<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Alasan Pembayaran Digital Jadi Favorit Milenial</title><description>Perkembangan teknologi digital yang begitu masif membuat  konsumen ingin pelayanan yang lebih cepat dan nyaman dalam semua elemen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/320/2251597/5-alasan-pembayaran-digital-jadi-favorit-milenial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/320/2251597/5-alasan-pembayaran-digital-jadi-favorit-milenial"/><item><title>5 Alasan Pembayaran Digital Jadi Favorit Milenial</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/320/2251597/5-alasan-pembayaran-digital-jadi-favorit-milenial</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/24/320/2251597/5-alasan-pembayaran-digital-jadi-favorit-milenial</guid><pubDate>Jum'at 24 Juli 2020 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/24/320/2251597/5-alasan-pembayaran-digital-jadi-favorit-milenial-eDOHwUXM4k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personal Finance (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/24/320/2251597/5-alasan-pembayaran-digital-jadi-favorit-milenial-eDOHwUXM4k.jpg</image><title>Personal Finance (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan teknologi digital yang begitu masif membuat  konsumen ingin pelayanan yang lebih cepat dan nyaman dalam semua elemen.  Termasuk juga dalam hal jual beli maupun pembayaran.

Hal ini pun dibaca oleh para perusahaan teknologi untuk bersaing  menyediakan pelayanan yang lebih cepat dan nyaman bagi konsumennya.  Misalnya dalam hal pembayaran yang memastikan para konsumen bisa  melakukannya dengan cepat tanpa khawatir mengganggu bisnisnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Keuntungan Ekonomi Digital, Investor Asing Bisa Serbu Indonesia
Kini pembayaran lewat digital pun semakin berkembang pesat. Para  penggunanya pun terus tumbuh, dan perusahaan penyedia jasanya pun sudah  semakin tumbuh pesat dan mulai menjamur keberadaannya.

Lantas apa saja sih yang membuat pembayaran digital berkembang pesat ?  Mengutip dari halaman Business Insider, Jakarta, Jumat (24/7/2020), ada  5 faktor yang membuat pembayaran digital tumbuh dan berkembang begitu  cepat, berikut daftarnya:

 
1.  Perusahaan Teknologi

Perkembangan pembayaran digital ini tidak terlepas dari  bermunculannya perusahaan teknologi. Wajar saja, perusahaan teknologi  tentunya tergiur akan potensi pendapatan yang begitu besar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Digitalisasi, OJK Yakin Nasabah Tak Mau Lagi ke Kantor Cabang
Di Amerika Serikat saja, perusahaan teknologi raksasa bisa meraup 40%  dari USD1,35 triliun yang berhasil didapatkan dari bank-bank  konvensional di AS. Hal tersebut dirasa wajar karena pasarnya yang cukup  tinggi.

Sebagai salah satu contohnya adalah pelanggan Amazon Prime yang  90%nya merupakan pelanggan rumah tangga dengan pendapatan USD112 ribu  bahkan lebih. Sepertiga dari pelanggan utama sudah menggunakan metode  pembayaran digital milik amazon.

 
2. Generasi Z

Faktor lainnya adalah Generasi Z. Mengingat, sebagian besar Generasi Z  ini merupakan pasar dari bisnis digital mengingat hampir mayoritas  sudah melek teknologi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sistem Pembayaran Moda Transportasi Terintegrasi Bukti Indonesia Bukan Bangsa Wacana
Ada 68 juta Generasi Z di Amerika Serikat yang berkontribusi hingga  USD143 juta pada daya beli. Bahkan, 93% orang tua dari  Generasi Z yang   mengatakan anak-anak mereka sangat mempengaruhi pengeluaran rumah  tangga mereka.

Bahkan lebih dari setengah generasi Z sudah menggunakan dompet digital setidaknya sebulan sekali untuk belanja.

 3. Sosial Media

Pasar perdagangan sosial AS akan bernilai USD22 miliar pada 2019 dan melonjak hingga USD84,2 miliar pada 2024

58% konsumen mengatakan media sosial mempengaruhi keputusan pembelian  mereka selama rata-rata konsumen global menghabiskan 2 jam dan 20 menit  pada media social

39% dari 16 hingga 24 tahun konsumen Inggris telah melakukan pembelian dari situs pengecer melalui instagram.

 
4. E-commerce dan M-commerce

Belanja berbasis PC tetap menjadi saluran paling populer untuk  belanja online dan diperkirakan akan tumbuh hingga USD555 miliar pada  2023 mendatang. Angka tersebut setengah dari total pengguna online di  Amerika Serikat.

