<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Diguncang Corona, Pendapatan DKI Jakarta Merosot Rp31,13 Triliun</title><description>Pandemi virus corona (Covid-19) yang terjadi di Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat ekonomi terguncang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2252621/diguncang-corona-pendapatan-dki-jakarta-merosot-rp31-13-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2252621/diguncang-corona-pendapatan-dki-jakarta-merosot-rp31-13-triliun"/><item><title>   Diguncang Corona, Pendapatan DKI Jakarta Merosot Rp31,13 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2252621/diguncang-corona-pendapatan-dki-jakarta-merosot-rp31-13-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2252621/diguncang-corona-pendapatan-dki-jakarta-merosot-rp31-13-triliun</guid><pubDate>Senin 27 Juli 2020 12:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/27/320/2252621/diguncang-corona-pendapatan-dki-jakarta-merosot-rp31-13-triliun-aRijZEqIPa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendapatan Jakarta Turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/27/320/2252621/diguncang-corona-pendapatan-dki-jakarta-merosot-rp31-13-triliun-aRijZEqIPa.jpg</image><title>Pendapatan Jakarta Turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) yang terjadi di Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat ekonomi terguncang. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan guncangan ekonomi pada virus corona (Covid-19) mengalami tekanan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Begini Cara Anies Pulihkan Ekonomi Jakarta dari Pinjaman Rp12,5 Triliun
Alhasil, pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta turun hingga Rp31,13 triliun akibat pandemi virus corona. Tidak hanya DKI Jakarta, Jawa Barat juga mengalami penurunan hingga Rp4,21 triliun.

&quot;Kondisi penurunan PAD sebagai dampak dari yang dialami pemerintah provinsi DKI yang turun Rp31,13 triliun dan Provinsi Jabar Rp4,21 triliun,&quot; ujar Menko Airlangga dalam video virtual, Senin (27/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Tegas ke Anies-Kang Emil: Tolong Awasi Dana Rp11,5 Triliun di BPD
Airlangga mengatakan, dengan adanya penurunan PAD tersebut maka pemerintah memberikan dukungan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

&quot;Tentunya membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan tentunya selanjutnya PT SMI tadi sudah disaksikan bisa berikan bantuan terhadap itu,&quot; paparnya.
Menurutnya, pandemi virus corona membuat pemerintah harus menggelontorkan dana sekitar Rp607,65 triliun dalam rangka pemulihan ekonomi. Dana tersebut masing-masing untuk perlindungan sosial Rp203,9 triliun, insentif dunia usaha Rp120,6 triliun, UMKM Rp123,46 triliun, korporasi Rp53,57 triliun, sektoral dan pemda Rp106,11 triliun.

&quot;Beberapa hal yang dilakukan untuk menghindari dari resesi dilakukan langkah extraordinary untuk pemulihan di kuartal 3 dan kuartal 4. Belanja pemerintah secara besar besaran akan didorong sehingga permintaan dalam negeri meningkat dan dunia usaha mulai bergerak untuk investasi sehingga diharapkan ekonomi mulai pulih di semester II 2020,&quot; katanya.

Airlangga menambahkan, pemerintah juga telah menyusun Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diharapkan bisa membangkitkan kembali ekonomi usai pandemi. Langkah terobosan tersebut akan dilakukan bersamaan dengan adaptasi kenormalan baru.

&quot;Pemerintah sudah susun Pemulihan Ekonomi Nasional untuk memulihkan ekonomi pasca Covid-19. Program exit strategy untuk membuka ekonomi bertahap dengan adaptasi kebiasaan baru, melakukan riset dan transformasi ekonomi untuk percepat pemulihan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) yang terjadi di Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat ekonomi terguncang. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan guncangan ekonomi pada virus corona (Covid-19) mengalami tekanan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Begini Cara Anies Pulihkan Ekonomi Jakarta dari Pinjaman Rp12,5 Triliun
Alhasil, pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta turun hingga Rp31,13 triliun akibat pandemi virus corona. Tidak hanya DKI Jakarta, Jawa Barat juga mengalami penurunan hingga Rp4,21 triliun.

&quot;Kondisi penurunan PAD sebagai dampak dari yang dialami pemerintah provinsi DKI yang turun Rp31,13 triliun dan Provinsi Jabar Rp4,21 triliun,&quot; ujar Menko Airlangga dalam video virtual, Senin (27/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Tegas ke Anies-Kang Emil: Tolong Awasi Dana Rp11,5 Triliun di BPD
Airlangga mengatakan, dengan adanya penurunan PAD tersebut maka pemerintah memberikan dukungan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

&quot;Tentunya membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan tentunya selanjutnya PT SMI tadi sudah disaksikan bisa berikan bantuan terhadap itu,&quot; paparnya.
Menurutnya, pandemi virus corona membuat pemerintah harus menggelontorkan dana sekitar Rp607,65 triliun dalam rangka pemulihan ekonomi. Dana tersebut masing-masing untuk perlindungan sosial Rp203,9 triliun, insentif dunia usaha Rp120,6 triliun, UMKM Rp123,46 triliun, korporasi Rp53,57 triliun, sektoral dan pemda Rp106,11 triliun.

&quot;Beberapa hal yang dilakukan untuk menghindari dari resesi dilakukan langkah extraordinary untuk pemulihan di kuartal 3 dan kuartal 4. Belanja pemerintah secara besar besaran akan didorong sehingga permintaan dalam negeri meningkat dan dunia usaha mulai bergerak untuk investasi sehingga diharapkan ekonomi mulai pulih di semester II 2020,&quot; katanya.

Airlangga menambahkan, pemerintah juga telah menyusun Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diharapkan bisa membangkitkan kembali ekonomi usai pandemi. Langkah terobosan tersebut akan dilakukan bersamaan dengan adaptasi kenormalan baru.

&quot;Pemerintah sudah susun Pemulihan Ekonomi Nasional untuk memulihkan ekonomi pasca Covid-19. Program exit strategy untuk membuka ekonomi bertahap dengan adaptasi kebiasaan baru, melakukan riset dan transformasi ekonomi untuk percepat pemulihan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
