<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garuda Indonesia Fokus ke Bisnis Kargo, Bisa Untung?</title><description>PT Garuda Indonesia (Persero) mengaku akan terus melakukan efisiensi  karena kinerja perseroan babak belur akibat pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/26/320/2252346/garuda-indonesia-fokus-ke-bisnis-kargo-bisa-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/26/320/2252346/garuda-indonesia-fokus-ke-bisnis-kargo-bisa-untung"/><item><title>Garuda Indonesia Fokus ke Bisnis Kargo, Bisa Untung?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/26/320/2252346/garuda-indonesia-fokus-ke-bisnis-kargo-bisa-untung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/26/320/2252346/garuda-indonesia-fokus-ke-bisnis-kargo-bisa-untung</guid><pubDate>Minggu 26 Juli 2020 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/26/320/2252346/garuda-indonesia-fokus-ke-bisnis-kargo-bisa-untung-Hm6MEr1yGS.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia (Foto: Ilustasi Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/26/320/2252346/garuda-indonesia-fokus-ke-bisnis-kargo-bisa-untung-Hm6MEr1yGS.JPG</image><title>Garuda Indonesia (Foto: Ilustasi Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) mengaku akan terus melakukan efisiensi karena kinerja perseroan babak belur akibat pandemi Covid-19. Salah satunya mendongkrak kinerja pertumbuhan bisnis lewat kargo.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, pendapatan maskapai plat merah itu turun 90% karena menurunnya jumlah penumpang. Karena itu bisnis kargo cukup menarik sambil menunggu kenaikan jumlah penumpang di tengah masa new normal.
Baca Juga:&amp;nbsp;Garuda Indonesia Fokus ke Bisnis Kargo, Tak Lagi Layani Penumpang?
Rencana Garuda Indonesia itu pun ditanggapi oleh pengamat penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC), Arista Atmadjati. Dia bilang, langkah yang diambil Garuda Indonesia sudah tepat. Namun begitu, dalam jangka pendek perseroan belum akan mendapat keuntungan dari bisnis kargo.
&quot;Kalau kondisi jangka panjang bisa (keuntungan). Semua maskapai melakukan itu seperti, Citilink.  Tapi jangka pendek keuntungan belum bisa,&quot; ujar Arista Atmadjati saat dihubungi, Minggu (26/7/2020).
Menurut dia, revenue hanya bisa diperoleh maskapai jika itu dilakukan secara jangka panjang. Apalagi, Garuda Indonesia hanya mendongkrak kinerja bisnis lewat kargo sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung dan akan fokus pada bisnis penumpang ketika vaksin ditemukan, hal itu lanjut Arista, hanya menutupi sekian% kerugian yang dialami maskapai plat merah saja.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dirut Garuda: Kami Satu-satunya BUMN yang Potong Gaji, Saya Kaget&amp;nbsp;
Keuntungan bisnis kargo, lanjut Arista, pun harus diiringi oleh kepemilikan pesawat full cargo freighter. Masalahnya, hingga kini Garuda Indonesia belum memiliki pesawat khusus kargo. Bahkan, kata dia, bisnis kargo pun belum memberikan kontribusi signifikan bagi industri penerbangan saat ini karena tingkat konsumsi masyarakat juga menurun.
&quot;Semua pesawat kita di Indonesia. Bisa memuat kargo kok, ya cuma itu revenue kargo cuma bisa berkontribusi maksimal 20%. Kecuali Garuda punya pesawat-pesawat full kargo freighter seperti Citilink yang sudah punya satu pesawat,&quot; ujarnya.Arista mengungkapkan, Garuda Indonesia sudah seharusnya memiliki  pesawat kargo sendiri karena kedepannya bisnis logistik dalam negeri  sangat potensial. Potensial bisnis itupun didukung oleh 30 bandara  berstandar internasional yang tersebar di beberapa wilayah.
Dirut Garuda Indonesia Akui Bisnis Kargo Bisa Kurangi Tekanan Finansial
Irfan Setiaputra selaku direktur utama Garuda Indonesia mengaku  bisnis kargo bisa mengurangi tekanan pada kinerja keuangan Garuda.  Padahal, sebelum pandemi, perusahaan hanya fokus menggarap penumpang.  Tapi, selama pandemi berlangsung jumlah penerbangan khusus kargo bisa  mencapai lebih dari 10 dalam sehari.
