<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Barang Impor di Bawah Rp1 Juta Diusulkan Tak Dijual Melalui E-Commerce</title><description>Hary Tanoesoedibjo mengusulkan agar barang impor yang dijual di  e-commerce dan nilainya di bawah Rp1 juta dilarang dijual di pasar  daring.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/23/320/2251152/barang-impor-di-bawah-rp1-juta-diusulkan-tak-dijual-melalui-e-commerce</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/23/320/2251152/barang-impor-di-bawah-rp1-juta-diusulkan-tak-dijual-melalui-e-commerce"/><item><title>Barang Impor di Bawah Rp1 Juta Diusulkan Tak Dijual Melalui E-Commerce</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/23/320/2251152/barang-impor-di-bawah-rp1-juta-diusulkan-tak-dijual-melalui-e-commerce</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/23/320/2251152/barang-impor-di-bawah-rp1-juta-diusulkan-tak-dijual-melalui-e-commerce</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2020 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/23/320/2251152/barang-impor-di-bawah-rp1-juta-diusulkan-tak-dijual-melalui-e-commerce-WjRHKDBGbf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/23/320/2251152/barang-impor-di-bawah-rp1-juta-diusulkan-tak-dijual-melalui-e-commerce-WjRHKDBGbf.jpg</image><title>Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengusulkan agar barang impor yang dijual di e-commerce dan nilainya di bawah Rp1 juta dilarang dijual di pasar daring. Sebab, bila tak ada aturan seperti itu maka ritel-ritel dan produk buatan pelaku UMKM dalam negeri akan tergerus.
Baca juga: Rahasia Sukses Bisnis Online bagi Ibu Rumah Tangga
&quot;Memang bukan ranahnya Kemenparekraf sendiri, tapi boleh dipush ke presiden barang senilai Rp1 juta mungkin tidak boleh dicarry sama e-commerce, supaya yang laku barang lokal, yang punya UMKM,&quot; kata Hary Tanoe saat berdiskusi dengan Menparekraf Wishnutama secara virtual dalam Manajer Forum MNC Group XL VIII, Kamis (23/7/2020).
&amp;nbsp;
Menurut dia, dengan meningkatnya transaksi e-commerce pada 2019 yang mencapai USD15 miliar, tak terlihat membawa pengaruh peningkatan ekonomi Indonesia yang signifikan.
&quot;Kalau bebas, devisa hilang. Banyak pengangguran, mereka juga tidak ciptakan lapangan kerja,&quot; ujarnya.
Baca juga: Belanja e-Commerce Tembus Rp20,7 Triliun, Beli Sembako pun Sekarang Online
Dia meyakini dengan nantinya diatur seperti itu, maka akan menyelamatkan devisa negara, pengusaha ritel dan UMKM di Tanah Air.
&quot;Itu menyelamatkan banyak ritel dan devisa kita. Kurs mungkin bisa lebih bagus. Saya rasa transaksi mayoritas itu di bawah Rp1 juta,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengusulkan agar barang impor yang dijual di e-commerce dan nilainya di bawah Rp1 juta dilarang dijual di pasar daring. Sebab, bila tak ada aturan seperti itu maka ritel-ritel dan produk buatan pelaku UMKM dalam negeri akan tergerus.
Baca juga: Rahasia Sukses Bisnis Online bagi Ibu Rumah Tangga
&quot;Memang bukan ranahnya Kemenparekraf sendiri, tapi boleh dipush ke presiden barang senilai Rp1 juta mungkin tidak boleh dicarry sama e-commerce, supaya yang laku barang lokal, yang punya UMKM,&quot; kata Hary Tanoe saat berdiskusi dengan Menparekraf Wishnutama secara virtual dalam Manajer Forum MNC Group XL VIII, Kamis (23/7/2020).
&amp;nbsp;
Menurut dia, dengan meningkatnya transaksi e-commerce pada 2019 yang mencapai USD15 miliar, tak terlihat membawa pengaruh peningkatan ekonomi Indonesia yang signifikan.
&quot;Kalau bebas, devisa hilang. Banyak pengangguran, mereka juga tidak ciptakan lapangan kerja,&quot; ujarnya.
Baca juga: Belanja e-Commerce Tembus Rp20,7 Triliun, Beli Sembako pun Sekarang Online
Dia meyakini dengan nantinya diatur seperti itu, maka akan menyelamatkan devisa negara, pengusaha ritel dan UMKM di Tanah Air.
&quot;Itu menyelamatkan banyak ritel dan devisa kita. Kurs mungkin bisa lebih bagus. Saya rasa transaksi mayoritas itu di bawah Rp1 juta,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
