<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: 500 TKA Hasilkan Tenaga Kerja Ahli, Bukan Tukang Pacul</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara perihal maraknya kritikan  masyarakat terkait masuknya Tenaga  Kerja Asing (TKA) ke Tanah Air.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/26/320/2252211/menko-luhut-500-tka-hasilkan-tenaga-kerja-ahli-bukan-tukang-pacul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/26/320/2252211/menko-luhut-500-tka-hasilkan-tenaga-kerja-ahli-bukan-tukang-pacul"/><item><title>Menko Luhut: 500 TKA Hasilkan Tenaga Kerja Ahli, Bukan Tukang Pacul</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/26/320/2252211/menko-luhut-500-tka-hasilkan-tenaga-kerja-ahli-bukan-tukang-pacul</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/26/320/2252211/menko-luhut-500-tka-hasilkan-tenaga-kerja-ahli-bukan-tukang-pacul</guid><pubDate>Minggu 26 Juli 2020 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/26/320/2252211/menko-luhut-500-tka-hasilkan-tenaga-kerja-ahli-bukan-tukang-pacul-qY0mwfchif.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/26/320/2252211/menko-luhut-500-tka-hasilkan-tenaga-kerja-ahli-bukan-tukang-pacul-qY0mwfchif.jpeg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara perihal maraknya kritikan masyarakat yang diarahkan kepada pemerintah terkait masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Tanah Air. Adapun masuknya TKA ini dalam proyek hilirisasi yang digagas pemerintah.
Luhut mengatakan, TKA yang berasal dari China itu datang ke Tanah Air bukan bermaksud untuk menguasai lapangan kerja masyarakat Indonesia, melainkan sekaligus menjadi ahli untuk membuka lapangan kerja yang lebih luas.
Baca Juga: Komisi IX Akan Tinjau Langsung TKA China di Konawe
 
&quot;Ini teknologinya tidak pernah kita kerjakan, teknologinya tidak pernah kita ga pernah kuasai padahal kita punya. Berapa banyak orang Chinanya berapa banyak orang Indonesia, sekarang sudah hampir 45.000 pekerja di sana, Chinanya mungkin 3.000an lainnya orang Indonesia dan gajinya lulusan SMA Rp8-10 juta,&quot; ujar Luhut dalam Webinar, Minggu (26/7/2020).
Luhut menyebut masyarakat saat ini banyak melakukan keributan yang tidak perlu mengenai TKA. Seperti yang belum lama ini diributkan mengenai masuknya 500 TKA dari China, padahal menurut purnawirawan Jenderal TNI ini para TKA tersebut akan menciptakan lapangan kerja baru.
Baca Juga: 500 TKA China Akan Dipekerjakan di Batam, Ini Penjelasan Menaker
 
&quot;5.000 ahli, bukan lapangan kerja tukang pacul tapi lapangan kerja operator dan ditraining selama mereka di sana,&quot; kata dia.
&quot;Jadi, kalau ada yang ribut ribut anda merusak masa depan republik dan masa depan generasi mu. Ayo kita ajak kamu liat ke sana, kan saya sudah pernah bilang kalau saya salah saya cium tangan mu, tapi kalau kamu salah kamu cium tangan saya,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara perihal maraknya kritikan masyarakat yang diarahkan kepada pemerintah terkait masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Tanah Air. Adapun masuknya TKA ini dalam proyek hilirisasi yang digagas pemerintah.
Luhut mengatakan, TKA yang berasal dari China itu datang ke Tanah Air bukan bermaksud untuk menguasai lapangan kerja masyarakat Indonesia, melainkan sekaligus menjadi ahli untuk membuka lapangan kerja yang lebih luas.
Baca Juga: Komisi IX Akan Tinjau Langsung TKA China di Konawe
 
&quot;Ini teknologinya tidak pernah kita kerjakan, teknologinya tidak pernah kita ga pernah kuasai padahal kita punya. Berapa banyak orang Chinanya berapa banyak orang Indonesia, sekarang sudah hampir 45.000 pekerja di sana, Chinanya mungkin 3.000an lainnya orang Indonesia dan gajinya lulusan SMA Rp8-10 juta,&quot; ujar Luhut dalam Webinar, Minggu (26/7/2020).
Luhut menyebut masyarakat saat ini banyak melakukan keributan yang tidak perlu mengenai TKA. Seperti yang belum lama ini diributkan mengenai masuknya 500 TKA dari China, padahal menurut purnawirawan Jenderal TNI ini para TKA tersebut akan menciptakan lapangan kerja baru.
Baca Juga: 500 TKA China Akan Dipekerjakan di Batam, Ini Penjelasan Menaker
 
&quot;5.000 ahli, bukan lapangan kerja tukang pacul tapi lapangan kerja operator dan ditraining selama mereka di sana,&quot; kata dia.
&quot;Jadi, kalau ada yang ribut ribut anda merusak masa depan republik dan masa depan generasi mu. Ayo kita ajak kamu liat ke sana, kan saya sudah pernah bilang kalau saya salah saya cium tangan mu, tapi kalau kamu salah kamu cium tangan saya,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
