<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini 4 Tempat untuk Simpan Dana Darurat</title><description>Dana darurat dalam sebuah keluarga memiliki peran yang sangat penting, khususnya ketika berada dalam keadaan genting.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/31/320/2255106/ini-4-tempat-untuk-simpan-dana-darurat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/31/320/2255106/ini-4-tempat-untuk-simpan-dana-darurat"/><item><title>Ini 4 Tempat untuk Simpan Dana Darurat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/31/320/2255106/ini-4-tempat-untuk-simpan-dana-darurat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/31/320/2255106/ini-4-tempat-untuk-simpan-dana-darurat</guid><pubDate>Jum'at 31 Juli 2020 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/31/320/2255106/ini-4-tempat-untuk-simpan-dana-darurat-7UNIFNGth8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/31/320/2255106/ini-4-tempat-untuk-simpan-dana-darurat-7UNIFNGth8.jpg</image><title>Investasi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Dana darurat dalam sebuah keluarga memiliki peran yang sangat penting, khususnya ketika berada dalam keadaan genting. Dana tersebut merupakan dana yang telah dipersiapkan secara khusus, terpisah dengan dana yang akan digunakan untuk kepentingan lainnya.
Dana darurat idealnya dikumpulkan setiap bulan dari penghasilan yang diterima. Secara mudah, misalnya menyisihkan setidaknya 5% dari gaji untuk dikumpulkan sebagai dana darurat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Long Weekend, Sisihkan 10% Gaji untuk Piknik
Secara umum, setiap keluarga sebaiknya punya saldo dana darurat berbeda-beda bagi setiap keluarga, maka kamu sebaiknya mengetahui kebutuhan ideal berdasarkan kondisi kehidupan saat ini.
Melansir dari laman pribadi Prita Ghozie, Jakarta, Jumat (31/7/2020), berikut beberapa jenis aset yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menyimpan dana darurat dengan urutan yang ideal:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Selain Logam Mulia, Berikut 5 Jenis Emas sebagai Pilihan Investasi 
 
1. Tabungan
Produk tabungan biasa sangat ideal untuk menempatkan dana darurat karena sangat likuid dan nilainya tidak berfluktuasi. Rendahnya suku bunga bukan menjadi hambatan, karena yang diutamakan adalah akses terhadap dana tunai. Namun, pahami juga agar jumlah dana darurat di tabungan sebaiknya tidak melebihi kebutuhan 3 kali pengeluaran rutin bulanan.
 2. Reksa dana pasar uang
Setelah saldo tabungan cukup, sarana penyimpanan dana darurat kedua  yang sangat ideal adalah reksa dana pasar uang. Jenis reksa dana ini  cukup aman, karena tidak fluktuatif dalam nilai. Sedangkan, secara  likuiditas, reksa dana pasar uang sangat mudah untuk dijual kembali.
 
3. Emas
 
&amp;nbsp;
Apabila jumlah dana masih berlebih, maka setelah tabungan dan reksa  dana pasar uang, emas adalah sarana yang cukup ideal untuk menempatkan  dana darurat. Emas dalam hal ini disarankan berbentuk logam mulia alias  emas batangan. Tujuan penggunaan emas sebagai dana darurat didukung oleh  kemampuan emas untuk bertahan sejalan dengan tingkat kenaikan harga  alias inflasi. Selain itu, emas juga tergolong cukup likuid apalagi yang  berbentuk emas batangan.
 
4. Deposito
Setelah tabungan dan emas, maka berikutnya adalah deposito yang dapat  digunakan sebagai tempat penyimpanan dana darurat. Hasil keuntungan  setiap bulan dari deposito sebaiknya tidak digunakan untuk konsumsi,  melainkan digunakan untuk menambah porsi dana darurat atau dapat juga  digunakan untuk investasi di produk keuangan lain. Apabila deposito  dipilih sebagai sarana penyimpanan dana darurat, maka kamu sebaiknya  memilih tenor 1 bulan yang diperpanjang secara otomatis.</description><content:encoded>JAKARTA - Dana darurat dalam sebuah keluarga memiliki peran yang sangat penting, khususnya ketika berada dalam keadaan genting. Dana tersebut merupakan dana yang telah dipersiapkan secara khusus, terpisah dengan dana yang akan digunakan untuk kepentingan lainnya.
Dana darurat idealnya dikumpulkan setiap bulan dari penghasilan yang diterima. Secara mudah, misalnya menyisihkan setidaknya 5% dari gaji untuk dikumpulkan sebagai dana darurat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Long Weekend, Sisihkan 10% Gaji untuk Piknik
Secara umum, setiap keluarga sebaiknya punya saldo dana darurat berbeda-beda bagi setiap keluarga, maka kamu sebaiknya mengetahui kebutuhan ideal berdasarkan kondisi kehidupan saat ini.
Melansir dari laman pribadi Prita Ghozie, Jakarta, Jumat (31/7/2020), berikut beberapa jenis aset yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menyimpan dana darurat dengan urutan yang ideal:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Selain Logam Mulia, Berikut 5 Jenis Emas sebagai Pilihan Investasi 
 
1. Tabungan
Produk tabungan biasa sangat ideal untuk menempatkan dana darurat karena sangat likuid dan nilainya tidak berfluktuasi. Rendahnya suku bunga bukan menjadi hambatan, karena yang diutamakan adalah akses terhadap dana tunai. Namun, pahami juga agar jumlah dana darurat di tabungan sebaiknya tidak melebihi kebutuhan 3 kali pengeluaran rutin bulanan.
 2. Reksa dana pasar uang
Setelah saldo tabungan cukup, sarana penyimpanan dana darurat kedua  yang sangat ideal adalah reksa dana pasar uang. Jenis reksa dana ini  cukup aman, karena tidak fluktuatif dalam nilai. Sedangkan, secara  likuiditas, reksa dana pasar uang sangat mudah untuk dijual kembali.
 
3. Emas
 
&amp;nbsp;
Apabila jumlah dana masih berlebih, maka setelah tabungan dan reksa  dana pasar uang, emas adalah sarana yang cukup ideal untuk menempatkan  dana darurat. Emas dalam hal ini disarankan berbentuk logam mulia alias  emas batangan. Tujuan penggunaan emas sebagai dana darurat didukung oleh  kemampuan emas untuk bertahan sejalan dengan tingkat kenaikan harga  alias inflasi. Selain itu, emas juga tergolong cukup likuid apalagi yang  berbentuk emas batangan.
 
4. Deposito
Setelah tabungan dan emas, maka berikutnya adalah deposito yang dapat  digunakan sebagai tempat penyimpanan dana darurat. Hasil keuntungan  setiap bulan dari deposito sebaiknya tidak digunakan untuk konsumsi,  melainkan digunakan untuk menambah porsi dana darurat atau dapat juga  digunakan untuk investasi di produk keuangan lain. Apabila deposito  dipilih sebagai sarana penyimpanan dana darurat, maka kamu sebaiknya  memilih tenor 1 bulan yang diperpanjang secara otomatis.</content:encoded></item></channel></rss>
