<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta Vaksin Corona Made in China yang Bisa Saja Gagal</title><description>Vaksin virus Corona atau Covid-19 mulai terlihat di depan mata</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/25/320/2251669/7-fakta-vaksin-corona-made-in-china-yang-bisa-saja-gagal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/25/320/2251669/7-fakta-vaksin-corona-made-in-china-yang-bisa-saja-gagal"/><item><title>7 Fakta Vaksin Corona Made in China yang Bisa Saja Gagal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/25/320/2251669/7-fakta-vaksin-corona-made-in-china-yang-bisa-saja-gagal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/25/320/2251669/7-fakta-vaksin-corona-made-in-china-yang-bisa-saja-gagal</guid><pubDate>Sabtu 25 Juli 2020 09:07 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/24/320/2251669/7-fakta-vaksin-corona-made-in-china-yang-bisa-saja-gagal-7epeorHh2y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Obat (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/24/320/2251669/7-fakta-vaksin-corona-made-in-china-yang-bisa-saja-gagal-7epeorHh2y.jpg</image><title>Obat (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Vaksin virus Corona atau Covid-19 mulai terlihat di depan mata. Pasalnya, saat ini beberapa negara sedang mengembangkan vaksin tersebut, begitu juga di Indonesia.

Baru-baru ini, Indonesia menerima kiriman vaksin virus corona buatan perusahaan China, Sinovac Biotech.

Vaksin buatan Sinovac merupakan salah satu kandidat terdepan dalam upaya pengobatan virus corona. Di Indonesia, Sinovac Biotech bekerja sama dengan Biofarma untuk melakukan uji coba tahap III, untuk melihat tingkat keampuhannya.

Mengutip artikel Okezone, Jakarta, Sabtu (25/7/2020), berikut fakta-fakta soal vaksin Corona di Indonesia:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jika Lolos Uji Klinis Tahap III, Vaksin Sinovac Diklaim Bisa Musnahkan Covid-19
 
1. Vaksin Corona Made in China
Indonesia menerima kiriman vaksin virus corona buatan perusahaan China, Sinovac Biotech.

Vaksin buatan Sinovac merupakan salah satu kandidat terdepan dalam upaya pengobatan virus corona. Vaksin itu telah memasuki uji coba fase III pada awal Juli dan menjadi salah satu vaksin yang akan memasuki uji coba tahap akhir.

 
2. Vaksin Sinovac Masuki Tahap Uji Coba Fase III
Di Indonesia, Sinovac Biotech bekerja sama dengan Biofarma untuk melakukan uji coba tahap III, untuk melihat tingkat keampuhannya.

Presiden Joko Widodo mengatakan, proses dan protokol fase uji klinis tersebut akan mendapatkan pendampingan ketat dari BPOM. Apabila dinyatakan lolos, BPOM akan mempercepat pemberian izin edarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Vaksin Made in China Disuntik ke Orang Positif Covid-19, Gimana Reaksinya?
&quot;Adapun produksinya sekali lagi, apabila uji klinis tahap ketiga ini berhasil, maka akan dilaksanakan oleh Bio Farma,&quot; ujarnya.

Menurut laporan yang saya terima, BUMN kita sudah siap memproduksi vaksin ini dengan kapasitas 100 juta dosis per tahun, bahkan bisa ditingkatkan jadi 250 juta dosis,&quot; jelas Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

 
3. Diujicoba ke Manusia pada Agustus
Terkait dengan rencana uji klinis tahap III tersebut, menurut Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, vaksin akan disuntikkan pada 1.620 orang dengan kriteria berusia 18-59 tahun dan kriteria lainnya.

&quot;Sample pengujian vaksin Sinovac ini sebanyak 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu. Untuk keseluruhan, kami menerima 2.400 vaksin, sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN),&quot; kata dia melalui pesan tertulis.

Vaksin yang sudah ada di Bio Farma tersebut akan diujikan ke subjek penelitian direncanakan pada Agustus mendatang. Namun, sebelum disuntikkan ke manusia, menurut keterangan Bio Farma, pihaknya akan melakukan beberapa tahapan pengujian lagi.
4. Uji Klinis Vaksin Corona Made in China Bisa Gagal
PT Bio Farma (Persero) menyatakan bahwa uji klinis fase ketiga vaksin  Covid-19 buatan Sinovac tak menutup kemungkinan berakhir gagal. Sebab,  sebuah vaksin dinyatakan berhasil bila telah melalui tahapan pengujian  terhadap sebuah subjek, yang mana itu akan memakan waktu paling lama 6  bulan.

