<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengembang Mau Selamat dari Covid-19? Jual Properti di Bawah Rp1 Miliar</title><description>Pengembang properti harus fokus terhadap penjualan rumah, apartemen dan ruko yang di bawah Rp1 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/470/2253281/pengembang-mau-selamat-dari-covid-19-jual-properti-di-bawah-rp1-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/470/2253281/pengembang-mau-selamat-dari-covid-19-jual-properti-di-bawah-rp1-miliar"/><item><title>Pengembang Mau Selamat dari Covid-19? Jual Properti di Bawah Rp1 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/470/2253281/pengembang-mau-selamat-dari-covid-19-jual-properti-di-bawah-rp1-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/28/470/2253281/pengembang-mau-selamat-dari-covid-19-jual-properti-di-bawah-rp1-miliar</guid><pubDate>Selasa 28 Juli 2020 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/28/470/2253281/pengembang-mau-selamat-dari-covid-19-jual-properti-di-bawah-rp1-miliar-yvsmMT3QHW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/28/470/2253281/pengembang-mau-selamat-dari-covid-19-jual-properti-di-bawah-rp1-miliar-yvsmMT3QHW.jpeg</image><title>Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pengembang properti harus fokus terhadap penjualan rumah, apartemen dan ruko yang di bawah Rp1 miliar. Hal itu dilakukan agar mereka selamat dari serangan krisis akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.
&quot;Fokus pada rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar. Fokus dengan apartemen, ruko, town house di bawah Rp1 miliar. Jadi yang selama ini Rp2 miliar, itu lupakan dulu sekarang,&quot; kata Founder Panangian school of Property Panangian Simanungkalit dalam acara Market Review di IDX Channel, Selasa (28/7/2020).
Baca juga: Dihantam Corona, Airbnb Minta Tamu Sumbangkan Uang untuk Pemilik Rumah
Menurut dia, dengan adanya kebijakan dari Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga kredit dari 4,25% menjadi 4%, akan membawa perbaikan iklim dunia usaha properti. Namun, karena kini banyak pengangguran dan para pekerja tak menerima gaji seutuhnya, membuat kebijakan itu belum berdampak ke bisnis properti di Indonesia.
&quot;Artinya ini sudah kondusif dari segi demand. Cuma masalahnya karena ada pengangguran yang bertambah, ini yang membuat terjadi penurunan,&quot; ujarnya.

Dia menyarankan agar pengusaha properti fokus kepada penjualan produk dengan harga di bawah Rp1 miliar agar bisa terus eksis.
&quot;Bahkan makin rendah, misalnya Rp500 juta, Rp300 juta, Rp700 juta ini pasar yang tersisa. Para konsumen melihat dengan signal 2 kali suku bunga menurun, ini mereka sudah percaya,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengembang properti harus fokus terhadap penjualan rumah, apartemen dan ruko yang di bawah Rp1 miliar. Hal itu dilakukan agar mereka selamat dari serangan krisis akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.
&quot;Fokus pada rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar. Fokus dengan apartemen, ruko, town house di bawah Rp1 miliar. Jadi yang selama ini Rp2 miliar, itu lupakan dulu sekarang,&quot; kata Founder Panangian school of Property Panangian Simanungkalit dalam acara Market Review di IDX Channel, Selasa (28/7/2020).
Baca juga: Dihantam Corona, Airbnb Minta Tamu Sumbangkan Uang untuk Pemilik Rumah
Menurut dia, dengan adanya kebijakan dari Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga kredit dari 4,25% menjadi 4%, akan membawa perbaikan iklim dunia usaha properti. Namun, karena kini banyak pengangguran dan para pekerja tak menerima gaji seutuhnya, membuat kebijakan itu belum berdampak ke bisnis properti di Indonesia.
&quot;Artinya ini sudah kondusif dari segi demand. Cuma masalahnya karena ada pengangguran yang bertambah, ini yang membuat terjadi penurunan,&quot; ujarnya.

Dia menyarankan agar pengusaha properti fokus kepada penjualan produk dengan harga di bawah Rp1 miliar agar bisa terus eksis.
&quot;Bahkan makin rendah, misalnya Rp500 juta, Rp300 juta, Rp700 juta ini pasar yang tersisa. Para konsumen melihat dengan signal 2 kali suku bunga menurun, ini mereka sudah percaya,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
