<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Bank Ini Siapkan Rp211 Triliun Tutupi Kredit Macet</title><description>Bank-bank di Eropa menyiapkan anggaran miliaran dolar AS untuk mengantisipasi terjadinya kredit macet</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254358/3-bank-ini-siapkan-rp211-triliun-tutupi-kredit-macet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254358/3-bank-ini-siapkan-rp211-triliun-tutupi-kredit-macet"/><item><title>3 Bank Ini Siapkan Rp211 Triliun Tutupi Kredit Macet</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254358/3-bank-ini-siapkan-rp211-triliun-tutupi-kredit-macet</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254358/3-bank-ini-siapkan-rp211-triliun-tutupi-kredit-macet</guid><pubDate>Kamis 30 Juli 2020 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/30/320/2254358/3-bank-ini-siapkan-rp211-triliun-tutupi-kredit-macet-Yhn0wiHitL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/30/320/2254358/3-bank-ini-siapkan-rp211-triliun-tutupi-kredit-macet-Yhn0wiHitL.jpg</image><title>Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank-bank di Eropa menyiapkan anggaran miliaran dolar AS untuk mengantisipasi terjadinya kredit macet (non performing loan/NPL). Langkah ini juga dilakukan sebagai upaya persiapan untuk menghadapi resesi global.

Ada tiga bank besar di Eropa yang sudah bersiap diri dengan menyiapkan cadangan miliaran dolar. Ketiga bank tersebut yakni Barclays (BCS), Deutsche Bank (DB) dan Banco Santander (SAN) yang secara total menyiapkan USD6,6 miliar atau Rp96,3 triliun (mengacu kurs Rp14.600 per USD) di kuartal II
Baca Juga:&amp;nbsp;Boeing Rugi Rp35 Triliun dalam 3 Bulan, CEO Putuskan PHK 16.000 Karyawan&amp;nbsp;
Anggaran tersebut di luar alokasi mereka untuk akhir tahun nanti, sehingga jika ditotal jumlah anggaran yang disiapkan oleh tiga bank besar tersebut mencapai USD14,5 miliar atau Rp211,7 triliun.

Hal ini  mencerminkan prospek yang sulit bagi para peminjam Eropa sebagai motor utama ekonomi. Mengingat, dalam enam bulan terakhir menjadi hal yang menantang efek pandemi virus corona

&quot;Enam bulan terakhir telah menjadi yang paling menantang dalam sejarah kami,&quot; kata ketua eksekutif Santander Ana Bot&amp;iacute;n melansir CNN, Kamis (30/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Startup Penyedia Pesta Seks Dapat Bantuan Pandemi Rp3,2 Miliar&amp;nbsp;
Pemberi pinjaman Spanyol juga menuliskan nilai asetnya sebesar USD14,8 miliar atau sekitar Rp216 triliun karena prospek yang memburuk. Hampir setengah dari jumlah itu terkait dengan bisnisnya di Inggris, di mana ia tidak lagi mengharapkan memperoleh nilai yang sama dari akuisisi pemberi pinjaman yang lebih kecil pada awal 2000-an.

Laba Santander sebelum pajak anjlok 49% pada semester pertama, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah kredit macet yang jumlahnya mencapai USD8,2 miliar atau Rp119,7 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank-bank di Eropa menyiapkan anggaran miliaran dolar AS untuk mengantisipasi terjadinya kredit macet (non performing loan/NPL). Langkah ini juga dilakukan sebagai upaya persiapan untuk menghadapi resesi global.

Ada tiga bank besar di Eropa yang sudah bersiap diri dengan menyiapkan cadangan miliaran dolar. Ketiga bank tersebut yakni Barclays (BCS), Deutsche Bank (DB) dan Banco Santander (SAN) yang secara total menyiapkan USD6,6 miliar atau Rp96,3 triliun (mengacu kurs Rp14.600 per USD) di kuartal II
Baca Juga:&amp;nbsp;Boeing Rugi Rp35 Triliun dalam 3 Bulan, CEO Putuskan PHK 16.000 Karyawan&amp;nbsp;
Anggaran tersebut di luar alokasi mereka untuk akhir tahun nanti, sehingga jika ditotal jumlah anggaran yang disiapkan oleh tiga bank besar tersebut mencapai USD14,5 miliar atau Rp211,7 triliun.

Hal ini  mencerminkan prospek yang sulit bagi para peminjam Eropa sebagai motor utama ekonomi. Mengingat, dalam enam bulan terakhir menjadi hal yang menantang efek pandemi virus corona

&quot;Enam bulan terakhir telah menjadi yang paling menantang dalam sejarah kami,&quot; kata ketua eksekutif Santander Ana Bot&amp;iacute;n melansir CNN, Kamis (30/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Startup Penyedia Pesta Seks Dapat Bantuan Pandemi Rp3,2 Miliar&amp;nbsp;
Pemberi pinjaman Spanyol juga menuliskan nilai asetnya sebesar USD14,8 miliar atau sekitar Rp216 triliun karena prospek yang memburuk. Hampir setengah dari jumlah itu terkait dengan bisnisnya di Inggris, di mana ia tidak lagi mengharapkan memperoleh nilai yang sama dari akuisisi pemberi pinjaman yang lebih kecil pada awal 2000-an.

Laba Santander sebelum pajak anjlok 49% pada semester pertama, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah kredit macet yang jumlahnya mencapai USD8,2 miliar atau Rp119,7 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