&quot;Yaitu fungsi dari uji klinis itu. Jadi artinya zona-zona (gagal) itu  masih mungkin. Kita menunggu dalam 6 bulan ini,&quot; kata Head of Corporate  Communication Bio Farma Iwan Setiawan.

Dia menjelaskan, uji klinis tahap akhir ini juga dilakukan di Brasil,  Turki dan Chile. Dari seluruh negara yang menerima vaksin itu hasilnya  harus sama, yaitu bisa digunakan kepada setiap orang yang mengidap  Covid-19.

&quot;Uji terakhir ini harus dilakukan multicenter. Hasilnya harus sama. Kalau tidak lulus itu tidak bisa digunakan,&quot; ujarnya.

 
5. Uji Klinis Vaksin Corona Makan Waktu 6 Bulan

PT Bio Farma (Persero) menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas  Padjajaran, Bandung untuk melakukan uji klinis tahap ketiga vaksin  Covid-19 produksi Sinovac Biotech, Ltd asal China. Waktu yang dibutuhkan  untuk mengetahui apakah vaksin itu berhasil atau gagal memakan waktu  selama 6 bulan.

&quot;Jadi ada masa inkubasi yang tidak kita bisa tawar menawar. Jadi  secara scientific 6 bulan itu adalah waktu yang optimal untuk melihat  reaksi dari vaksin ini,&quot; kata Head of Corporate Communication Bio Farma  Iwan Setiawan.

 
6. Akan Diproduksi Terbatas, Siapa Saja yang Berhak?
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto  mengungkapkan, pemerintah akan menyusun daftar prioritas pengguna vaksin  Corona (Covid-19) di Indonesia. Hal ini seiring masih terbatasnya  jumlah vaksin.

&quot;Siapa yang mendapatkan akan dipersiapkan pemerintah, karena  pemerintah punya data, apakah dana pemerintah sudah dianggarkan, dan  prioritas daerah yang terdampak paling berat, termasuk pada profesi  tertentu, jadi pemerintah buat skala prioritas siapa saja yang berhak  untuk bisa,&quot; kata Airlangga.

 
7. Jika Berhasil, Vaksin Covid-19 Siap Digunakan Awal 2021

Diterangkan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, uji klinis tahap  III itu dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan, sehingga  ditargetkan akan selesai pada Januari 2021.

&quot;Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap III lancar, maka Bio Farma  akan memproduksinya pada Kuartal I 2021 mendatang dan kami sudah  mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma dengan kapasitas  produksi maksimal di 250 juta dosis&quot;, ujar Honesti.</description><content:encoded>JAKARTA - Vaksin virus Corona atau Covid-19 mulai terlihat di depan mata. Pasalnya, saat ini beberapa negara sedang mengembangkan vaksin tersebut, begitu juga di Indonesia.

Baru-baru ini, Indonesia menerima kiriman vaksin virus corona buatan perusahaan China, Sinovac Biotech.

Vaksin buatan Sinovac merupakan salah satu kandidat terdepan dalam upaya pengobatan virus corona. Di Indonesia, Sinovac Biotech bekerja sama dengan Biofarma untuk melakukan uji coba tahap III, untuk melihat tingkat keampuhannya.

Mengutip artikel Okezone, Jakarta, Sabtu (25/7/2020), berikut fakta-fakta soal vaksin Corona di Indonesia:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jika Lolos Uji Klinis Tahap III, Vaksin Sinovac Diklaim Bisa Musnahkan Covid-19
 
1. Vaksin Corona Made in China
Indonesia menerima kiriman vaksin virus corona buatan perusahaan China, Sinovac Biotech.

Vaksin buatan Sinovac merupakan salah satu kandidat terdepan dalam upaya pengobatan virus corona. Vaksin itu telah memasuki uji coba fase III pada awal Juli dan menjadi salah satu vaksin yang akan memasuki uji coba tahap akhir.

 
2. Vaksin Sinovac Masuki Tahap Uji Coba Fase III
Di Indonesia, Sinovac Biotech bekerja sama dengan Biofarma untuk melakukan uji coba tahap III, untuk melihat tingkat keampuhannya.

