<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Jurus Pengembang Pertahankan Industri Properti saat Covid-19</title><description>Pengusaha properti dapat dikatakan ikut terdampak dengan adanya pandemi  virus corona atau Covid-19 yang ada di wilayah Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/29/470/2253731/5-jurus-pengembang-pertahankan-industri-properti-saat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/29/470/2253731/5-jurus-pengembang-pertahankan-industri-properti-saat-covid-19"/><item><title>5 Jurus Pengembang Pertahankan Industri Properti saat Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/29/470/2253731/5-jurus-pengembang-pertahankan-industri-properti-saat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/29/470/2253731/5-jurus-pengembang-pertahankan-industri-properti-saat-covid-19</guid><pubDate>Rabu 29 Juli 2020 10:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/29/470/2253731/5-jurus-pengembang-pertahankan-industri-properti-saat-covid-19-sLuhckpkBu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/29/470/2253731/5-jurus-pengembang-pertahankan-industri-properti-saat-covid-19-sLuhckpkBu.jpg</image><title>Rumah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha properti dapat dikatakan ikut terdampak dengan adanya pandemi virus corona atau Covid-19 yang ada di wilayah Indonesia. Pasalnya, akibat kebijakan perbatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat aktivitas pergerakan masyarakat terbatasi.

Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Ikang Fawzi menceritakan beberapa strategi yang harus dilakukan agar bisnis properti tetap berjalan. Salah satunya adalah pemangkasan sumber daya manusia (SDM).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ngeri, Penjualan Properti Diprediksi Ambles 50% akibat Covid-19
&quot;Kita lakukan efisiensi sumber daya, itu pasti akan kita lakukan. Dalam kondisi seperti ini justru melatih diri kita untuk mempunyai nilai tambah, lebih bisa berdaya guna. Jadi 1 orang bisa memiliki kemampuan untuk mekerjakan 3 orang. Kondisi ini harus kita perbaiki,&quot; kata Ikang dalam diskusi virtual, Selasa (28/7/2020) malam.

Dia menambahkan, jurus yang kedua adalah dengan cara memperhatikan keuangan perusahaan secara terperinci. Sehingga, uang yang dikeluarkan harus menghasilkan pemasukan  untuk kas perusahaaan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dihantam Corona, Airbnb Minta Tamu Sumbangkan Uang untuk Pemilik Rumah
&quot;Ketiga, project manajemen, perusahaan-perusahaan yang bertahan adalah yang cepat menyesuaikan diri. Bisa cepat dan berjuanh dalam kondisi ini (Covid-19). Dia melakukan adapatasi dengan cepat,&quot; ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, mengubah haluan untuk bergerak ke sektor digitalisasi juga sangat penting. Nantinya, diharapkan segala kepengurusan melalui daring, karena belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini berakhir.

&quot;Kelima, strategi pemasaran, inovasi produk, marketing (paket diskon, hadiah dan pembayaran yang menarik). Biar bagaimanapun, persaingan bisnis tetap ada, siapapun yang bisa melakukan penawaran terbaik kepada konsumen dialah yang paling banyak mendapatkan kesempatan terbaik,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha properti dapat dikatakan ikut terdampak dengan adanya pandemi virus corona atau Covid-19 yang ada di wilayah Indonesia. Pasalnya, akibat kebijakan perbatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat aktivitas pergerakan masyarakat terbatasi.

Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Ikang Fawzi menceritakan beberapa strategi yang harus dilakukan agar bisnis properti tetap berjalan. Salah satunya adalah pemangkasan sumber daya manusia (SDM).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ngeri, Penjualan Properti Diprediksi Ambles 50% akibat Covid-19
&quot;Kita lakukan efisiensi sumber daya, itu pasti akan kita lakukan. Dalam kondisi seperti ini justru melatih diri kita untuk mempunyai nilai tambah, lebih bisa berdaya guna. Jadi 1 orang bisa memiliki kemampuan untuk mekerjakan 3 orang. Kondisi ini harus kita perbaiki,&quot; kata Ikang dalam diskusi virtual, Selasa (28/7/2020) malam.

Dia menambahkan, jurus yang kedua adalah dengan cara memperhatikan keuangan perusahaan secara terperinci. Sehingga, uang yang dikeluarkan harus menghasilkan pemasukan  untuk kas perusahaaan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dihantam Corona, Airbnb Minta Tamu Sumbangkan Uang untuk Pemilik Rumah
&quot;Ketiga, project manajemen, perusahaan-perusahaan yang bertahan adalah yang cepat menyesuaikan diri. Bisa cepat dan berjuanh dalam kondisi ini (Covid-19). Dia melakukan adapatasi dengan cepat,&quot; ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, mengubah haluan untuk bergerak ke sektor digitalisasi juga sangat penting. Nantinya, diharapkan segala kepengurusan melalui daring, karena belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini berakhir.

&quot;Kelima, strategi pemasaran, inovasi produk, marketing (paket diskon, hadiah dan pembayaran yang menarik). Biar bagaimanapun, persaingan bisnis tetap ada, siapapun yang bisa melakukan penawaran terbaik kepada konsumen dialah yang paling banyak mendapatkan kesempatan terbaik,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
