<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jack Ma hingga Colin Huang Jual Saham Gila-gilaan, Untungnya Fantastis</title><description>Ketiga miliarder papan atas asal China menjual saham perusahaan masing-masing senilai miliaran dolar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/278/2251506/jack-ma-hingga-colin-huang-jual-saham-gila-gilaan-untungnya-fantastis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/278/2251506/jack-ma-hingga-colin-huang-jual-saham-gila-gilaan-untungnya-fantastis"/><item><title>Jack Ma hingga Colin Huang Jual Saham Gila-gilaan, Untungnya Fantastis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/278/2251506/jack-ma-hingga-colin-huang-jual-saham-gila-gilaan-untungnya-fantastis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/278/2251506/jack-ma-hingga-colin-huang-jual-saham-gila-gilaan-untungnya-fantastis</guid><pubDate>Jum'at 24 Juli 2020 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Natasha Oktalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/24/278/2251506/jack-ma-hingga-colin-huang-jual-saham-gila-gilaan-untungnya-fantastis-oIn4ZPDQ8K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/24/278/2251506/jack-ma-hingga-colin-huang-jual-saham-gila-gilaan-untungnya-fantastis-oIn4ZPDQ8K.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ketiga miliarder papan atas asal China menjual saham perusahaan masing-masing senilai miliaran dolar.
Menurut pandangan analisis hal ini disebabkan karena Ketiga miliarder tersebut  ingin mengambil keuntungan dari pasar AS dan Hong Kong yang terlalu panas.
Ketiga miliarder itu adalah Jack Ma (Alibaba), Colin Huang (Pinduoduo) dan Ma Huateng (Tencent).
Baca Juga:&amp;nbsp;Fantastis, Elon Musk Bakal Terima Megabonus Rp30,6 Triliun
Penjualan saham terbesar dilakukan Jack Ma. Sebelumnya, Ma memutuskan untuk mengundurkan diri pada setahun lalu dari Alibaba dan memilih untuk menghabiskan waktu untuk kegiatan kemanusiaan (Filantropi).
Diketahui, dengan penjualan saham ini, kepemilikan saham Jack Ma di Alibaba menjadi 4,8% dari 6,0%. Kekayaan bersih milik dirinya saat ini diperkirakan mencapai USD48,8 miliar atau setara dengan Rp712 triliun (Dengan Kurs Rp14.616). Demikian seperti dilansir Forbes, Jakarta, Jumat (24/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Elon Musk Kini Lebih Kaya dari Warren Buffett
E-commerce milik Ma, menolak untuk menginformasikan jumlah saham yang dijual. Pihak regulator Hong Kong juga memberikan sebagian pembebasan kepada Alibaba untuk mengikuti persyaratan pengungkapannya karena sebagian besar sahamnya tidak diperdagangkan di Hong Kong, dan Alibaba mengklaim bahwa pihaknya telah mengungkapkan informasi yang memadai berdasarkan Undang-Undang Pertukaran AS.
Saham perusahaan milik Ma meningkat sejak bulan November tahun lalu. Meningkat lebih dari 41% sejak laporan kepemilikan 6,0%.
Selain Ma, Joseph Thai selaku Wakil ketua eksekutif Alibaba juga menjual saham kepemilikannya hampir USD1,4 miliar. Kekayaan milik Tsai saat ini diperkirakan mencapai USD12,9 miliar.Miliarder lainnya yang menjual saham perusahaan adalah Colin Huang dari Pinduoduo. Colin Huang memangkas saham kepemilikannya  menjadi 29,4% dari 44,3%.
Kemudian, Ma Huateng telah meraup total USD815 juta tahun ini dengan  mendivestasi saham USD555 juta yang terdaftar di Hong Kong pada Juni dan  saham senilai USD260 juta pada Januari.
Dengan nilai kekayaan bersih USD61,8 miliar. Ma Huateng berada di peringkat Nomor 1 di China.
Saham Nasdaq yang terdaftar di Pinduoduo naik lebih dari dua kali  lipat tahun ini, sementara saham Alibaba telah naik 16% pada NYSE dan  saham Tencent naik 45% di Hong Kong.
Baca juga: Sri Mulyani Siapkan Dana Khusus Rp10 Triliun untuk Daerah, Buat Apa?
Keuntungan bagi Pinduoduo datang saat pendapatan melonjak 44% di  kuartal pertama. Sebanyak 628 juta pengguna berbondong-bondong  mengunjungi dan berbelanja selama adanya Covid-19.
Perusahaan milik Huang memilih untuk tidak berkomentar, merujuk pada  surat yang diterbitkan oleh Huang pada 1 Juli. Dalam surat tersebut  dituliskan bahwa dirinya bersama dengan tim menyumbangkan 2,4% saham  perusahaan untuk amal dan mentransfer 7,7% sahamnya lagi kepada mitra  perusahaan yang akan memadai dalam sektor pendidikan.
