<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Ungkap Ekonomi RI Bakal Pulih Tercepat Setelah China</title><description>Jokowi kembali mengingatkan bahwa saat ini situasi ekonomi global berkembang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/320/2253167/jokowi-ungkap-ekonomi-ri-bakal-pulih-tercepat-setelah-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/320/2253167/jokowi-ungkap-ekonomi-ri-bakal-pulih-tercepat-setelah-china"/><item><title>Jokowi Ungkap Ekonomi RI Bakal Pulih Tercepat Setelah China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/320/2253167/jokowi-ungkap-ekonomi-ri-bakal-pulih-tercepat-setelah-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/320/2253167/jokowi-ungkap-ekonomi-ri-bakal-pulih-tercepat-setelah-china</guid><pubDate>Selasa 28 Juli 2020 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/28/320/2253167/jokowi-ungkap-ekonomi-ri-bakal-pulih-tercepat-setelah-china-EdQtfCzkQG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/28/320/2253167/jokowi-ungkap-ekonomi-ri-bakal-pulih-tercepat-setelah-china-EdQtfCzkQG.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan bahwa saat ini situasi ekonomi global berkembang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. Beberapa lembaga keuangan dunia juga  selalu merevisi prediksi-prediksi atas pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 maupun perkiraan di tahun 2021.
&amp;ldquo;Artinya sekali lagi masih penuh penuh dengan ketidakpastian,&amp;rdquo;  katanya saat membuka rapat terbatas secara virtual, Selasa (28/7/2020).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/07/23/66167/333934_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Luncurkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Meski begitu di tahun 2021 mendatang baik IMF, Bank dunia maupun OECD meyakini bahwa perekonomian akan  tumbuh positif. Dimana MF memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,4%. Sementara Bank Dunia 4,2% dan OECD 2,8-5,2%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tergantung Bisnis, Erick Thohir Sebut Ekonomi Pulih 100% di Kuartal I-2022&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya kira kalau perkiraan ini betul kita akan berada pada posisi ekonomi yang juga mestinya di atas pertumbuhan ekonomi dunia,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNy80LzEyMTg5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahkan Jokowi menyebut Indonesia masuk dalam kelompok negara yang diproyeksikan pemulihan ekonominya cepat.&amp;ldquo;Indonesia diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi  tercepat setelah China. Ini juga kalau proyeksi ini benar patut kita  syukuri,&amp;rdquo; tuturnya.
Namun, di tetap memperingatkan bahwa harus ada kewaspadaan  terhadap  terjadinya gelombang kedua covid-19 dan ketidakpastian ekonomi global di  tahun 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNS8xLzEyMTg3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Namun kita harus tetap waspada kemungkinan dan antisipasi kita  terhadap risiko terjadinya gelombang kedua, second wave  dan  masih  berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global di tahun 2021,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan bahwa saat ini situasi ekonomi global berkembang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. Beberapa lembaga keuangan dunia juga  selalu merevisi prediksi-prediksi atas pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 maupun perkiraan di tahun 2021.
&amp;ldquo;Artinya sekali lagi masih penuh penuh dengan ketidakpastian,&amp;rdquo;  katanya saat membuka rapat terbatas secara virtual, Selasa (28/7/2020).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/07/23/66167/333934_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Luncurkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Meski begitu di tahun 2021 mendatang baik IMF, Bank dunia maupun OECD meyakini bahwa perekonomian akan  tumbuh positif. Dimana MF memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,4%. Sementara Bank Dunia 4,2% dan OECD 2,8-5,2%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tergantung Bisnis, Erick Thohir Sebut Ekonomi Pulih 100% di Kuartal I-2022&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya kira kalau perkiraan ini betul kita akan berada pada posisi ekonomi yang juga mestinya di atas pertumbuhan ekonomi dunia,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNy80LzEyMTg5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahkan Jokowi menyebut Indonesia masuk dalam kelompok negara yang diproyeksikan pemulihan ekonominya cepat.&amp;ldquo;Indonesia diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi  tercepat setelah China. Ini juga kalau proyeksi ini benar patut kita  syukuri,&amp;rdquo; tuturnya.
Namun, di tetap memperingatkan bahwa harus ada kewaspadaan  terhadap  terjadinya gelombang kedua covid-19 dan ketidakpastian ekonomi global di  tahun 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNS8xLzEyMTg3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Namun kita harus tetap waspada kemungkinan dan antisipasi kita  terhadap risiko terjadinya gelombang kedua, second wave  dan  masih  berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global di tahun 2021,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
