<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kopi Arabika Purbalingga, Potensi Lokal dengan Kualitas Internasional</title><description>Di kalangan pecinta kopi di Purbalingga, Kopi Arabika Gunung Malang sudah menunjukkan kualitasnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2252689/kopi-arabika-purbalingga-potensi-lokal-dengan-kualitas-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2252689/kopi-arabika-purbalingga-potensi-lokal-dengan-kualitas-internasional"/><item><title>Kopi Arabika Purbalingga, Potensi Lokal dengan Kualitas Internasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2252689/kopi-arabika-purbalingga-potensi-lokal-dengan-kualitas-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2252689/kopi-arabika-purbalingga-potensi-lokal-dengan-kualitas-internasional</guid><pubDate>Senin 27 Juli 2020 21:09 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Edi Purwanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/27/320/2252689/kopi-arabika-purbalingga-potensi-lokal-dengan-kualitas-internasional-SfjN19FFCC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kopi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/27/320/2252689/kopi-arabika-purbalingga-potensi-lokal-dengan-kualitas-internasional-SfjN19FFCC.jpg</image><title>Ilustrasi Kopi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>PURBALINGGA &amp;ndash; Jika selama ini Kabupaten Purbalingga lebih terkenal dengan produksi knalpot kendaraan berkualitas, ternyata ada komoditas lain yang juga tak kalah kualitasnya. Komoditas yang akan digenjot dan menjadi  produk andalan yakni kopi arabika gunung malang.
Di kalangan pecinta kopi di Purbalingga, Kopi Arabika Gunung Malang sudah menunjukkan kualitasnya. Bahkan, permintaan kopi Gunung malang dari pecinta kopi dari luar daerah juga cukup tinggi.
Kualitas kopi Arabika Gunung Malang dibenarkan  Trias Adi Pramono  dari komunitas pegiat kopi  &amp;lsquo;Ruang Kopi Purbalingga&amp;rsquo;. Permintaan kopi Gunung Malang cukup tinggi tapi kemampuan produksi petani kopi masih terbatas.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bos Kopi Kenangan: Jualan Kopi Itu Kualitas bukan Fasilitasnya
&amp;ldquo;kopi arabika Gunung Malang sudah dikenal di kalangan pecinta kopi. Banyak kedai kopi di purbalingga selalu kehabisan stok kopi Arabika Gunung Malang,&amp;rdquo; kata Trias usai memanen kopi di kebun kopi dusun Gunung Malang.
&amp;ldquo;Kopi Gunung Malang laris di kedai &amp;ndash; kedai kopi, hanya saja permintaan tinggi dari para pecinta kopi belum bisa dicukupi. Jika produksi kopi bisa digenjot lagi dan stabil, tentu berpengaruh terhadap  pendapatan para petani,&amp;rdquo; tambah trias.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ambil Peluang, Pria Ini Sukses Usaha Face Shield Bergambar Superhero
Hal ini dibenarkan Suyatno Karsum, salah satu petani kopi setempat. Karsum memberikan alasan keterbatasan lahan menjadi salah satu faktor penyebab produksi kopi dari Gunung Malang masih belum stabil.
&amp;ldquo;Petani kopi di dusun Gunung Malang  jumlahnya tak lebih dari 157 orang  dengan total luas kebun  63 hektar lahan ditanam kopi. Lahan yang ditanam kopi tidak ngumpul jadi satu namun menyebar dan ditanam di antara tanaman sayuran,&amp;rdquo; kata Karsum.Kopi arabika dari Gunung Malang  mudah diterima di kalangan pecinta  kopi karena rasa kopinya yang khas. Ditanam dan tumbuh di ketinggian  1400 &amp;ndash; 1700 mdpl di lereng Gunung Slamet, memiliki perpaduan rasa manis,  pahit, dan asam yang menyatu.
Melihat potensi kopi gunung malang bisa menjadi salah satu komoditas  andalan, Bupati purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi memberikan semangat  kepada para petani. Hari itu, bupati ikut memetik kopi bersama para  petani di kebun kopi. Pemkab Purbalingga akan memberikan bantuan berupa  bibit kopi agar Kopi Gunung Malang semakin dikenal oleh masyarakat luas.