Estimasi kekayaan bersih milik Huang diketahui mencapai USD29,1  miliar. Sementara itu, Alibaba diperkirakan akan mempertahankan kuncinya  di sektor e-commerce China. Bahkan dengan munculnya Pinduoduo, Alibaba  saat ini memiliki keuntungan yang tak terbantahkan dalam pemilihan dan  kualitas produk yang ditawarkan, terutama di benteng tradisional pakaian  dan kosmetik, kata Yang.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketiga miliarder papan atas asal China menjual saham perusahaan masing-masing senilai miliaran dolar.
Menurut pandangan analisis hal ini disebabkan karena Ketiga miliarder tersebut  ingin mengambil keuntungan dari pasar AS dan Hong Kong yang terlalu panas.
Ketiga miliarder itu adalah Jack Ma (Alibaba), Colin Huang (Pinduoduo) dan Ma Huateng (Tencent).
Baca Juga:&amp;nbsp;Fantastis, Elon Musk Bakal Terima Megabonus Rp30,6 Triliun
Penjualan saham terbesar dilakukan Jack Ma. Sebelumnya, Ma memutuskan untuk mengundurkan diri pada setahun lalu dari Alibaba dan memilih untuk menghabiskan waktu untuk kegiatan kemanusiaan (Filantropi).
Diketahui, dengan penjualan saham ini, kepemilikan saham Jack Ma di Alibaba menjadi 4,8% dari 6,0%. Kekayaan bersih milik dirinya saat ini diperkirakan mencapai USD48,8 miliar atau setara dengan Rp712 triliun (Dengan Kurs Rp14.616). Demikian seperti dilansir Forbes, Jakarta, Jumat (24/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Elon Musk Kini Lebih Kaya dari Warren Buffett
E-commerce milik Ma, menolak untuk menginformasikan jumlah saham yang dijual. Pihak regulator Hong Kong juga memberikan sebagian pembebasan kepada Alibaba untuk mengikuti persyaratan pengungkapannya karena sebagian besar sahamnya tidak diperdagangkan di Hong Kong, dan Alibaba mengklaim bahwa pihaknya telah mengungkapkan informasi yang memadai berdasarkan Undang-Undang Pertukaran AS.
Saham perusahaan milik Ma meningkat sejak bulan November tahun lalu. Meningkat lebih dari 41% sejak laporan kepemilikan 6,0%.
Selain Ma, Joseph Thai selaku Wakil ketua eksekutif Alibaba juga menjual saham kepemilikannya hampir USD1,4 miliar. Kekayaan milik Tsai saat ini diperkirakan mencapai USD12,9 miliar.Miliarder lainnya yang menjual saham perusahaan adalah Colin Huang dari Pinduoduo. Colin Huang memangkas saham kepemilikannya  menjadi 29,4% dari 44,3%.
Kemudian, Ma Huateng telah meraup total USD815 juta tahun ini dengan  mendivestasi saham USD555 juta yang terdaftar di Hong Kong pada Juni dan  saham senilai USD260 juta pada Januari.
Dengan nilai kekayaan bersih USD61,8 miliar. Ma Huateng berada di peringkat Nomor 1 di China.
Saham Nasdaq yang terdaftar di Pinduoduo naik lebih dari dua kali  lipat tahun ini, sementara saham Alibaba telah naik 16% pada NYSE dan  saham Tencent naik 45% di Hong Kong.
Baca juga: Sri Mulyani Siapkan Dana Khusus Rp10 Triliun untuk Daerah, Buat Apa?
Keuntungan bagi Pinduoduo datang saat pendapatan melonjak 44% di  kuartal pertama. Sebanyak 628 juta pengguna berbondong-bondong  mengunjungi dan berbelanja selama adanya Covid-19.
Perusahaan milik Huang memilih untuk tidak berkomentar, merujuk pada  surat yang diterbitkan oleh Huang pada 1 Juli. Dalam surat tersebut  dituliskan bahwa dirinya bersama dengan tim menyumbangkan 2,4% saham  perusahaan untuk amal dan mentransfer 7,7% sahamnya lagi kepada mitra  perusahaan yang akan memadai dalam sektor pendidikan.
Estimasi kekayaan bersih milik Huang diketahui mencapai USD29,1  miliar. Sementara itu, Alibaba diperkirakan akan mempertahankan kuncinya  di sektor e-commerce China. Bahkan dengan munculnya Pinduoduo, Alibaba  saat ini memiliki keuntungan yang tak terbantahkan dalam pemilihan dan  kualitas produk yang ditawarkan, terutama di benteng tradisional pakaian  dan kosmetik, kata Yang.</content:encoded></item></channel></rss>
