<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Khawatir Resesi AS Ganggu Ekspor Indonesia</title><description>Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mulai khawatir dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/02/20/2255466/pengusaha-khawatir-resesi-as-ganggu-ekspor-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/02/20/2255466/pengusaha-khawatir-resesi-as-ganggu-ekspor-indonesia"/><item><title>Pengusaha Khawatir Resesi AS Ganggu Ekspor Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/02/20/2255466/pengusaha-khawatir-resesi-as-ganggu-ekspor-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/02/20/2255466/pengusaha-khawatir-resesi-as-ganggu-ekspor-indonesia</guid><pubDate>Minggu 02 Agustus 2020 05:32 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/01/20/2255466/pengusaha-khawatir-resesi-as-ganggu-ekspor-indonesia-hXnXALVD7W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Apindo Khawatir Resesi Ekonomi AS Mengganggu Kinerja Ekspor Ri. (Foto: Okezone.com/Pelindo I)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/01/20/2255466/pengusaha-khawatir-resesi-as-ganggu-ekspor-indonesia-hXnXALVD7W.jpg</image><title>Apindo Khawatir Resesi Ekonomi AS Mengganggu Kinerja Ekspor Ri. (Foto: Okezone.com/Pelindo I)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mulai khawatir dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang turun hingga 32%. Hal tersebut pun negatif pada Indonesia.
Wakil Ketua Apindo Shinta Widjaja mengatakan, AS merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor Indonesia. Dengan adanya resesi berarti ada dampak negatif kepada para eksportis dalam negeri.
Menurutnya, perlu langkah antisipasi pemerintah terhadap hal tersebut. Apindo menilai dibutuhkan insetif agar bisa meringankan kerugian bagi pengusaha Indonesia di antaranya para eksportir.

&quot;Pemerintah juga harus memberikan stimulus industri yang memadai dan efektif dalam meredam laju resesi. Agar efek negatif resesi AS terhadap Indonesia bisa hilang sama sekali,&quot; jelasnya.
Adapun  kontraksi ekonomi AS menjadi yang terdalam dalam setidaknya 73 tahun yang dilaporkan. Departemen Perdagangan mengatakan aktivitas hampir terhenti setelah restoran, bar dan pabrik antara lain ditutup pada pertengahan Maret untuk memperlambat penyebaran virus corona. (feb)
Baca Selengkapnya: Amerika Dihatam Resesi, Pengusaha Waswas Indonesia Tertular Efek Negatif

</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mulai khawatir dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang turun hingga 32%. Hal tersebut pun negatif pada Indonesia.
Wakil Ketua Apindo Shinta Widjaja mengatakan, AS merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor Indonesia. Dengan adanya resesi berarti ada dampak negatif kepada para eksportis dalam negeri.
Menurutnya, perlu langkah antisipasi pemerintah terhadap hal tersebut. Apindo menilai dibutuhkan insetif agar bisa meringankan kerugian bagi pengusaha Indonesia di antaranya para eksportir.

&quot;Pemerintah juga harus memberikan stimulus industri yang memadai dan efektif dalam meredam laju resesi. Agar efek negatif resesi AS terhadap Indonesia bisa hilang sama sekali,&quot; jelasnya.
Adapun  kontraksi ekonomi AS menjadi yang terdalam dalam setidaknya 73 tahun yang dilaporkan. Departemen Perdagangan mengatakan aktivitas hampir terhenti setelah restoran, bar dan pabrik antara lain ditutup pada pertengahan Maret untuk memperlambat penyebaran virus corona. (feb)
Baca Selengkapnya: Amerika Dihatam Resesi, Pengusaha Waswas Indonesia Tertular Efek Negatif

</content:encoded></item></channel></rss>