&amp;ldquo;Terlebih ini sudah banyak permintaan baik dari Purbalingga maupun  dari luar Purbalingga sehingga apapun harus kita dukung. Apalagi, Gunung  Malang juga potensi alamnya luar biasa. Udaranya sejuk dan  pemandangannya luar biasa indah di kaki Gunung Slamet. Kita wacanakan  Gunung Malang menjadi salah satu tempat wisata edukasi khusus kopi   sehingga, kopi Arabika Gunung Malang bisa dikenal luas hingga  mancanegara,&amp;rdquo; pungkas bupati.</description><content:encoded>PURBALINGGA &amp;ndash; Jika selama ini Kabupaten Purbalingga lebih terkenal dengan produksi knalpot kendaraan berkualitas, ternyata ada komoditas lain yang juga tak kalah kualitasnya. Komoditas yang akan digenjot dan menjadi  produk andalan yakni kopi arabika gunung malang.
Di kalangan pecinta kopi di Purbalingga, Kopi Arabika Gunung Malang sudah menunjukkan kualitasnya. Bahkan, permintaan kopi Gunung malang dari pecinta kopi dari luar daerah juga cukup tinggi.
Kualitas kopi Arabika Gunung Malang dibenarkan  Trias Adi Pramono  dari komunitas pegiat kopi  &amp;lsquo;Ruang Kopi Purbalingga&amp;rsquo;. Permintaan kopi Gunung Malang cukup tinggi tapi kemampuan produksi petani kopi masih terbatas.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bos Kopi Kenangan: Jualan Kopi Itu Kualitas bukan Fasilitasnya
&amp;ldquo;kopi arabika Gunung Malang sudah dikenal di kalangan pecinta kopi. Banyak kedai kopi di purbalingga selalu kehabisan stok kopi Arabika Gunung Malang,&amp;rdquo; kata Trias usai memanen kopi di kebun kopi dusun Gunung Malang.
&amp;ldquo;Kopi Gunung Malang laris di kedai &amp;ndash; kedai kopi, hanya saja permintaan tinggi dari para pecinta kopi belum bisa dicukupi. Jika produksi kopi bisa digenjot lagi dan stabil, tentu berpengaruh terhadap  pendapatan para petani,&amp;rdquo; tambah trias.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ambil Peluang, Pria Ini Sukses Usaha Face Shield Bergambar Superhero
Hal ini dibenarkan Suyatno Karsum, salah satu petani kopi setempat. Karsum memberikan alasan keterbatasan lahan menjadi salah satu faktor penyebab produksi kopi dari Gunung Malang masih belum stabil.
&amp;ldquo;Petani kopi di dusun Gunung Malang  jumlahnya tak lebih dari 157 orang  dengan total luas kebun  63 hektar lahan ditanam kopi. Lahan yang ditanam kopi tidak ngumpul jadi satu namun menyebar dan ditanam di antara tanaman sayuran,&amp;rdquo; kata Karsum.Kopi arabika dari Gunung Malang  mudah diterima di kalangan pecinta  kopi karena rasa kopinya yang khas. Ditanam dan tumbuh di ketinggian  1400 &amp;ndash; 1700 mdpl di lereng Gunung Slamet, memiliki perpaduan rasa manis,  pahit, dan asam yang menyatu.
Melihat potensi kopi gunung malang bisa menjadi salah satu komoditas  andalan, Bupati purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi memberikan semangat  kepada para petani. Hari itu, bupati ikut memetik kopi bersama para  petani di kebun kopi. Pemkab Purbalingga akan memberikan bantuan berupa  bibit kopi agar Kopi Gunung Malang semakin dikenal oleh masyarakat luas.
&amp;ldquo;Terlebih ini sudah banyak permintaan baik dari Purbalingga maupun  dari luar Purbalingga sehingga apapun harus kita dukung. Apalagi, Gunung  Malang juga potensi alamnya luar biasa. Udaranya sejuk dan  pemandangannya luar biasa indah di kaki Gunung Slamet. Kita wacanakan  Gunung Malang menjadi salah satu tempat wisata edukasi khusus kopi   sehingga, kopi Arabika Gunung Malang bisa dikenal luas hingga  mancanegara,&amp;rdquo; pungkas bupati.</content:encoded></item></channel></rss>
