjaman mitra LPDP dalam bentuk penundaan pembayaran angsuran dan jasa selama 12 bulan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Digitalisasi UMKM Terpentok Akses Internet dan Modal Terbatas
&amp;ldquo;Sampai saat ini telah dilakukan restrukturisasi kepada 40 mitra koperasi. Ini sudah 100% bapak dengan fasilitas penundaan pokok, penundaan jasa, pengurangan jasa perpanjangan waktu dan penambahan fasilitas pinjaman atau pembiayaan dengan total outstanding sebesar Rp.135,7miliar,&amp;rdquo; tuturnya.

Pada fase ini pemerintah melalui LPDB juga tidak mengenakan bunga selama masa penundaan pembayaran. Sehingga secara langsung ini merupakan subsidi bunga dari LPDB sebesar 100% selama 1 tahun.Selanjutnya fase kedua adalah program pemulihan ekonomi dengan  alokasi tambahan sebesar Rp1 triliun. Di mana dari total anggaran  tersebut yang sudah dicairkan pencapai Rp.381,4 miliar. Dengan rincian  untuk koperasi pola konvensional sebesar Rp21,8 miliar ada 13 mitra.  Lalu dengan pola syariah sebesar Rp109 miliar ada 21 mitra.

&amp;ldquo;Pembiayaan ini khusus disalurkan kepada koperasi dengan bunga 3%  menurun atau sekitar 1,5%  flat per tahun untuk menjangkau sekitar 4,8  juta UMKM anggota koperasi,&amp;rdquo; ungkapnya.

Terakhir adalah  fase program penumbuhan ekonomi. Teten mengatakan   telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memudahkan akses pembiayaan  koperasi dan UKM dengan bunga ringan dan pendampingan.

Lebih lanjut Teten mengatakan koperasi simpan pinjam dan Koperasi  Baitul Maal wat Tamwil (BMT) bisa menjadi mitra pemerintah untuk  menyalurkan pembiayaan yang murah dan mudah bagi UMKM

&amp;ldquo;Ini juga bagian dari upaya kami untuk membangun kelembagaan yang  lebih mudah. Sebab jumlah UMKM terlalu besar bapak, 64 juta dan mencar  di mana-mana, kecil-kecil. Kalau kita tidak sederhanakan kelembagaan,  channeling-nya ini agak berat di pembinaan,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan program pemulihan bagi koperasi yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, dari 123.048 unit koperasi dengan anggota 22 juta orang memiliki aset Rp152 triliun serta omzet Rp154 triliun.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk melakukan upaya-upaya cepat dan kompreensif membantu UMKM dan Koperasi. Hal ini untuk menghadapi pandemic covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ubah Strategi Pemasaran Produk agar Menang di Era Covid-19 
&quot;Kami melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir)  telah menyiapkan tiga fase program pemulihan koperasi,&amp;rdquo; katanya saat acara penyaluran dana bergulir koperasi di Istana Negara, Kamis (23/7/2020).

Teten menyebut fase pertama adalah program survival. Pada fase ini pihaknya telah melakukan restrukturisasi pinjaman mitra LPDP dalam bentuk penundaan pembayaran angsuran dan jasa selama 12 bulan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Digitalisasi UMKM Terpentok Akses Internet dan Modal Terbatas
&amp;ldquo;Sampai saat ini telah dilakukan restrukturisasi kepada 40 mitra koperasi. Ini sudah 100% bapak dengan fasilitas penundaan pokok, penundaan jasa, pengurangan jasa perpanjangan waktu dan penambahan fasilitas pinjaman atau pembiayaan dengan total outstanding sebesar Rp.135,7miliar,&amp;rdquo; tuturnya.

Pada fase ini pemerintah melalui LPDB juga tidak mengenakan bunga selama masa penundaan pembayaran. Sehingga secara langsung ini merupakan subsidi bunga dari LPDB sebesar 100% selama 1 tahun.Selanjutnya fase kedua adalah program pemulihan ekonomi dengan  alokasi tambahan sebesar Rp1 triliun. Di mana dari total anggaran  tersebut yang sudah dicairkan pencapai Rp.381,4 miliar. Dengan rincian  untuk koperasi pola konvensional sebesar Rp21,8 miliar ada 13 mitra.  Lalu dengan pola syariah sebesar Rp109 miliar ada 21 mitra.

&amp;ldquo;Pembiayaan ini khusus disalurkan kepada koperasi dengan bunga 3%  menurun atau sekitar 1,5%  flat per tahun untuk menjangkau sekitar 4,8  juta UMKM anggota koperasi,&amp;rdquo; ungkapnya.

Terakhir adalah  fase program penumbuhan ekonomi. Teten mengatakan   telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memudahkan akses pembiayaan  koperasi dan UKM dengan bunga ringan dan pendampingan.

Lebih lanjut Teten mengatakan koperasi simpan pinjam dan Koperasi  Baitul Maal wat Tamwil (BMT) bisa menjadi mitra pemerintah untuk  menyalurkan pembiayaan yang murah dan mudah bagi UMKM

&amp;ldquo;Ini juga bagian dari upaya kami untuk membangun kelembagaan yang  lebih mudah. Sebab jumlah UMKM terlalu besar bapak, 64 juta dan mencar  di mana-mana, kecil-kecil. Kalau kita tidak sederhanakan kelembagaan,  channeling-nya ini agak berat di pembinaan,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
