<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati! Serangan Hacker Hantui Digitalisasi Perbankan, Bisa Bobol Rekening</title><description>Pengoptimalan sistem perbankan digital di Indonesia dinilai menjadi keharusan dalam menghadapi tantangan dunia perbankan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254370/hati-hati-serangan-hacker-hantui-digitalisasi-perbankan-bisa-bobol-rekening</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254370/hati-hati-serangan-hacker-hantui-digitalisasi-perbankan-bisa-bobol-rekening"/><item><title>Hati-Hati! Serangan Hacker Hantui Digitalisasi Perbankan, Bisa Bobol Rekening</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254370/hati-hati-serangan-hacker-hantui-digitalisasi-perbankan-bisa-bobol-rekening</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254370/hati-hati-serangan-hacker-hantui-digitalisasi-perbankan-bisa-bobol-rekening</guid><pubDate>Kamis 30 Juli 2020 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/30/320/2254370/hati-hati-serangan-hacker-hantui-digitalisasi-perbankan-bisa-bobol-rekening-AOQfvzyPv8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rekening (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/30/320/2254370/hati-hati-serangan-hacker-hantui-digitalisasi-perbankan-bisa-bobol-rekening-AOQfvzyPv8.jpg</image><title>Rekening (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Pengoptimalan sistem perbankan digital di Indonesia dinilai menjadi keharusan dalam menghadapi tantangan dunia perbankan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini seiring diproyeksikan Indonesia akan menjadi negara yang tertinggi dalam penggunaan digitalisasi perbankan di Asia Tenggara pada tahun 2025.


Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, perkembangan digitalisasi ini semakin meningkat. Namun seiringnya perkembangan ini membuat kejahatan keamanan data internet di perbankan masih menghantui.

&quot;Sisi keamanan posisi digital banking ini memang meningkat namun cyber crime juga tinggi karena masih banyak masyarakat yang masih belum tahu tentang meningkatkan cyber crime,&quot; ujar Heru dalam diskusi bersama IDX Channel, Jakarta, Kamis (30/7/2020).
Baca Juga: Menko Luhut Sebut Aksi Demonstrasi Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19&amp;nbsp;
Dia melanjutkan agar perbankan atau platform yang menerapkan digital banking ini untuk meningkatkan pelayanan dan teknologinya agar data nasabah tidak bocor. Salah satunya, mengedukasi masyarakat agar menjaga kemanan datanya tidak diberikan ke siapapun.

&quot;Karena cybernya crime ini bergerak mencari kelemahan dari pelayanan yang mana bisa menembus akun rekening nasabah,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Bank Ini Siapkan Rp211 Triliun Tutupi Kredit Macet
Dia menambahkan agar perbankan yang menerapkan digitalisasi ini untuk meningkatkan standar operasional. Salah satunya meningkatkan alokasi anggaran dalam membeli belanja teknologi dalam meningkatkan sistem perbankan dalam  digitalisasi.

&quot; Jangan tunggu sampai udah terjadi peristiwanya. Kesadaran itu harus dibangun jadi kalau ada belanja anggaran untuk membeli IT itu bagus untuk menjaga keamanan data,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pengoptimalan sistem perbankan digital di Indonesia dinilai menjadi keharusan dalam menghadapi tantangan dunia perbankan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini seiring diproyeksikan Indonesia akan menjadi negara yang tertinggi dalam penggunaan digitalisasi perbankan di Asia Tenggara pada tahun 2025.


Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, perkembangan digitalisasi ini semakin meningkat. Namun seiringnya perkembangan ini membuat kejahatan keamanan data internet di perbankan masih menghantui.

&quot;Sisi keamanan posisi digital banking ini memang meningkat namun cyber crime juga tinggi karena masih banyak masyarakat yang masih belum tahu tentang meningkatkan cyber crime,&quot; ujar Heru dalam diskusi bersama IDX Channel, Jakarta, Kamis (30/7/2020).
Baca Juga: Menko Luhut Sebut Aksi Demonstrasi Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19&amp;nbsp;
Dia melanjutkan agar perbankan atau platform yang menerapkan digital banking ini untuk meningkatkan pelayanan dan teknologinya agar data nasabah tidak bocor. Salah satunya, mengedukasi masyarakat agar menjaga kemanan datanya tidak diberikan ke siapapun.

&quot;Karena cybernya crime ini bergerak mencari kelemahan dari pelayanan yang mana bisa menembus akun rekening nasabah,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Bank Ini Siapkan Rp211 Triliun Tutupi Kredit Macet
Dia menambahkan agar perbankan yang menerapkan digitalisasi ini untuk meningkatkan standar operasional. Salah satunya meningkatkan alokasi anggaran dalam membeli belanja teknologi dalam meningkatkan sistem perbankan dalam  digitalisasi.

&quot; Jangan tunggu sampai udah terjadi peristiwanya. Kesadaran itu harus dibangun jadi kalau ada belanja anggaran untuk membeli IT itu bagus untuk menjaga keamanan data,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