Presiden Joko Widodo mengatakan, proses dan protokol fase uji klinis tersebut akan mendapatkan pendampingan ketat dari BPOM. Apabila dinyatakan lolos, BPOM akan mempercepat pemberian izin edarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Vaksin Made in China Disuntik ke Orang Positif Covid-19, Gimana Reaksinya?
&quot;Adapun produksinya sekali lagi, apabila uji klinis tahap ketiga ini berhasil, maka akan dilaksanakan oleh Bio Farma,&quot; ujarnya.

Menurut laporan yang saya terima, BUMN kita sudah siap memproduksi vaksin ini dengan kapasitas 100 juta dosis per tahun, bahkan bisa ditingkatkan jadi 250 juta dosis,&quot; jelas Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

 
3. Diujicoba ke Manusia pada Agustus
Terkait dengan rencana uji klinis tahap III tersebut, menurut Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, vaksin akan disuntikkan pada 1.620 orang dengan kriteria berusia 18-59 tahun dan kriteria lainnya.

&quot;Sample pengujian vaksin Sinovac ini sebanyak 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu. Untuk keseluruhan, kami menerima 2.400 vaksin, sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN),&quot; kata dia melalui pesan tertulis.

Vaksin yang sudah ada di Bio Farma tersebut akan diujikan ke subjek penelitian direncanakan pada Agustus mendatang. Namun, sebelum disuntikkan ke manusia, menurut keterangan Bio Farma, pihaknya akan melakukan beberapa tahapan pengujian lagi.
4. Uji Klinis Vaksin Corona Made in China Bisa Gagal
PT Bio Farma (Persero) menyatakan bahwa uji klinis fase ketiga vaksin  Covid-19 buatan Sinovac tak menutup kemungkinan berakhir gagal. Sebab,  sebuah vaksin dinyatakan berhasil bila telah melalui tahapan pengujian  terhadap sebuah subjek, yang mana itu akan memakan waktu paling lama 6  bulan.

&quot;Yaitu fungsi dari uji klinis itu. Jadi artinya zona-zona (gagal) itu  masih mungkin. Kita menunggu dalam 6 bulan ini,&quot; kata Head of Corporate  Communication Bio Farma Iwan Setiawan.

Dia menjelaskan, uji klinis tahap akhir ini juga dilakukan di Brasil,  Turki dan Chile. Dari seluruh negara yang menerima vaksin itu hasilnya  harus sama, yaitu bisa digunakan kepada setiap orang yang mengidap  Covid-19.

&quot;Uji terakhir ini harus dilakukan multicenter. Hasilnya harus sama. Kalau tidak lulus itu tidak bisa digunakan,&quot; ujarnya.

 
5. Uji Klinis Vaksin Corona Makan Waktu 6 Bulan

PT Bio Farma (Persero) menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas  Padjajaran, Bandung untuk melakukan uji klinis tahap ketiga vaksin  Covid-19 produksi Sinovac Biotech, Ltd asal China. Waktu yang dibutuhkan  untuk mengetahui apakah vaksin itu berhasil atau gagal memakan waktu  selama 6 bulan.

&quot;Jadi ada masa inkubasi yang tidak kita bisa tawar menawar. Jadi  secara scientific 6 bulan itu adalah waktu yang optimal untuk melihat  reaksi dari vaksin ini,&quot; kata Head of Corporate Communication Bio Farma  Iwan Setiawan.

 
6. Akan Diproduksi Terbatas, Siapa Saja yang Berhak?
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto  mengungkapkan, pemerintah akan menyusun daftar prioritas pengguna vaksin  Corona (Covid-19) di Indonesia. Hal ini seiring masih terbatasnya  jumlah vaksin.

&quot;Siapa yang mendapatkan akan dipersiapkan pemerintah, karena  pemerintah punya data, apakah dana pemerintah sudah dianggarkan, dan  prioritas daerah yang terdampak paling berat, termasuk pada profesi  tertentu, jadi pemerintah buat skala prioritas siapa saja yang berhak  untuk bisa,&quot; kata Airlangga.

 
7. Jika Berhasil, Vaksin Covid-19 Siap Digunakan Awal 2021

Diterangkan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, uji klinis tahap  III itu dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan, sehingga  ditargetkan akan selesai pada Januari 2021.

&quot;Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap III lancar, maka Bio Farma  akan memproduksinya pada Kuartal I 2021 mendatang dan kami sudah  mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma dengan kapasitas  produksi maksimal di 250 juta dosis&quot;, ujar Honesti.</content:encoded></item></channel></rss>
