<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      Asik, Jadi Relawan Jajal Vaksin Corona China Dapat Bonus hingga Asuransi</title><description>Setiap relawan uji klinis vaksin Sinovac asal China di Indonesia akan diberikan uang transport senilai Rp100.000</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/29/320/2254030/asik-jadi-relawan-jajal-vaksin-corona-china-dapat-bonus-hingga-asuransi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/29/320/2254030/asik-jadi-relawan-jajal-vaksin-corona-china-dapat-bonus-hingga-asuransi"/><item><title>      Asik, Jadi Relawan Jajal Vaksin Corona China Dapat Bonus hingga Asuransi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/29/320/2254030/asik-jadi-relawan-jajal-vaksin-corona-china-dapat-bonus-hingga-asuransi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/29/320/2254030/asik-jadi-relawan-jajal-vaksin-corona-china-dapat-bonus-hingga-asuransi</guid><pubDate>Rabu 29 Juli 2020 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/29/320/2254030/asik-jadi-relawan-jajal-vaksin-corona-china-dapat-bonus-hingga-asuransi-ByLfIIpncL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Corona (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/29/320/2254030/asik-jadi-relawan-jajal-vaksin-corona-china-dapat-bonus-hingga-asuransi-ByLfIIpncL.jpg</image><title>Vaksin Corona (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Setiap relawan uji klinis vaksin Sinovac asal China di Indonesia akan diberikan uang transport senilai Rp100.000 dan sebuah asuransi kesehatan. Diketahui, kini sudah ada 350 calon relawan yang melalukan pendaftaran di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

&quot;Cuma dapat uang transport sama dikasih asuransi kesehatan, supaya kalau sakit (bisa) berobatnya. Uang transport itu kalau dateng dapat Rp 100 ribu,&quot; kata Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Prof Kusnandi Rusmil kepada Okezone, Rabu (29/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Uji Klinis Vaksin Covid-19 Made in China Digelar di 6 Lokasi&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, terdapat 6 lokasi uji klinis tahap ketiga ini, yaitu berada di Kampus Universitas Padjadjaran di Jalan Eyckman, Kampus Universitas Padjadjaran Dipatiukur, Puskesmas Garuda, Puskesmas Dago, Puskesmas Sukapakir, dan Puskesmas Ciumbuleuit

Dia mengaku belum mengetahui secara detail ihwal keseluruhan total relawan yang telah melakukan pendaftaran. Nantinya, akan diketahui secara pasti kala pihaknya menggelar uji klinis pada 6 Agustus 2020 mendatang.

&quot;Nanti ketahuannya pada waktu tanggal 6 (Agustus) berapa (relawan) yang datang,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Relawan Disuntik Vaksin Corona China Mulai 6 Agustus, Terbatas Hanya 25 Orang
Dia menjelaskan setiap harinya, per lokasi hanya diizinkan menyuntik sebanyak 25 orang. Sehingga, seluruh relawan itu belum dipastikan bakal disuntik, karena harus melalui serangkaian uji kesehatan yang dilakukan oleh tim dokter.

&quot;Diperiksa dulu sama dokter sehat atau enggaknya. Kalau sehat boleh ikut,&quot; ujarnya.

Dia mengaku akan mulai melakukan uji klinis kepada 1.620 relawan secara bertahap. Nantinya, diharapkan akhir Januari 2021 sudah ditemukan kesimpulannya.

&quot;Pada akhir Januari (2021), kita sudah bisa ambil kesimpulan, bagus atau enggak,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yMi8xLzEyMTgzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menyebut, ketika kesimpulannya menunjukkan dampak positif, maka pihaknya akan memberikan hasil itu kepada PT Bio Farma (Persero). Sehingga, perusahaan pelat merah itu bisa langsung memproduksinya dan menjualnya secara massal.

&quot;Vaksin ini kan udah fase ketiga, pas hasilnya bagus, bisa langsung dijual,&quot; kata dia.

Sebagai informasi, PT Bio Farma menerima pasokan vaksin dari Sinovac sebanyak 2.400 vaksin. Nantinya, pengujian vaksin ini dilakukan ke 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu. Kemudian, sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).
</description><content:encoded>JAKARTA - Setiap relawan uji klinis vaksin Sinovac asal China di Indonesia akan diberikan uang transport senilai Rp100.000 dan sebuah asuransi kesehatan. Diketahui, kini sudah ada 350 calon relawan yang melalukan pendaftaran di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

&quot;Cuma dapat uang transport sama dikasih asuransi kesehatan, supaya kalau sakit (bisa) berobatnya. Uang transport itu kalau dateng dapat Rp 100 ribu,&quot; kata Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Prof Kusnandi Rusmil kepada Okezone, Rabu (29/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Uji Klinis Vaksin Covid-19 Made in China Digelar di 6 Lokasi&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, terdapat 6 lokasi uji klinis tahap ketiga ini, yaitu berada di Kampus Universitas Padjadjaran di Jalan Eyckman, Kampus Universitas Padjadjaran Dipatiukur, Puskesmas Garuda, Puskesmas Dago, Puskesmas Sukapakir, dan Puskesmas Ciumbuleuit

Dia mengaku belum mengetahui secara detail ihwal keseluruhan total relawan yang telah melakukan pendaftaran. Nantinya, akan diketahui secara pasti kala pihaknya menggelar uji klinis pada 6 Agustus 2020 mendatang.

&quot;Nanti ketahuannya pada waktu tanggal 6 (Agustus) berapa (relawan) yang datang,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Relawan Disuntik Vaksin Corona China Mulai 6 Agustus, Terbatas Hanya 25 Orang
Dia menjelaskan setiap harinya, per lokasi hanya diizinkan menyuntik sebanyak 25 orang. Sehingga, seluruh relawan itu belum dipastikan bakal disuntik, karena harus melalui serangkaian uji kesehatan yang dilakukan oleh tim dokter.

&quot;Diperiksa dulu sama dokter sehat atau enggaknya. Kalau sehat boleh ikut,&quot; ujarnya.

Dia mengaku akan mulai melakukan uji klinis kepada 1.620 relawan secara bertahap. Nantinya, diharapkan akhir Januari 2021 sudah ditemukan kesimpulannya.

&quot;Pada akhir Januari (2021), kita sudah bisa ambil kesimpulan, bagus atau enggak,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yMi8xLzEyMTgzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menyebut, ketika kesimpulannya menunjukkan dampak positif, maka pihaknya akan memberikan hasil itu kepada PT Bio Farma (Persero). Sehingga, perusahaan pelat merah itu bisa langsung memproduksinya dan menjualnya secara massal.

&quot;Vaksin ini kan udah fase ketiga, pas hasilnya bagus, bisa langsung dijual,&quot; kata dia.

Sebagai informasi, PT Bio Farma menerima pasokan vaksin dari Sinovac sebanyak 2.400 vaksin. Nantinya, pengujian vaksin ini dilakukan ke 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu. Kemudian, sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).
</content:encoded></item></channel></rss>
