<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Upaya Pasarkan Produk agar Laku Keras</title><description>Pemasaran merupakan tahap final dalam suatu usaha</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254501/3-upaya-pasarkan-produk-agar-laku-keras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254501/3-upaya-pasarkan-produk-agar-laku-keras"/><item><title>3 Upaya Pasarkan Produk agar Laku Keras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254501/3-upaya-pasarkan-produk-agar-laku-keras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/30/320/2254501/3-upaya-pasarkan-produk-agar-laku-keras</guid><pubDate>Kamis 30 Juli 2020 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Natasha Oktalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/30/320/2254501/3-upaya-pasarkan-produk-agar-laku-keras-EjcuFlfGdA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pentingnnya Strategi Pemasaran untuk Kesuksesan Usaha. (Foto: Okezone.com/Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/30/320/2254501/3-upaya-pasarkan-produk-agar-laku-keras-EjcuFlfGdA.jpg</image><title>Pentingnnya Strategi Pemasaran untuk Kesuksesan Usaha. (Foto: Okezone.com/Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Pemasaran merupakan tahap final dalam suatu usaha. Lancar atau tidaknya suatu usaha juga bisa dilihat dari pemasaran produk  tersebut.
Misalnya dalam usaha jual nata de coco. Dalam pemasarannya bisa dilakukan di sejumlah supermaket atau produsen minuman. Tapi, selain cara memasarkan harus diperhatikan adalah rantai pemasaran karena sangat mempengaruhi tingkat pendapatan produsen.
Baca Juga:&amp;nbsp;Viral Martabak Tebal Harus Ekstra Mangap, Omzetnya Rp495 Juta/Bulan
Secara umum, pemasaran terbagi menjadi tiga jalur, yakni langsung kepada konsumen, melalui pengecer dan melalui distributor.
Mengutip dari buku Mudah &amp;amp; Praktis Membuat Nata de Coco karya Warisno, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Berikut penjelasannya:
Pertama, langsung kepada konsumen.
Nata de coco sendiri dijual tanpa melalui jasa atau perantara. Langsung dijual kepada konsumen. Cara ini dapat ditempuh apabila kapasitas produksinya masih dikatakan kecil atau dikelola dalam skala rumah tangga. Keuntungan dengan cara ini adalah harga jual yang lebih tinggi, Karena tidak perlu memberikan potongan harga kepada pengecer atau distributor.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jeli Melihat Peluang, Pengrajin Ini Untung Besar dari Tren Sepeda
Kedua, melalui pengecer.
Sistem ini bisa dikatakan sebagai pemasaran tidak langsung karena tidak diperjualkan langsung kepada konsumen, melaikan melalui pengecer terlebih dahulu. Kekurangan dalam sistem ini adalah keuntungan yang diperoleh oleh pemilik usaha nata de coco relatif lebih sedikit karena harus dibagikan kepada kerabat atau dalam bentuk potongan harga kepada pengecer.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Yang terakhir adalah, melalui distributor.
Dalam point ini, produsen akan menjual melewati distributor yang nantinya akan di jual kepada pengecer dan konsumen sekaligus.
Nah, setiap permodelan pasti mempunyai sisi positif dan negatif. Balik lagi kepada pemilik usaha yang menginginkan penjualannya melalui sistem seperti apa.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Pemasaran merupakan tahap final dalam suatu usaha. Lancar atau tidaknya suatu usaha juga bisa dilihat dari pemasaran produk  tersebut.
Misalnya dalam usaha jual nata de coco. Dalam pemasarannya bisa dilakukan di sejumlah supermaket atau produsen minuman. Tapi, selain cara memasarkan harus diperhatikan adalah rantai pemasaran karena sangat mempengaruhi tingkat pendapatan produsen.
Baca Juga:&amp;nbsp;Viral Martabak Tebal Harus Ekstra Mangap, Omzetnya Rp495 Juta/Bulan
Secara umum, pemasaran terbagi menjadi tiga jalur, yakni langsung kepada konsumen, melalui pengecer dan melalui distributor.
Mengutip dari buku Mudah &amp;amp; Praktis Membuat Nata de Coco karya Warisno, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Berikut penjelasannya:
Pertama, langsung kepada konsumen.
Nata de coco sendiri dijual tanpa melalui jasa atau perantara. Langsung dijual kepada konsumen. Cara ini dapat ditempuh apabila kapasitas produksinya masih dikatakan kecil atau dikelola dalam skala rumah tangga. Keuntungan dengan cara ini adalah harga jual yang lebih tinggi, Karena tidak perlu memberikan potongan harga kepada pengecer atau distributor.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jeli Melihat Peluang, Pengrajin Ini Untung Besar dari Tren Sepeda
Kedua, melalui pengecer.
Sistem ini bisa dikatakan sebagai pemasaran tidak langsung karena tidak diperjualkan langsung kepada konsumen, melaikan melalui pengecer terlebih dahulu. Kekurangan dalam sistem ini adalah keuntungan yang diperoleh oleh pemilik usaha nata de coco relatif lebih sedikit karena harus dibagikan kepada kerabat atau dalam bentuk potongan harga kepada pengecer.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Yang terakhir adalah, melalui distributor.
Dalam point ini, produsen akan menjual melewati distributor yang nantinya akan di jual kepada pengecer dan konsumen sekaligus.
Nah, setiap permodelan pasti mempunyai sisi positif dan negatif. Balik lagi kepada pemilik usaha yang menginginkan penjualannya melalui sistem seperti apa.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
