<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Hal Penting Ajarkan Anak Mengelola Keuangan</title><description>Anak yang mengerti konsep keuangan sejak dini akan lebih mudah untuk  mengatur dan mengelola keuangannya kelak di masa yang akan datang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/320/2251393/4-hal-penting-ajarkan-anak-mengelola-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/320/2251393/4-hal-penting-ajarkan-anak-mengelola-keuangan"/><item><title>4 Hal Penting Ajarkan Anak Mengelola Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/320/2251393/4-hal-penting-ajarkan-anak-mengelola-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/320/2251393/4-hal-penting-ajarkan-anak-mengelola-keuangan</guid><pubDate>Jum'at 24 Juli 2020 22:06 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/24/320/2251393/4-hal-penting-ajarkan-anak-mengelola-keuangan-sSmUYhW14h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/24/320/2251393/4-hal-penting-ajarkan-anak-mengelola-keuangan-sSmUYhW14h.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Penting untuk memberi edukasi kepada anak mengenai keuangan. Anak yang mengerti konsep keuangan sejak dini akan lebih mudah untuk mengatur dan mengelola keuangannya kelak di masa yang akan datang.
Seperti dikutip dari laman Instagram Pritaghozie, Jakarta, Jumat (23/7/2020), dari beberapa literatur terdapat empat poin perihal yang perlu diajarkan kepada anak tentang uang. Berikut merupakan poin-poin yang sekiranya sudah dapat diajarkan kepada anak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Siapkan Tabungan untuk Kebutuhan Pasca-Nikah, Untuk Apa Saja Ya?
1. Earning money
Hal ini meliputi memberikan pengertian kepada anak bagaimana uang itu diperoleh. Sala satu bahaya mengajak anak ke ATM tanpa penjelasan adalah mereka pikir itu mesin ajaib pencetak uang.
Tidak jarang, anak hingga usia 12 tahun belum paham seberapa dahsyat orang tua harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan.
2. Spending money
Sejak awal Prita menceritakan tidak pernah melarang anak-anaknya untuk membelanjakan uang saku maupun uang hadiah. Uang adalah alat tukar, bukan alat penimbun kekayaan. Yang perlu diajarkan yaitu konsep alokasi berapa persen yang wajar untuk membelanjakan uang yang telah diperoleh.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gaji-13 Cair PNS Auto Girang, Tak Ragu Kurban hingga Bisa Nabung
Wajar saja banyak first jobber yang kaget saat mendapat gaji pertama, lalu menghabiskan penghasilan tersebut untuk hal-hal yang kurang berfaedah.
3. Saving money
Saat masih usia pra-sekolah, anak memiliki celengan pribadi di rumah. Tapi, yang diajarkan adalah mereka harus punya tujuan yang jelas untuk celengan tersebut.
Misalnya, anak membuat tujuan celengan untuk membeli mainan. Lalu, saat memasuki usia SD, mereka membuka tabungan atas namanya sendiri ke Bank. Nah, goalsnya pada saat SMP, anak sudah bisa mulai belajar berinvestasi di Emas dan Reksa dana.4. Giving money
Jangan lupa, sebagian dari harta kita adalah milik orang lain. Nah,  anak juga perlu memahami hal tersebut. Ajak anak untuk bisa sharing  snack ke teman, lalu secara rutin bersedekah melalui kotak amal.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gaji ke-13 PNS Bagian dari Stimulus Ekonomi
Prita mengungkapkan, &quot;Children see, children do.&quot; Anak adalah makhluk  kebiasaan. Pandai atau tidaknya anak dalam mengelola uang merupakan  salah satu bentuk hasil tiruan atas perbuatan orang tuanya. Apa pun yang  orang tua lakukan merupakan pesan tersirat bagi anak. Maka, sudah  selayaknya orang tua memberikan contoh yang terbaik bagi amanah terbesar  darinya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penting untuk memberi edukasi kepada anak mengenai keuangan. Anak yang mengerti konsep keuangan sejak dini akan lebih mudah untuk mengatur dan mengelola keuangannya kelak di masa yang akan datang.
Seperti dikutip dari laman Instagram Pritaghozie, Jakarta, Jumat (23/7/2020), dari beberapa literatur terdapat empat poin perihal yang perlu diajarkan kepada anak tentang uang. Berikut merupakan poin-poin yang sekiranya sudah dapat diajarkan kepada anak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Siapkan Tabungan untuk Kebutuhan Pasca-Nikah, Untuk Apa Saja Ya?
1. Earning money
Hal ini meliputi memberikan pengertian kepada anak bagaimana uang itu diperoleh. Sala satu bahaya mengajak anak ke ATM tanpa penjelasan adalah mereka pikir itu mesin ajaib pencetak uang.
Tidak jarang, anak hingga usia 12 tahun belum paham seberapa dahsyat orang tua harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan.
2. Spending money
Sejak awal Prita menceritakan tidak pernah melarang anak-anaknya untuk membelanjakan uang saku maupun uang hadiah. Uang adalah alat tukar, bukan alat penimbun kekayaan. Yang perlu diajarkan yaitu konsep alokasi berapa persen yang wajar untuk membelanjakan uang yang telah diperoleh.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gaji-13 Cair PNS Auto Girang, Tak Ragu Kurban hingga Bisa Nabung
Wajar saja banyak first jobber yang kaget saat mendapat gaji pertama, lalu menghabiskan penghasilan tersebut untuk hal-hal yang kurang berfaedah.
3. Saving money
Saat masih usia pra-sekolah, anak memiliki celengan pribadi di rumah. Tapi, yang diajarkan adalah mereka harus punya tujuan yang jelas untuk celengan tersebut.
Misalnya, anak membuat tujuan celengan untuk membeli mainan. Lalu, saat memasuki usia SD, mereka membuka tabungan atas namanya sendiri ke Bank. Nah, goalsnya pada saat SMP, anak sudah bisa mulai belajar berinvestasi di Emas dan Reksa dana.4. Giving money
Jangan lupa, sebagian dari harta kita adalah milik orang lain. Nah,  anak juga perlu memahami hal tersebut. Ajak anak untuk bisa sharing  snack ke teman, lalu secara rutin bersedekah melalui kotak amal.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gaji ke-13 PNS Bagian dari Stimulus Ekonomi
Prita mengungkapkan, &quot;Children see, children do.&quot; Anak adalah makhluk  kebiasaan. Pandai atau tidaknya anak dalam mengelola uang merupakan  salah satu bentuk hasil tiruan atas perbuatan orang tuanya. Apa pun yang  orang tua lakukan merupakan pesan tersirat bagi anak. Maka, sudah  selayaknya orang tua memberikan contoh yang terbaik bagi amanah terbesar  darinya.</content:encoded></item></channel></rss>
