<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham vs Emas, Investasi Mana yang Paling Gacor?</title><description>Investasi bisa menjadi pilihan agar penghasilan bertambah selain pendapatan yang berasal dari upah bekerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/320/2253238/saham-vs-emas-investasi-mana-yang-paling-gacor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/320/2253238/saham-vs-emas-investasi-mana-yang-paling-gacor"/><item><title>Saham vs Emas, Investasi Mana yang Paling Gacor?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/320/2253238/saham-vs-emas-investasi-mana-yang-paling-gacor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/320/2253238/saham-vs-emas-investasi-mana-yang-paling-gacor</guid><pubDate>Selasa 28 Juli 2020 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/28/320/2253238/saham-vs-emas-investasi-mana-yang-paling-gacor-XOUOowcytN.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas  (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/28/320/2253238/saham-vs-emas-investasi-mana-yang-paling-gacor-XOUOowcytN.jpeg</image><title>Harga emas  (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menambah penghasilan menjadi salah satu hal yang diperlukan pada masa pandemi ini. Investasi bisa menjadi pilihan agar penghasilan bertambah selain pendapatan yang berasal dari upah bekerja.
Namun pasti masih membingungkan investasi seperti apa yang pas agar bisa menjadi cuan. Sebab ada beberapa instrumen investasi yang bisa dipilih dari mulai logam mulia, reksa dana, hingga pasar saham.
Baca Juga: Harga Tembus Rp1 Juta/Gram, Investasi Emas Ternyata Digemari Milenial
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, investasi baik itu pasar saham atau logam mulia sebenarnya sama sama menguntungkan. Hanya saja tergantung dari tipikal investornya itu sendiri.
Menurut Andi, ada investor yang memiliki tipe agresif atau yang ingin untung lebih cepat. Ada juga yang investor bersifat konservatif atau bermain aman.

&quot;Sebenarnya kalau bicara mending enggak mending kembali lagi ke tipikal tiap orang gitu ya. Artinya mereka kemampuan menerima risikonya seperti apa,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (27/7/2020).
Menurut Andi, bagi investor yang bersifat agresif maka investasi di pasar modal atau reksa dana dirasa lebih menguntungkan. Namun bagi mereka  yang konservatif akan lebih memilih untuk investasi logam mulia.&quot;Artinya mereka kemampuan menerima risikonya seperti apa. Maksudnya  buat beberapa teman yang lebih bersifat agresif mungkin masih tetap  kurang menarik,&quot; kata Andi.

Menurut Andi bagi mereka yang biasa investasi di pasar modal atau  saham, keuntungan yang didapatkan lebih besar dan cepat. Karena  pergerakan di pasar modal sangat cepat bahkan dalam hitungan jam saja.
&quot;Karena justru buat mereka yang bersifat agresif pasar saham itu jauh  lebih menarik karena pertumbuhannya bisa lebih cepat dengan jangka  waktu yang lebih singkat pula dibandingkan logam mulia,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menambah penghasilan menjadi salah satu hal yang diperlukan pada masa pandemi ini. Investasi bisa menjadi pilihan agar penghasilan bertambah selain pendapatan yang berasal dari upah bekerja.
Namun pasti masih membingungkan investasi seperti apa yang pas agar bisa menjadi cuan. Sebab ada beberapa instrumen investasi yang bisa dipilih dari mulai logam mulia, reksa dana, hingga pasar saham.
Baca Juga: Harga Tembus Rp1 Juta/Gram, Investasi Emas Ternyata Digemari Milenial
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, investasi baik itu pasar saham atau logam mulia sebenarnya sama sama menguntungkan. Hanya saja tergantung dari tipikal investornya itu sendiri.
Menurut Andi, ada investor yang memiliki tipe agresif atau yang ingin untung lebih cepat. Ada juga yang investor bersifat konservatif atau bermain aman.

&quot;Sebenarnya kalau bicara mending enggak mending kembali lagi ke tipikal tiap orang gitu ya. Artinya mereka kemampuan menerima risikonya seperti apa,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (27/7/2020).
Menurut Andi, bagi investor yang bersifat agresif maka investasi di pasar modal atau reksa dana dirasa lebih menguntungkan. Namun bagi mereka  yang konservatif akan lebih memilih untuk investasi logam mulia.&quot;Artinya mereka kemampuan menerima risikonya seperti apa. Maksudnya  buat beberapa teman yang lebih bersifat agresif mungkin masih tetap  kurang menarik,&quot; kata Andi.

Menurut Andi bagi mereka yang biasa investasi di pasar modal atau  saham, keuntungan yang didapatkan lebih besar dan cepat. Karena  pergerakan di pasar modal sangat cepat bahkan dalam hitungan jam saja.
&quot;Karena justru buat mereka yang bersifat agresif pasar saham itu jauh  lebih menarik karena pertumbuhannya bisa lebih cepat dengan jangka  waktu yang lebih singkat pula dibandingkan logam mulia,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
