<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaum Milenial Harus Bisa Investasi hingga Siapkan Dana Pensiun, Begini Pertimbangannya!</title><description>Kaum millenials telah lahir di masa dengan kemudahan teknologi dan akses dalam segala aspek.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/31/320/2255109/kaum-milenial-harus-bisa-investasi-hingga-siapkan-dana-pensiun-begini-pertimbangannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/31/320/2255109/kaum-milenial-harus-bisa-investasi-hingga-siapkan-dana-pensiun-begini-pertimbangannya"/><item><title>Kaum Milenial Harus Bisa Investasi hingga Siapkan Dana Pensiun, Begini Pertimbangannya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/31/320/2255109/kaum-milenial-harus-bisa-investasi-hingga-siapkan-dana-pensiun-begini-pertimbangannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/31/320/2255109/kaum-milenial-harus-bisa-investasi-hingga-siapkan-dana-pensiun-begini-pertimbangannya</guid><pubDate>Jum'at 31 Juli 2020 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/31/320/2255109/kaum-milenial-harus-bisa-investasi-hingga-siapkan-dana-pensiun-begini-pertimbangannya-HD1kj3aeGb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/31/320/2255109/kaum-milenial-harus-bisa-investasi-hingga-siapkan-dana-pensiun-begini-pertimbangannya-HD1kj3aeGb.jpg</image><title>Investasi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kaum millenials telah lahir di masa dengan kemudahan teknologi dan akses dalam segala aspek. Di samping itu, saat ini begitu banyak produk investasi ditawarkan yang menyasar millenials sebagai pembelinya.

Generasi millenials memang memiliki ciri dan kebiasaan yang berbeda dengan generasi lainnya, terutama di bidang gaya hidup. Adapun beberapa ciri khusus dari generasi millenials lahir di tahun 1981-94, suka berpindah kerja, mengutamakan lifestyle dan 80% tidak sanggup beli rumah.

Oleh sebab itu, mengutip dari laman pribadi Prita Ghozie, Jakarta, Jumat (31/7/2020), penting sekali bagi generasi millenial untuk mulai berinvestasi. Berikut hal-hal yang dapat menjadi pertimbangan:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Long Weekend, Sisihkan 10% Gaji untuk Piknik
 
1. Keep It Simple

Investasi bisa menjadi sesuatu yang rumit untuk generasi millennials. Dan dengan kesibukan yang dimiliki mungkin juga sulit untuk menambah beban dengan belajar kembali tentang banyaknya instrumen investasi. Oleh sebab itu, harus mengerti dan memiliki sedikitnya 1-2 jenis instrument investasi yang bisa dipahami.

2. Jangka Panjang

Berinvestasi untuk jangka panjang maka hasil yang diperoleh juga bisa jauh lebih besar. Contohnya jika berinvestasi di reksa dana sebesar Rp500.000 per bulan dengan target imbal balik 15% per tahun, maka hasil yang bisa didapatkan setelah 10 tahun adalah Rp140.000.000 dengan modal hanya Rp60.000.000. Apalagi kalau ternyata mampu menyisihkan sedikitnya Rp. 1.000.000,00 maka potensi hasilnya bukan hanya berlipat ganda tetapi bisa lebih.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Intip Sisi Menarik Reksa Dana yang Buat Pemain Baru Tergoda
 
3. Aset yang Produktif

Memiliki aset yang produktif inilah yang seharusnya dimiliki oleh generasi milenials, yaitu aset yang tidak hanya bertambah nilainya, namun juga menghasilkan uang tambahan. Pilihan yang mudah adalah produk reksa dana. Platform yang dipergunakan untuk jual beli reksa dana sudah bisa dilakukan secara online.
Alternatif menarik lain tetapi berisiko lebih besar adalah investasi  dalam bentuk peer-to-peer lending, atau memberi pinjaman pada orang yang  membutuhkan dana. Platformnya disediakan oleh perusahaan financial  technology. Terakhir, adalah pembelian properti sebagai aset investasi.  Jenisnya dapat berupa kepemilikan tanah, yang kemudian dikaryakan dan  disewakan pada orang lain untuk mendapatkan bagi hasil.
 
&amp;nbsp;
 
4. Jadikan Otomatis

Kesibukan sebagai seorang ibu mungkin membuat lupa untuk  berinvestasi. Sehingga membuat otomatis dana investasi akan memudahkan  dan menjadi lebih disiplin dalam berinvestasi. Debit otomatis ini  dibantu dengan sistem yang cara bekerjanya adalah pada saat ada uang  masuk, akan langsung terpotong untuk dialokasikan ke dalam instrumen  investasi yang dipilih, dengan mempergunakan fitur transfer berkala.

