<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Oh Tidak! Defisit APBN 2021 Bisa Tekor di Atas 4% jika Covid-19 Tak Berakhir</title><description>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut defisit APBN 2020 terhadap PDB bisa kembali meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/25/320/2252071/oh-tidak-defisit-apbn-2021-bisa-tekor-di-atas-4-jika-covid-19-tak-berakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/25/320/2252071/oh-tidak-defisit-apbn-2021-bisa-tekor-di-atas-4-jika-covid-19-tak-berakhir"/><item><title>   Oh Tidak! Defisit APBN 2021 Bisa Tekor di Atas 4% jika Covid-19 Tak Berakhir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/25/320/2252071/oh-tidak-defisit-apbn-2021-bisa-tekor-di-atas-4-jika-covid-19-tak-berakhir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/25/320/2252071/oh-tidak-defisit-apbn-2021-bisa-tekor-di-atas-4-jika-covid-19-tak-berakhir</guid><pubDate>Sabtu 25 Juli 2020 18:37 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/25/320/2252071/oh-tidak-defisit-apbn-2021-bisa-tekor-di-atas-4-jika-covid-19-tak-berakhir-uTrAKSmcUT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Defisit APBN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/25/320/2252071/oh-tidak-defisit-apbn-2021-bisa-tekor-di-atas-4-jika-covid-19-tak-berakhir-uTrAKSmcUT.jpg</image><title>Defisit APBN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut defisit APBN terhadap PDB bisa kembali meningkat pada tahun 2021. Hal itu terjadi jika pandemi Covid-19 masih terus berlanjut.

&quot;Bisa saja tahun 2021 di atas 4% kalau Covid masih berlanjut,&quot; ujar Luhut dalam webinar Investasi di Tengah Pandemi, Sabtu (25/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Defisit APBN 2020 Bengkak ke 6,34%, Ini Penjelasan Menkeu&amp;nbsp;
Namun, jika Covid-19 bisa ditangani pada tahun 2020 tentu dengan ditemukannya vaksin, Luhut menyebut pemerintah telah menyiapkan skema lain untuk menurunkan tingkat defisit APBN.

&quot;Kalau Covid bisa mulai kita tangani dengan adanya vaksin tentu akan terjadi skenario yang disiapkan dan di tahun 2023 kita akan kembali di bawah 3%,&quot; kata dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Defisit APBN Melebar Jadi 6,34%, Ini Penyebabnya&amp;nbsp;
Luhut menegaskan bahwa selama ini pemerintah telah menahan rasio utang selalu di bawah 30%. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, hal ini bisa meningkatkan rasio utang hingga 38,1% di tahun 2023.

&quot;Namun, ini masih lebih rendah dibandingkan negara dunia lainnya, jadi kalau ada orang bilang utang kita berlebihan segala macam ya memang harus kita lakukan tetapi masih sangat sangat terkendali,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut defisit APBN terhadap PDB bisa kembali meningkat pada tahun 2021. Hal itu terjadi jika pandemi Covid-19 masih terus berlanjut.

&quot;Bisa saja tahun 2021 di atas 4% kalau Covid masih berlanjut,&quot; ujar Luhut dalam webinar Investasi di Tengah Pandemi, Sabtu (25/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Defisit APBN 2020 Bengkak ke 6,34%, Ini Penjelasan Menkeu&amp;nbsp;
Namun, jika Covid-19 bisa ditangani pada tahun 2020 tentu dengan ditemukannya vaksin, Luhut menyebut pemerintah telah menyiapkan skema lain untuk menurunkan tingkat defisit APBN.

&quot;Kalau Covid bisa mulai kita tangani dengan adanya vaksin tentu akan terjadi skenario yang disiapkan dan di tahun 2023 kita akan kembali di bawah 3%,&quot; kata dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Defisit APBN Melebar Jadi 6,34%, Ini Penyebabnya&amp;nbsp;
Luhut menegaskan bahwa selama ini pemerintah telah menahan rasio utang selalu di bawah 30%. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, hal ini bisa meningkatkan rasio utang hingga 38,1% di tahun 2023.

&quot;Namun, ini masih lebih rendah dibandingkan negara dunia lainnya, jadi kalau ada orang bilang utang kita berlebihan segala macam ya memang harus kita lakukan tetapi masih sangat sangat terkendali,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