Sedangkan transaksi lewat handphone diperkirakan akan tumbuh 24%  hingga 2023 mendatang. Bahkan, angka tersebut akan mencapai 39% dari  seluruh penjualan perdagangan elektronik

 
5. Checkout Otomatis

Saat ini hanya 34% konsumen melaporkan sangat puas dengan pengalaman  checkout saat berbelanja bahan makanan. Jumlah toko yang menggunakan  checkout otomatis akan meningkat menjadi 10.000 pada tahun 2024

Volume pembayaran otomatis diperkirakan akan melonjak dari di bawah  USD70 juta menjadi lebih dari USD20 miliar pada tahun 2024 mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan teknologi digital yang begitu masif membuat  konsumen ingin pelayanan yang lebih cepat dan nyaman dalam semua elemen.  Termasuk juga dalam hal jual beli maupun pembayaran.

Hal ini pun dibaca oleh para perusahaan teknologi untuk bersaing  menyediakan pelayanan yang lebih cepat dan nyaman bagi konsumennya.  Misalnya dalam hal pembayaran yang memastikan para konsumen bisa  melakukannya dengan cepat tanpa khawatir mengganggu bisnisnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Keuntungan Ekonomi Digital, Investor Asing Bisa Serbu Indonesia
Kini pembayaran lewat digital pun semakin berkembang pesat. Para  penggunanya pun terus tumbuh, dan perusahaan penyedia jasanya pun sudah  semakin tumbuh pesat dan mulai menjamur keberadaannya.

Lantas apa saja sih yang membuat pembayaran digital berkembang pesat ?  Mengutip dari halaman Business Insider, Jakarta, Jumat (24/7/2020), ada  5 faktor yang membuat pembayaran digital tumbuh dan berkembang begitu  cepat, berikut daftarnya:

 
1.  Perusahaan Teknologi

Perkembangan pembayaran digital ini tidak terlepas dari  bermunculannya perusahaan teknologi. Wajar saja, perusahaan teknologi  tentunya tergiur akan potensi pendapatan yang begitu besar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Digitalisasi, OJK Yakin Nasabah Tak Mau Lagi ke Kantor Cabang
Di Amerika Serikat saja, perusahaan teknologi raksasa bisa meraup 40%  dari USD1,35 triliun yang berhasil didapatkan dari bank-bank  konvensional di AS. Hal tersebut dirasa wajar karena pasarnya yang cukup  tinggi.

Sebagai salah satu contohnya adalah pelanggan Amazon Prime yang  90%nya merupakan pelanggan rumah tangga dengan pendapatan USD112 ribu  bahkan lebih. Sepertiga dari pelanggan utama sudah menggunakan metode  pembayaran digital milik amazon.

 
2. Generasi Z

Faktor lainnya adalah Generasi Z. Mengingat, sebagian besar Generasi Z  ini merupakan pasar dari bisnis digital mengingat hampir mayoritas  sudah melek teknologi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sistem Pembayaran Moda Transportasi Terintegrasi Bukti Indonesia Bukan Bangsa Wacana
Ada 68 juta Generasi Z di Amerika Serikat yang berkontribusi hingga  USD143 juta pada daya beli. Bahkan, 93% orang tua dari  Generasi Z yang   mengatakan anak-anak mereka sangat mempengaruhi pengeluaran rumah  tangga mereka.

Bahkan lebih dari setengah generasi Z sudah menggunakan dompet digital setidaknya sebulan sekali untuk belanja.

 3. Sosial Media

Pasar perdagangan sosial AS akan bernilai USD22 miliar pada 2019 dan melonjak hingga USD84,2 miliar pada 2024

58% konsumen mengatakan media sosial mempengaruhi keputusan pembelian  mereka selama rata-rata konsumen global menghabiskan 2 jam dan 20 menit  pada media social

39% dari 16 hingga 24 tahun konsumen Inggris telah melakukan pembelian dari situs pengecer melalui instagram.

 
4. E-commerce dan M-commerce

Belanja berbasis PC tetap menjadi saluran paling populer untuk  belanja online dan diperkirakan akan tumbuh hingga USD555 miliar pada  2023 mendatang. Angka tersebut setengah dari total pengguna online di  Amerika Serikat.

Sedangkan transaksi lewat handphone diperkirakan akan tumbuh 24%  hingga 2023 mendatang. Bahkan, angka tersebut akan mencapai 39% dari  seluruh penjualan perdagangan elektronik

 
5. Checkout Otomatis

Saat ini hanya 34% konsumen melaporkan sangat puas dengan pengalaman  checkout saat berbelanja bahan makanan. Jumlah toko yang menggunakan  checkout otomatis akan meningkat menjadi 10.000 pada tahun 2024

Volume pembayaran otomatis diperkirakan akan melonjak dari di bawah  USD70 juta menjadi lebih dari USD20 miliar pada tahun 2024 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