 
5. Persiapan Dana Pensiun

Mencapai kemerdekaan finansial dan pensiun dengan nyaman adalah  harapan generasi milenials. Oleh sebab itu, meski mungkin masih di usia  20an atau 30an awal, sebaiknya dana pensiun sudah disiapkan lebih awal  dari sekarang. Tujuannya agar di usia 45 tahun sudah dapat lebih dekat  ke kondisi merdeka finansial.</description><content:encoded>JAKARTA - Kaum millenials telah lahir di masa dengan kemudahan teknologi dan akses dalam segala aspek. Di samping itu, saat ini begitu banyak produk investasi ditawarkan yang menyasar millenials sebagai pembelinya.

Generasi millenials memang memiliki ciri dan kebiasaan yang berbeda dengan generasi lainnya, terutama di bidang gaya hidup. Adapun beberapa ciri khusus dari generasi millenials lahir di tahun 1981-94, suka berpindah kerja, mengutamakan lifestyle dan 80% tidak sanggup beli rumah.

Oleh sebab itu, mengutip dari laman pribadi Prita Ghozie, Jakarta, Jumat (31/7/2020), penting sekali bagi generasi millenial untuk mulai berinvestasi. Berikut hal-hal yang dapat menjadi pertimbangan:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Long Weekend, Sisihkan 10% Gaji untuk Piknik
 
1. Keep It Simple

Investasi bisa menjadi sesuatu yang rumit untuk generasi millennials. Dan dengan kesibukan yang dimiliki mungkin juga sulit untuk menambah beban dengan belajar kembali tentang banyaknya instrumen investasi. Oleh sebab itu, harus mengerti dan memiliki sedikitnya 1-2 jenis instrument investasi yang bisa dipahami.

2. Jangka Panjang

Berinvestasi untuk jangka panjang maka hasil yang diperoleh juga bisa jauh lebih besar. Contohnya jika berinvestasi di reksa dana sebesar Rp500.000 per bulan dengan target imbal balik 15% per tahun, maka hasil yang bisa didapatkan setelah 10 tahun adalah Rp140.000.000 dengan modal hanya Rp60.000.000. Apalagi kalau ternyata mampu menyisihkan sedikitnya Rp. 1.000.000,00 maka potensi hasilnya bukan hanya berlipat ganda tetapi bisa lebih.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Intip Sisi Menarik Reksa Dana yang Buat Pemain Baru Tergoda
 
3. Aset yang Produktif

Memiliki aset yang produktif inilah yang seharusnya dimiliki oleh generasi milenials, yaitu aset yang tidak hanya bertambah nilainya, namun juga menghasilkan uang tambahan. Pilihan yang mudah adalah produk reksa dana. Platform yang dipergunakan untuk jual beli reksa dana sudah bisa dilakukan secara online.
Alternatif menarik lain tetapi berisiko lebih besar adalah investasi  dalam bentuk peer-to-peer lending, atau memberi pinjaman pada orang yang  membutuhkan dana. Platformnya disediakan oleh perusahaan financial  technology. Terakhir, adalah pembelian properti sebagai aset investasi.  Jenisnya dapat berupa kepemilikan tanah, yang kemudian dikaryakan dan  disewakan pada orang lain untuk mendapatkan bagi hasil.
 
&amp;nbsp;
 
4. Jadikan Otomatis

Kesibukan sebagai seorang ibu mungkin membuat lupa untuk  berinvestasi. Sehingga membuat otomatis dana investasi akan memudahkan  dan menjadi lebih disiplin dalam berinvestasi. Debit otomatis ini  dibantu dengan sistem yang cara bekerjanya adalah pada saat ada uang  masuk, akan langsung terpotong untuk dialokasikan ke dalam instrumen  investasi yang dipilih, dengan mempergunakan fitur transfer berkala.

 
5. Persiapan Dana Pensiun

Mencapai kemerdekaan finansial dan pensiun dengan nyaman adalah  harapan generasi milenials. Oleh sebab itu, meski mungkin masih di usia  20an atau 30an awal, sebaiknya dana pensiun sudah disiapkan lebih awal  dari sekarang. Tujuannya agar di usia 45 tahun sudah dapat lebih dekat  ke kondisi merdeka finansial.</content:encoded></item></channel></rss>
