<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Molor, Hal yang Lumrah   </title><description>Masyarakat tidak akan berpikir mengenai waktu perjalanan atau travel time, sebab sektor ekonomi juga tidak bisa berjalan 100%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2253013/proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-molor-hal-yang-lumrah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2253013/proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-molor-hal-yang-lumrah"/><item><title>Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Molor, Hal yang Lumrah   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2253013/proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-molor-hal-yang-lumrah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/2253013/proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-molor-hal-yang-lumrah</guid><pubDate>Senin 27 Juli 2020 20:56 WIB</pubDate><dc:creator>Ichsan Amin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/27/320/2253013/proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-molor-hal-yang-lumrah-HDSOTfkTKW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Okezone.com/Michelle)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/27/320/2253013/proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-molor-hal-yang-lumrah-HDSOTfkTKW.jpg</image><title>Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Okezone.com/Michelle)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Transportasi Universitas Gajah Mada Agus Taufik Mulyono mengatakan, molornya target pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak akan berpengaruh banyak terhadap ekonomi maupun logistik di masa pandemi Covid-19. Menurut dia, di masa pandemi Covid-19, masyarakat tidak akan berpikir mengenai waktu perjalanan atau travel time, sebab sektor ekonomi juga tidak bisa berjalan 100%.
&amp;ldquo;Sebenarnya lebih dari itu, kalau cuma berpikir travel time tidak akan banyak pengaruhnya, sebab pandemi Covid-19 itu adalah permasalahan global. Dan lumrah bahwa semua proyek besar, terutama proyek infrastruktur bakal molor,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Senin (27/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Molor Lagi, Investasi Membengkak
Di masa pandemi Covid-19, kata dia, ekonomi yang digerakkan oleh logistik akan tetap berjalan dengan memanfaatkan jalur eksisting yang ada.
&amp;ldquo;Praktis perekonomian juga tidak berjalan 100% karena masih pandemi. Jadi kalau proyek infrastruktur itu molor ya wajar, karena pertimbangan kesehatan,&amp;rdquo; ujar Agus Taufik yang juga Ketua Presidium masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini.
Dia menjelaskan, akan berbeda berbicara proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebelum masa pandemi di mana Bandung sangat membutuhkan transportasi alternatif di luar yang tersedia saat ini seperti jalan tol dan kereta reguler.
Baca Juga:&amp;nbsp;Masa Kerja 2.000 TKA China di Proyek Kereta Cepat Hanya 6 Bulan
&amp;ldquo;Akan berbeda kalau kita bicara dampak ekonomi sebelum masa pandemi, jelas Bandung snagat membutuhkan proyek ini, sebab di bandung itu sangat jarang even-even internasional karena permasalahan akses. Lewat jalan tol, macet, naik kereta api juga terbatas,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dia menambahkan, molornya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih bisa dimaklumi selama perekonomian berjalan. &amp;ldquo;Meski tidak 100%, tapi sekarang kan fokus pemerintah bagaimana kesehatan itu bisa beriringan dengan produktivitas. Tapi tidak akan 100%, makanya tidak hanya proyek kereta cepat saja yang ditunda , namun kalau perlu semua proyek PSN ditunda karena masalah pandemi ini,&amp;rdquo; pungkasnya.Sementara itu, Anggota DPR Komisi V, Muhammad Aras mengatakan prihatin dengan ditundanya proyek Kereta Cepat jakarta-Bandung. Meski begitu dia memahami langkah pemerintah akibat penundaan karena alasan Covid-19.
&amp;ldquo;Tapi harus jelas penundaan itu juga hendaknya memberikan efek positif kepada masyarakat. Misalnya, kalau ada pengalihan anggaran, bisa dialihkan ke program padat karya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dia menambahkan, banyak hal yang harus diantisipasi pemerintah terkait dengan tertundanya pembangunan proyek infrastruktur di masa pandemi ini.
&amp;ldquo;Kita cukup memahami, selama ada alasan yang jelas dan Covid-19 ini harus diantisipasi dengan program yang lain memberikan efek positif kepada masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Transportasi Universitas Gajah Mada Agus Taufik Mulyono mengatakan, molornya target pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak akan berpengaruh banyak terhadap ekonomi maupun logistik di masa pandemi Covid-19. Menurut dia, di masa pandemi Covid-19, masyarakat tidak akan berpikir mengenai waktu perjalanan atau travel time, sebab sektor ekonomi juga tidak bisa berjalan 100%.
&amp;ldquo;Sebenarnya lebih dari itu, kalau cuma berpikir travel time tidak akan banyak pengaruhnya, sebab pandemi Covid-19 itu adalah permasalahan global. Dan lumrah bahwa semua proyek besar, terutama proyek infrastruktur bakal molor,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Senin (27/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Molor Lagi, Investasi Membengkak
Di masa pandemi Covid-19, kata dia, ekonomi yang digerakkan oleh logistik akan tetap berjalan dengan memanfaatkan jalur eksisting yang ada.
&amp;ldquo;Praktis perekonomian juga tidak berjalan 100% karena masih pandemi. Jadi kalau proyek infrastruktur itu molor ya wajar, karena pertimbangan kesehatan,&amp;rdquo; ujar Agus Taufik yang juga Ketua Presidium masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini.
Dia menjelaskan, akan berbeda berbicara proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebelum masa pandemi di mana Bandung sangat membutuhkan transportasi alternatif di luar yang tersedia saat ini seperti jalan tol dan kereta reguler.
Baca Juga:&amp;nbsp;Masa Kerja 2.000 TKA China di Proyek Kereta Cepat Hanya 6 Bulan
&amp;ldquo;Akan berbeda kalau kita bicara dampak ekonomi sebelum masa pandemi, jelas Bandung snagat membutuhkan proyek ini, sebab di bandung itu sangat jarang even-even internasional karena permasalahan akses. Lewat jalan tol, macet, naik kereta api juga terbatas,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dia menambahkan, molornya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih bisa dimaklumi selama perekonomian berjalan. &amp;ldquo;Meski tidak 100%, tapi sekarang kan fokus pemerintah bagaimana kesehatan itu bisa beriringan dengan produktivitas. Tapi tidak akan 100%, makanya tidak hanya proyek kereta cepat saja yang ditunda , namun kalau perlu semua proyek PSN ditunda karena masalah pandemi ini,&amp;rdquo; pungkasnya.Sementara itu, Anggota DPR Komisi V, Muhammad Aras mengatakan prihatin dengan ditundanya proyek Kereta Cepat jakarta-Bandung. Meski begitu dia memahami langkah pemerintah akibat penundaan karena alasan Covid-19.
&amp;ldquo;Tapi harus jelas penundaan itu juga hendaknya memberikan efek positif kepada masyarakat. Misalnya, kalau ada pengalihan anggaran, bisa dialihkan ke program padat karya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dia menambahkan, banyak hal yang harus diantisipasi pemerintah terkait dengan tertundanya pembangunan proyek infrastruktur di masa pandemi ini.
&amp;ldquo;Kita cukup memahami, selama ada alasan yang jelas dan Covid-19 ini harus diantisipasi dengan program yang lain memberikan efek positif kepada masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