Bahkan, mantan direktur utama PT INTI (Persero) itu menyebut Garuda  akan kedatangan pesawat khusus kargo pada tahun ini. Namun, pengiriman  tertunda lantaran kondisi finansial yang sulit.
&quot;Tahun ini kita kedatangan pesawat khusus kargo, hanya karena kondisi  keuangan kita, maka kita lakukan penundaan. Jadi ke depan kita coba  fokus lagi ke kargo,&quot; ujarnya dalam Webinar beberapa hari lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) mengaku akan terus melakukan efisiensi karena kinerja perseroan babak belur akibat pandemi Covid-19. Salah satunya mendongkrak kinerja pertumbuhan bisnis lewat kargo.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, pendapatan maskapai plat merah itu turun 90% karena menurunnya jumlah penumpang. Karena itu bisnis kargo cukup menarik sambil menunggu kenaikan jumlah penumpang di tengah masa new normal.
Baca Juga:&amp;nbsp;Garuda Indonesia Fokus ke Bisnis Kargo, Tak Lagi Layani Penumpang?
Rencana Garuda Indonesia itu pun ditanggapi oleh pengamat penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC), Arista Atmadjati. Dia bilang, langkah yang diambil Garuda Indonesia sudah tepat. Namun begitu, dalam jangka pendek perseroan belum akan mendapat keuntungan dari bisnis kargo.
&quot;Kalau kondisi jangka panjang bisa (keuntungan). Semua maskapai melakukan itu seperti, Citilink.  Tapi jangka pendek keuntungan belum bisa,&quot; ujar Arista Atmadjati saat dihubungi, Minggu (26/7/2020).
Menurut dia, revenue hanya bisa diperoleh maskapai jika itu dilakukan secara jangka panjang. Apalagi, Garuda Indonesia hanya mendongkrak kinerja bisnis lewat kargo sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung dan akan fokus pada bisnis penumpang ketika vaksin ditemukan, hal itu lanjut Arista, hanya menutupi sekian% kerugian yang dialami maskapai plat merah saja.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dirut Garuda: Kami Satu-satunya BUMN yang Potong Gaji, Saya Kaget&amp;nbsp;
Keuntungan bisnis kargo, lanjut Arista, pun harus diiringi oleh kepemilikan pesawat full cargo freighter. Masalahnya, hingga kini Garuda Indonesia belum memiliki pesawat khusus kargo. Bahkan, kata dia, bisnis kargo pun belum memberikan kontribusi signifikan bagi industri penerbangan saat ini karena tingkat konsumsi masyarakat juga menurun.
&quot;Semua pesawat kita di Indonesia. Bisa memuat kargo kok, ya cuma itu revenue kargo cuma bisa berkontribusi maksimal 20%. Kecuali Garuda punya pesawat-pesawat full kargo freighter seperti Citilink yang sudah punya satu pesawat,&quot; ujarnya.Arista mengungkapkan, Garuda Indonesia sudah seharusnya memiliki  pesawat kargo sendiri karena kedepannya bisnis logistik dalam negeri  sangat potensial. Potensial bisnis itupun didukung oleh 30 bandara  berstandar internasional yang tersebar di beberapa wilayah.
Dirut Garuda Indonesia Akui Bisnis Kargo Bisa Kurangi Tekanan Finansial
Irfan Setiaputra selaku direktur utama Garuda Indonesia mengaku  bisnis kargo bisa mengurangi tekanan pada kinerja keuangan Garuda.  Padahal, sebelum pandemi, perusahaan hanya fokus menggarap penumpang.  Tapi, selama pandemi berlangsung jumlah penerbangan khusus kargo bisa  mencapai lebih dari 10 dalam sehari.
Bahkan, mantan direktur utama PT INTI (Persero) itu menyebut Garuda  akan kedatangan pesawat khusus kargo pada tahun ini. Namun, pengiriman  tertunda lantaran kondisi finansial yang sulit.
&quot;Tahun ini kita kedatangan pesawat khusus kargo, hanya karena kondisi  keuangan kita, maka kita lakukan penundaan. Jadi ke depan kita coba  fokus lagi ke kargo,&quot; ujarnya dalam Webinar beberapa hari lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
